Chaca

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 21 March 2017

Chaca adalah gadis yatim piatu, dia tinggal bersama ibu tiri dan kakak tirinya.
“Chaca! Cepat kemari!” panggil Ibu tiri.
Chaca segera menghampiri ibu tiri dengan tergopoh-gopoh.
“Buatkan Ibu teh! Cepat!” seru Ibu tiri dengan kencang.
“Iya, Bu,” jawab Chaca lalu pergi ke dapur dengan tergesa-gesa.
“Chaca! Ambilkan bajuku yang biru!” seru Jelly kakak tirinya, “Setrika sekalian yang rapi! Awas kalau nggak rapi!”
“Iya, Kak,” balas Chaca sambal membuat secangkir teh.

Dengan segera Chaca mengantarkan teh ibu tiri ke kamarnya. Ia kemudian mengambil baju biru Jelly yang ada di jemuran dan segera menyetrikanya dengan teliti. Kalau Jelly mendapati baju miliknya ada yang kusut, bisa-bisa Chaca terkena omelan dan hukuman dari kakak tirinya itu.

Semenjak ayah Chaca meninggal, ibu tiri dan Jelly kakak tirinya berubah menjadi jahat pada Chaca. Rumah dan seluruh harta benda peninggalan ayah dan ibu Chaca dikuasai oleh ibu tirinya. Chaca yang semula anak kesayangan kini dijadikan pembantu oleh ibu tiri dan Jelly. Setiap hari Chaca harus bangun pagi-pagi dan membersihkan seluruh rumah. Chaca hanya diam dan menerima semua perlakuan buruk dari ibu tiri dan Jelly. Kadang-kadang mereka tak segan-segan menghina hingga membuat Chaca menangis.

Ibu tiri dan Jelly akan mengadakan pesta di rumah. Semua undangan sudah disebarkan.
“Chaca!” panggil ibu tiri dari dalam kamarnya.
“Iya, Bu,” balas Chaca segera menghampiri ibu tiri.
“Hari ini Ibu dan Jelly akan mengadakan pesta. Tugasmu sekarang adalah bersihkan seluruh rumah dan masak makanan yang banyak! Kalau sampai Ibu lihat ada debu sedikit pun di rumah ini, sebagai hukumannya kamu harus tidur di luar malam ini! Paham?” ucap Ibu tiri.
“Paham, Bu,” balas Chaca dan segera membersihkan rumah.
Ibu tiri dan Jelly asyik mencari-cari baju yang akan mereka kenakan saat pesta. Mereka sama sekali tak peduli dengan Chaca yang kini sibuk menyiapkan makanan yang akan disajikan di pesta nanti.

Satu jam sebelum pesta dimulai, Chaca menyodorkan beberapa piring makanan kepada ibu tiri dan Jelly. Tanpa basa basi ibu tiri dan Jelly makan dengan lahapnya.
“Ngapain kamu masih di sini? Cepat ke luar!” ucap Ibu tiri.
“Iya nih, ngapain kamu masih di sini? Ke dapur sana! Pembantu itu pantasnya di dapur. Jangan harap kamu akan ikut pesta sama aku dan ibu,” ucap Jelly memaki.
Chaca hanya mengangguk dan pergi meninggalkan mereka di kamar.

Tiba-tiba perut ibu tiri dan Jelly terasa mual. Kepala mereka pun terasa sangat sakit.
“Chaca!” panggil ibu tiri.
Chaca masuk ke dalam kamar. Ia melihat ibu tiri dan Jelly sangat kesakitan. Bukannya menolong, Chaca malah bilang “Gimana rasanya? Sakit?”
Ibu tiri dan Jelly terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakan Chaca.
“Kenapa kamu bilang seperti itu? Cepat panggilkan dokter!” seru Jelly kesakitan.
“Kenapa aku harus panggilkan dokter untuk kalian? Sebentar lagi kalian akan menyusul Ayah dan Ibuku,” ucap Chaca tersenyum.
“Aa…pa yang kaa…mu laa…kuu…kan saa… ma kaa…mi?” tanya Ibu tiri terbata-bata.
“Aku hanya memasukkan racun tikus ke dalam makanan yang kalian makan tadi,”

Belum sempat mereka membalas, dada mereka terasa sangat sesak. Mereka kemudian mengalami kejang-kejang. Chaca hanya melihat mereka yang kesakitan dengan senyum puas di wajahnya. Menyaksikan betapa menderitanya mereka saat ini yang tak sebanding dengan perlakuan kejam serta penghinaan yang selama ini diterima Chaca. Mulut mereka mengeluarkan busa, dan akhirnya mereka tak bernapas sama sekali.

Beberapa tamu undangan sudah berada di luar rumah. tiba-tiba rumah ibu tiri dan Jelly yang akan mengadakan pesta meledak. Api ledakan menyambar begitu cepat membuat para tamu undangan berlari menyebar. Tanpa diketahui para tamu, Chaca memperhatikan kobaran api yang melalap rumah peninggalan ayah dan ibunya.
“Selamat tinggal Ibu! Selamat tinggal Kak Jelly! Kuhadiahkan rumah Ayah sebagai tempat tinggal kalian di alam sana,” ucap Chaca kemudian pergi.

Semakin lama tubuh Chaca semakin menjauh dan akhirnya menghilang. Meninggalkan sebuah rahasia yang akan ia simpan selama-lamanya.

Cerpen Karangan: Betry Silviana
Facebook: Betry Silviana

Cerpen Chaca merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Siren

Oleh:
“Ayah! Ayah! Bisa gak ceritakan lagi kepada Nila tentang Siren?” Ayah menatapku sebentar, lalu mengangguk sembari menepuk bantal duduk yang tertera di hadapannya. “Sini duduk sama Ayah!” Aku bersorak

The Evil That I Love You

Oleh:
Namaku Rin. Umurku tujuh belas tahun. Hobiku bermain game. Kegiatanku sehari-hari hanya seputar pergi ke sekolah, pulang, makan, main game, belajar, tidur.. dan seterusnya. Kehidupanku sama normalnya dengan jutaan

Arkhan Si Kesatria

Oleh:
Pada suatu masa terdapatlah sebuah kota kerajaan yang bernama Hunts yang diserang oleh sekelompok setan api. Kelompok tersebut dipimpin oleh masternya yang bernama Dray. Wujud Dray berupa setan dengan

Misteri Kompas (Part 1)

Oleh:
Kehidupan biasa tidak ada yang susah tiap hari pergi bersekolah dan pulang. Aku sebagai anak yang baru masuk SMA merasa hidupku membosankan. Sampai sore semuanya berubah. Namaku Nia gadis

Peradilan Sesat

Oleh:
Tok… tok… tok… hakim ketua membuka sidang pengadilan. “Sidang Pengadilan terdakwa atas nama Badur dimulai. Terdakwa sehat?” “Sehat, hakim yang mulia.” “Saudara badur didakwa memiliki dan mengedarkan sh*bu-sh*bu.” “Saya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *