Cincin di Taman

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 27 March 2017

“Kring… kring,…” suara jam weker Dira yang sudah berdering untuk membangunkannya. “Hoaii… aku harus segera bersiap untuk pergi joging bersama Lili” kata Dira dan segera bangun dari tempat tidurnya. dia membuka jendelanya dan menghirup udara segar sebentar, dan pergi untuk mandi. Dira pun segera memakai baju jogingnya itu dan pergi sarapan.

“Tuk.. tuk.. assalamualaikum” kata Lili dari luar. “Waalaikum salam, sebentar aku memakai sepatu dulu” kata Dira. “oke” kata Lili. Dira memakai sepatunya dan pergi menuju taman.

“Hem… udara di sini sangat segar ya?” kata lili. “iya, sangat sejuk sekali. tapi tunggu, tunggu. lihat Lili ada sebuah cincin. Aku ambil ahh” kata Dira. “Jangan! siapa tau ini milik orang. mungkin mereka sedang mencarinya sekarang” kata Lili melarangnya. “Ahh, sudahlah lagi pula cuma ada kita berdua di taman ini.” kata Dira dan langsung memakai di jari manisnya.

Dan ketika dia memakainya dia lupa melepaskannya dia pun mencoba membukanya dan mustahil padahal tadi cincin itu sangat longgar. “Owh tidak, Lili cincin ini tidak bisa lepas dari jariku tolong aku Lili!” kata Dira dengan panik. “Kan sudah aku bilang jangan dipakai, ini bukan milikmu” kata Lili yang sedikit marah.

Lili mencoba menarik cincin itu dan… “Bruugg…” mereka ada di sebuah istana yang indah dan megah. “Di mana kita?” kata Dira. “Selamat datang di kerjaanku, terimakasih kau sudah menemukan cincin itu” kata Raja yang sedang duduk di singgasananya.” Memangnya ada apa ini? kenapa kita berada di sini?” kata Dira yang meberanikan diri. “Sebenarnya Ratuku dikutuk oleh penyihir patung, karena melakukan kesalahan. Penyihir itu membuang cincin pernikahan Ratu dan suatu saat hanya ada 2 anak yang menemukan dan membawanya ke sini dan kalianlah orangnya.” Kata Raja sambil menangis.
“Ambillah cincin ini, sembukan sang Ratu.” kata Dira. dan melepaskan cincin itu dan mengasihnya ke raja. “Terima kasih.” kata sang Raja.

mereka pun segera ke kamar Raja. Di sanalah sang Ratu terbujur kaku menjadi patung.
Raja memakaikan cincin itu di jari manis sang Ratu. Ratu pun berubah menjadi manusia dan tidak kaku lagi. “owh, Terima kasih anak anak kau sudah menyembuhkanku,…” kata sang Ratu. “Sama sama Ratu aku senang membantumu” jawab Dinar dan Lili serentak.

“Sebagai imbalannya akan kukasih kalian kalung ini” Kata sang Ratu. “Terima kasih Ratu” kata mereka berdua. “Kalian akan kukembalikan ke tempat asal kalian.” kata Raja, sambil mengayunkan tongkatnya dan… “Tring…” mereka ada di Taman.

“owh, itu adalah pengalaman yang luar biasa benar kan?” kta Lili. “benar, aku tidak akan melupakannya” kata Dira. mereka pun pergi ke rumah masing². Raja dan Ratu pun bahagia selamanya.

Cerpen Karangan: Elsya Triyana Yusuf
Namaku Elsya Triyana Yusuf, aku kelas 7. Ini cerpen pertama kalinya yang ku buat.

Cerpen Cincin di Taman merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My Live Story

Oleh:
Namaku Yora, Kucing Peliharaan Majikanku, aku diadopsi oleh seorang Majikan yang berumur 10 tahun, dia sangat baik kepadaku. Ia mengenalkanku kepada Frankin yang kini menjadi suamiku, Frankin pernah bercerita

Buta Bukanlah Akhir

Oleh:
Namaku Rina. Umurku sembilan tahun kelas 4 SD. Aku sekolah di Girls International Junior High School, sekolah khusus perempuan. “Bun, Rina berangkat ya!” Kataku. “Hati hati.” Bunda menyahut sambil

Sepeda

Oleh:
Pada tahun 2011 teman-teman SD saya mengajak untuk bermain sepeda bersama. Karena pada hari itu adalah hari minggu, saya pun memutuskan untuk ikut bermain sepeda bersama dan tidak lupa

Disappear

Oleh:
KALAU boleh jujur, aku menyesal sudah memberontak nasihat nenek. Padahal, aku tahu konsekuensi yang akan didapat pasti besar dan berdampak buruk untukku. Begitulah, tingkah laku seorang gadis berumur lima

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *