Datangmu Di Malam Minggu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 2 April 2014

Malam ini malam minggu, bagi remaja remaja yang lain merupakan malam yang indah dengan berbagai acara apel, jalan bareng, ketemuan dan lain lain lah. Tapi tidak bagiku semenjak kekasihku meninggal dunia. Malam minggu hambar rasanya seperti malam malam lainnya hanya merasakan kesendirian tanpa kekasih.

Malam ini aku berjalan dengan langkah gontai lalu duduk di kursi panjang tepatnya di belakang rumah, ku pejamkan mataku dan berharap sedihku berkurang, air mata ku pun spontan menetes teringat pacarku yang meninggal sebulan yang lalu. Sejenak kemudian aku masih menangis terisak isak dan ku sandarkan tubuhku di kursi, namun tiba tiba hawa angin yang bertiup sepoi sepoi seakan berhenti hawa dingin mulai merasuk tubuhku, terdengar langkah langkah kaki mendekatiku. Aku pun berpaling. “Anaaam?” teriakku seketika itu “iya sayang ini aku” jawabnya.

Aku kini berada di antara sadar dan tidak sadar seolah olah sedang bermimpi, aku menghambur di pelukanya. “Kemana saja selama ini kau sayang, aku merindukan mu”. Kata ku terbata bata, namun ia tak menjawab tetapi tangannya yang dingin sedingin es itu mengusap air mataku yang terus meleleh aku pun direngkuhnya dalam pelukanya lagi, malam ini aku mendapatinya seperti malam terakhir kami bertemu. Anam memakai kaos abu abu dan bercelana jeans biru. Wajahnya yang berbinar sangatlah tampan dan manis kini aku merasakan nyaman di dalam pelukanya.

Tiba tiba ia mengeluarkan kotak merah dari saku celananya. “Rin ini untuk kamu, aku sangat mencintaimu walau aku sudah mati sekarang”. Katanya sambil memasukkan sebuah cincin di jari manisku. “Terimakasih anam aku juga mencintaimu sampai kapan pun” kataku gugup. Tanganya yang dingin masih menggenggam jemariku dan senyuman manisnya membuatku sangat bahagia. “Kirimkan lantunan do’a mu untukku jika kamu merindukan aku, aku pasti sangat bahagia di alamku sana”. Gumamnya sambil menunjuk ke arah langit. “Iya tentu akan kulakukan itu untukmu anam aku janji” jawabku lirih.

Malam pun kian larut tiba tiba ibu memanggilku untuk segera masuk rumah. “Rina… sudah malam nak masuk rumah gih, udah larut ini jangan di taman terus”. “Iya bu sebentar lagi aku masuk” jawab ku. Anam pun menatap wajahku dalam dalam. “Masuklah sayangku, turuti apa kata ibu” katanya lirih. “Tttt.. tapi…” Belum sempat aku menyambung kalimat ku ia berkata lagi “Aku tau itu sudahlah kamu masuk saja”. Aku pun bangkit dari kursi itu berjalan menuju rumah, tetapi ternyata Anam mengikutiku hingga aku sampai di kamarku saat aku terbaring tiba tiba ia mencium keningku. “Aku tahu kamu tak mau kehilangan aku Rina tapi takdir berkata lain kita harus terpisah oleh alam bebeda, tidurlah tenangkan malam mu yang indah ini sayang I LOVE YOU”. Belum sampai aku membalas ucapanya itu ia telah pergi menghilang aku pun mencoba memejamkan mataku, tetapi aku mendengar ada sebuah benda jatuh di dekatku ternyata adalah selembar kertas putih yang bertuliskan. “Aku sangat mencintaimu, walau aku tahu kita sudah berbeda dunia. Aku juga tahu kau sangat mencintai aku lebih dari apapun cinta kita memang abadi Rina… sampai nanti aku tunggu kau di alam keabadian”. Anam
“Aku sangat mencintaimu Anam” gumamku dalam hati.

TAMAT

Cerpen Karangan: Rina Savitri
Facebook: Rina savitri

Nama: Rina savitri
TTL: Nganjuk 19 februari 1996
Alamat: jl.Yos sudarso warujayeng,tanjunganom Nganjuk
sekolah: SMAN 1 Tanjunganom
Alamat FB: Rina savitri

Cerpen Datangmu Di Malam Minggu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Pertama Dan Terakhirku

Oleh:
Dreng, dreng, dreng, bunyi alarm yang membangunkanku dari tidur lelapku. Aku pun segera mandi kemudian bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Pagi hari yang cerah membuatku semangat ke sekolah. “Hai

Setetes Cinta Buat Anty

Oleh:
Terlahir seorang gadis cantik dia sangat bersyukur karena dia telah terlahir dengan penuh kasih sayang dari kedua orangtua, saudara, maupun teman-temanya yang selalu memberi warna di kehidupan gadis kecil

Air Menjadi Saksi

Oleh:
Sungguh mengecewakan, biasanya aku di atas pipa di lapangan untuk menikmati sinar matahari sambil tidur-tiduran. Tapi, ada seseorang yang datang dan tidur di situ lebih dulu dan akhirnya aku

Tarian Bella Si Peri

Oleh:
“Bentar lagi ujian ballet nari nih”, kata teman-teman Bella. Bella cemberut. Ya, sebentar lagi sekolah ballet peri, akan mengadakan ujian. Pada ujian itu, akan dipilih murid yang berbakat untuk

The Magic of Dreamcatcher (Part 1)

Oleh:
Alarm membangunkan Andel dari mimpi buruk yang sudah setahun ini menghinggapi kepalanya. Kepalanya terasa berdenyut hingga berasa ingin pecah saja. Ia memegangi kepalanya sambil meringis. “Mimpi buruk lagi?” tanya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *