Debat Para Mapel

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Bahasa Jawa, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 25 June 2017

“Pangeran diponegoro adalah salah satu pahlawan indonesia… Oleh karena itu perang diponegoro disebut pula dengan perang jawa” jelas sejarah panjang lebar
“Wah sejarah hebat dia bisa tau banyak gitu” puji matematika
“Ya iya lah aku kan sejarah indonesia pasti tau lah apapun yang ada di indonesia, cerita di jawa, kalimantan, sumatra, papua dan lainnya aku tau” jawab sejarah menyombongkan diri
“Sombong” sahut bahasa inbonesia
“Biarin aja, itu kenyataannya” jawab sejarah dengan pdnya

“Kalau begitu aku mau tanya, kita kan perlu bukti” kata fisika
“Tanya aja akan aku jawab”
“Ibuku dulu ngidamnya apa?”
“…..” sejarah kebinggungan nih, emang ibunya fisika itu siapa ya? Emang mapel punya orangtua?
“Ayo jawab!” kata fisika sambil tersanyum sinis
“Mana aku tau aku kan bukan ibumu”
“Katanya tau apapun, cerita di seluruh jawa, kalimantan, papua kamu tau, masak cerita temannya sendiri malah tidak tau sih?” ledek fisika
“Iya iya aku jawab” sejarah tak mau kalah ia pun menjawab dengan membalas ejekan fisika tadi “Mungkin ibu kamu ngidamnya makanan yang banyak bahan kimianya jadi anaknya terlalu banyak rumusan dalam hidup hahahaha…!!!”
“Apa kamu bilang, itu sih kimia bukan aku” bela fisika
“Apa kata kamu tadi fisika?” tanya kimia melotot karena marah
“Sudahlah kalian kan saudara, mungkin ngidamnya sama”
“Kau!” kata kimia dan fisika bersama sama dengan melotot ke arah sejarah (hmm sekarang aku tau siapa ibunya fisika, fisika punya 2 saudara yaitu kimia dan biologi, sedangkan ibunya adalah ipa, bener gak sih? Kalau di logika ipa di bagi menjadi 3 yaitu fisika, biologi dan kimia, jadi ya anggap saja benarlah. Kalau ibunya adalah ipa bapaknya siapa dong?…)

“Sudahlah sudah jangan ribut bindo(bahasa indonesia) bantuin aku biar mereka gak ribut dong!” kata matematika
“Mate janggan ganggu dong aku lagi liat drama seru nih!”
“Drama, drama apa?”
“Pertengkaran mereka itu seru lo, aku mau tau bagaimana akhirnya nanti”

“Permisi” tiba-tiba ada yang datang membuat semuanya hening dan memperhatikannya. Krik dong?
Ia pun segera memulai pembicaraan, biar gak krik kelamaan “Hay, jenengku basa jawa biasa diceluk jawa. Aku lagi pindah dekwinggi, sa’iki aku oleh gak aku gabung karo kowe-kowe pada” ia memperkenalkan diri dengan bahasanya sendiri membuat semuanya binggung
“Dia bilang apa ya, aku sama sekali tidak paham?” kata bahasa indonesia sambil berbisik bisik pada teman temannya
“Mana aku tau”, “Aku juga tidak tau!”, “Aku tidak mengerti sedikitpun” semua kebinggungan, sejarah pun angkat bicara “Aku tau sedikit sih!”
“Apa”, “Iya ayo beritau aku” semua penasaran dan memperhatikan sejarah, sanking penasarannya mereka melotot pada sejarah hingga membuat sejarah merinding sendiri “Iiihh jangan liatin aku gitu dong, menakutkan tau”, “Iya iya maaf, ayo segera katakan”,
“Yang aku tau sih dia memperkenalkan namanya dan namanya basa jawa, hanya itu sih yang aku tau” semua pingsan. Alay kalau gitu aja pingsan terjatuh sajalah
“Dia bilang panjang kali lebar kali tinggi gitu yang kamu tau cuma itu saja, haduhhhhh” kata matematika alay

Di sisi lain basa jawa hanya memperhatikan dan dalam hatinya ia berkata ‘kuwi pada nyapo sih anehmen, gak jelas, sampek kapan aku kon ngadek meneng wae gak dijak ngomong’
Karena lelah menunggu basa jawa pun angkat bicara “Uwista ojo pada edan dewe ngono!”
“Apa yang dia katakan?” tanya bahasa indonesia kepada sejarah
“Kalau gak salah dia bilang kita gila”
“Apa dia bilang kita gila” kata semua serempak. Basa jawa tau sepertinya mereka marah padanya ia pun segera lari meninggalkan mereka ‘atiku kok ora penak ya, mending aku ngalih teka kene’, “Ka ka ka kabuuuuur!!!!”
“Takkan aku biarkan kau lolos begitu saja, teman-teman ayo kita beri dia pelajaran?” kata matematika mengajak semua temannya, karena tidak terima dengan perkataan basa jawa
“Ayo” jawab semua serempak
“Kejar dia!” kata matematika memerintah, semuanya
“Tontonan seru nih! Teman teman tunggu aku” minta bahasa indonesia yang segera menyusul teman-temannya.

Sekian dulu ya cerita dariku. Buat yang sudah baca terimakasih banyak, maaf kalau penulisannya salah atau pilihan katanya ada yang menyinggung perasaan. Sekali lagi saya ucapkan maaf dan terimakasih.

Cerpen Karangan: Siti Julaeka
Facebook: Siti Julaeka Eka

Cerpen Debat Para Mapel merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Masker

Oleh:
Aku kira lantai teras rumahku ada yang merubah warnanya, tapi ketika kuinjakkan kakiku di atasnya ada sesuatu yang halus yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Aku segera mencari sapu

Hilangnya Buku Biru Materi IPA

Oleh:
Bel pulang sekolah berbunyi. Ketua kelas X-IPA 2 menyiapkan untuk segera berdoa. Setelah berdoa dengan tertib. Semua siswa berbaris untuk segera ke luar kelas. Kondisi sekolah itu menjelang pulang

Ternyata Bang Solikin!

Oleh:
Air yang ada di ember perlahan mulai berkurang. Alirannya yang semula memancar deras dari lubang samping bawah ember itupun sudah berangsur menghilang. Tepat sebelum air dalam ember itu berhenti

Buku-Buku yang Hilang

Oleh:
Malam semakin larut. Setiap malam, di saat orang-orang terlelap tidur, langit malam kota Gaston yang tadinya cemerlang dipenuhi oleh bintang-bintang, kini berubah gelap dipenuhi oleh sesuatu yang beterbangan. Apakah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *