Daun Emas Dari Pohon Ajaib

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 13 March 2018

Halo namaku risa umurku sembilan belas tahun. Langsung saja kita mulai ceritanya
“RISA AYO MAKAN!.” teriak kakakku “IYA SEBENTAR.” aku pun berlari menuju ruang keluarga. Ya rumah kami tidak terlalu besar kami hanya punya ruang keluarga, dapur, kamar mandi dan kamar tidur. Ayahku kerjanya hanya sebagai tukang becak.

Saat makan, aku berpikir untuk membantu ayahku bekerja dan menghasilkan uang “uhuugk uhuugk uhuugk” “cepat minum air ini” kata ayah sambil menodongkan segelas air minum kepadaku. Glek glek glek suara tegukan airnya sangat terdengar. Ibu berkata “apa yang kamu pikirkan Risa?” “Eeh tidak ada apa apa kok bu”
“Ya sudah cepat habiskan makanannya” “iya bu”.

Selesai makan aku berbaringan di kasur, tiba tiba suara azdan magrib terdengar “allahu akbar allahu akbar” aku langsung berdiri menuju kamar mandi untuk berwudhu, selesai berwudhu aku pun shalat. Setelah shalat aku pun berdoa “ya tuhan tolong berikanlah kami rizki amin” selesai berdoa aku pun melipat mukena dan belajar sambil menunggu sholat isya.

Saatnya sholat isya, aku pun sholat isya. Setelah sholat isya aku pun langsung tidur. Saat itu aku bermimpi aku melihat sebuah peta, tiba tiba ada sebuah suara yang sangat mengerikan “peta ini akan menunjukkan sebuah lokasi harta karun, yaitu pohon ajaib dengan daun emas yang sangat banyak”. Suara itu pun hilang. Saat aku terbangun dari mimpi, saat aku melihat ke samping, peta itu ada di sampingku.

Secepatnya aku ceritakan kepada keluargaku, ibu berkata “Itu pasti petunjuk dari tuhan” “ya sudah kalau begitu boleh kan aku dan kakak pergi mencari harta karun itu ibu” “Hmm, boleh tapi kalian harus menjaga diri ok” “baiklah, bu”.

Pagi hari kami menyiapkan bekal dan peralatan seadanya. Lalu kami pun berpamitan kepada ibu dan ayah “Aku pergi dulu ya”
“Iya hati hati di jalan”
Aku dan kakakku pun pergi. Walaupun sedikit sedih karena harus meninggalkan ibu dan ayah di sana hanya berdua saja. Tapi aku mencoba untuk tetap tegar dan kuat.

“Dik, boleh tidak kakak pinjam petanya?” “Boleh kak, ini” jawabku sambil memberikan petanya kepada kakak. “Hmm, menurut peta ini kita harus melewati tiga bukit”, “APA tiga bukit” kakak pun mengajak aku berjalan lagi “Ya sudah ayo kita pergi”.

Setelah kami melewati tiga bukit kami pun memakan bakal yang sudah kami bawa. “wah ada ikan goreng, hmm enak”. Kami pun selesai makan, dan melanjutkan perjalanan
“Dik kita harus cari sebuah gua, di peta ini tertulis carilah sebuah gua.” “Hmm, sebuah gua. Hah, apa itu?” “Mana?, iya itu sebuah gua. Ayo kita masuk” “Ayo”

Kami pun masuk ke dalam gua. “Aaaagh, laba laba lari” “Dik tunggu aku” “ah sudah tidak ada” “jangan tinggalin kayak gitu dong” “hehehehehe” (namanya juga anak cewek takut laba laba lah). Kami pun jalan lagi.

Tiba tiba aku melihat sebarkas cahaya, saat sampai di ujung gua, aku dan kakak melihat pohon dengan daun emas dan buah buahan “Wah inikah pohon ajaibnya dik” “iya, hem enak. Buahnya rasanya manis dan bijinya terbuat dari emas” “ayo kita ambila sebanyak banyaknya”. Aku dan kakak pun mengambil daun dan buahnya sebanyak banyaknya. Aku pun bertanya pada kakak “kak, bukankah sebaiknya kita bawa saja pohonya” “tidak dik pohon ini untuk yang lebih membutuhkan. Lagi pula kita kan sudah mengambil banyak. Buah juga kita sisakan untuk ibu dan ayah.” “Baiklah kak”

Setelah itu kami pulang dan menjumapi ibu dan ayah “kalian sudah pulang” ibuku memeluk erat aku. Kami pun memberikan harta karunnya kepada ayah dan ibu. Ayah pun menjual emasnya, aku dan kakakku bisa sekolah di tempat yang layak, ayah mendapat kerja sebagai pegawai yang gajinya sangat banyak sampai berjuta juta rupiah dan ibu bisa memasak makanan yang enak dan banyak, aku sangat senang kehidupanku bisa berubah.

Cerpen Karangan: Afra Fazila Abdul Kadir

Cerpen Daun Emas Dari Pohon Ajaib merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gifts For Gladys

Oleh:
Namanya Gladys Cindya Zafira. Gadis perempuan berumur 10 tahun, yang “tidak” mempunyai hobi. Bakatnya pun, belum terlihat. Satu-satunya yang dia benci, adalah MENULIS. Yap, MENULIS. Mau menulis apa saja,

Blue Ocean Cannibal

Oleh:
Mata biru cerah itu terlihat kosong, hanya memandang hampa lempengan besi di hadapannya. Ia tidak bergerak, tidak bernapas dan tidak memiliki detak jantung. Namun sistem otaknya tetap berfungsi, dan

Seeya

Oleh:
Seeya Calista Putri murid kelas 1 SMP Pelita Harapan. Seeya adalah gadis kecil yang baik hati serta manis, akan tetapi hidupnya tak seberuntung kebanyakan anak seusianya. Sudah 2 tahun

GARIS (Part 1)

Oleh:
Jumlah pengangguran di Indonesia ini masih cukup banyak. Baik mereka yang berpendidikan maupun tidak. Dan yang menimbulkan ironi dalam benakku adalah, lulusan sarjana yang menganggur dan melapuk. Tidak untuk

Pesan Dari Ayah

Oleh:
Pagi-pagi sekali aku dibangunkan oleh ayahku. Kulihat jam masih menunjukkan pukul 03.30. “ada apa yah? Pagi-pagi kok sudah membangunkanku” ucapku dengan wajah yang masih mengantuk. “ayo ikut ayah, bantu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *