CoMis (Cowok Misterius)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 August 2017

Di tengah derasnya hujan, alice menekuk kedua kakinya dan menenggelamkan kepalanya. Menangis sesenggukkan, itulah yang dilakukan alice di bangku taman.

“hai, kehujanan?” tanya seorang laki-laki berbadan lumayan tinggi, putih, berponi juga imut mirip lee seung gi.
“bukan kehujanan, tapi sengaja hujan-hujanan” ralat alice.
“gue boleh duduk di sini?” alice mendongak, menatap pria itu lalu bergeser dan kembali melakukan aktifitas menangisnya.

“lo seharusnya gak usah menangisi lelaki yang udah menyakiti lo” kata pria itu membuat alice kaget, bertanya-tanya dalam hati tau dari mana dia?
“udah. Lo gak usah bingung gitu, gue datang ke sini tuh dapat tugas dari peri buat ngehibur lo” hah? Peri? Hibur? Nih orang RSJ nyasar kali ya?
“ayo ikut gue! Kita main, gue mau menghibur lo” emang alice cewek apaan? Dapat ajakan sekali langsung ikut, biar bagaimanapun alice gak akan gampang percaya.
“lo kok dari tadi diam terus? Ayolah ikut gue, pecaya sama gue” cowok itu mengangkat kedua tangannya lalu memegang bahu alice, menatap penuh dengan harap. “oke, mungkin lo perlu bukti. Apa yang harus gue lakuin biar lo percaya sama gue?”
“ubah wajah lo mirip mantan gue” kali ini alice membuka mulut.
“hah?” cowok itu cuman bisa mangap.
“kenapa? Lo gak bisa? Berarti lo adalah manusia biasa” tantang alice, ia yang melihat tampang cowok itu memelas, sedikit tersenyum.
“oke, oke gue mau ubah. Peri ubahlah wajahku seperti mantan alice” cahaya putih betabur dengan bintang itu mengelilingi cowok itu, dia pun berubah seperti mantan alice dan memeluknya erat, disertai deraian air mata bahagia.

“woy… lepasin pelukan lo gue udah sesak” bentak cowok itu, spontan alice melepaskan pelukannya sambil nyengir kuda.
“hehe… Maaf, abis mirip mantan gue, gue kan kangen sama dia, udah 3 tahun gak ketemu, maklumlah…” si cowok hanya mencibir alasan alice. Tak lama, alice terdiam, serasa perut alice tengah lapar.
“lo kenapa? Kok pegang perut gitu? Lo lapar?” tanya si cowok itu sinis tampak sedikit khawatir. Alice hanya balas mengangguk dan pasang senyum termanisnya.
“ayo ikut gue!” tanpa menunggu jawaban dari alice, cowok itu langsung meraih tangan alice. Sedang alice hanya diam menatapnya tak bergeming, rasanya kok kaya beda gitu ya, pas cowok itu menggenggam tangan alice? Ah, sabodo… Paling juga itu cuman perasaan sesaat.

“woww… Gede amat nih rumah” puji alice saat tiba di depan pagar rumah cowok itu. “eh comis, ini beneran rumah lo? Gede amat ya? Udah kaya istana” lanjutnya, cowok itu hanya membalas dengan anggukkan kecil. Karena teringat panggilan yang alice berikan, si cowok tersadar dan menatap alice.
“tadi lo bilang apa? Comis? Apaan tuh?”
“ya, comis. Cowok misteri” jawab alice, walau sadar yang ada di hadapannya adalah rumahnya comis, alice masuk lebih dulu dan menghampiri pohon mangga berbuah apel. Kok aneh ya? “jangan! Lo gak boleh makan apel itu, gue gak ngerasa nanam pohon berbuah apel. Mungkin itu tipuan semata dari penyihir jahat. Kalo lo laper, mending masuk aja ke rumah gue. Ayo” ajaknya menarik tangan alice.

Saat memasuki rumah, alice disambut oleh banyaknya pembantunya comis. Selesai ganti baju, comis menarik tangan alice dan membawanya ke suatu ruangan, entah ruangan apa.
“Alice gue suka sama lo. Sejak lo peluk gue, rasanya nyaman. Dan gue pengen jadi pacar lo, lo mau gak jadi pacar gue?” alice tak menjawab, dan berusaha menjauh dari comis dengan alasan ingin mengambil air minum.
“lo diem aja di situ, tunggu minuman itu datang” comis mengangkat tangannya lalu mengepal kecuali jari telunjuk dan memutarnya, datanglah tuh minuman. Alice langsung meminumnya.

Cerpen Karangan: Siti Nur Saadah
Facebook: Siti Nur Saadah
sepertinya kata terimakasih lebih baik dari kata maaf, jadi cukup sekian terimakasih sudah membaca

Cerpen CoMis (Cowok Misterius) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mimpi Bisa Nyata

Oleh:
Pada suatu hari Natasha Willona atau Shasa sedang menunggu Pangeran Steven William, anak Raja Kerajaan Macan. Pangeran yang mengajak Shasa untuk bertemu di Taman Bunga jam 7 pagi. Ia

Thank You Ayah

Oleh:
“bangun.. bangun. Apa kamu gak sekolah?” teriak ayah dari luar kamarku. Aku menguap sambil mengucek mata “iya yah, aku udah bangun” sahutku. Oh iya kenalin aku Nurmala Dwi Ningtiyas.

Bullying In My School

Oleh:
Pernahkan kamu dibully di sekolah? Oh, atau, punyakah kau orang yang kau benci di sekolahmu? Aku punya. Dan aku juga sering jadi korban bullying. Malah, sejak SD kelas 5

Awal dan Akhir [ Dark Fang ]

Oleh:
Tiba-tiba saja gelas itu terjatuh dari genggaman Alex yang merenggang dan pecah menjadi serpihan-serpihan kecil di lantai kamarnya ini. Sebenarnya bukan sekali ini saja dia memecahkan gelas di kamarnya,

Sumpah Langit Bumi (Part 1)

Oleh:
“Ibu.. Ayolah.. aku sudah besar, aku dapat berburu sendiri, aku bisa menjaga diri. Bahkan akan aku jamin, aku akan pulang dengan selamat!” Ucap seorang putri cantik dari ‘Kerajaan Barwasan’.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *