Di Dunia Mana Aku Sekarang?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 18 January 2017

Tiba-tiba, aku sudah berada di sebuah lapangan yang sangat luas tetapi gersang. Di sana ada beberapa gerombol kupu-kupu yang menyembunyikan kesan kering lapangan itu. Kakiku melangkah mendekati salah satu dari gerombolan itu. Kemudian mereka terbang begitu saja. Sepertinya terusik. Tak kusangka ternyata kupu-kupu nan cantik itu membawa sebuah pigura besar.

Ketika aku mendekat, seakan-akan ingin aku masuk ke sana, terjulurlah sebuah tangga. Aku yang semakin penasaran pun akhirnya menaiki tangga tersebut dan… yup. Mataku mebelalak. Tak lebih dari 10 langkah aku menaiki tangga, tetapi suasana di sini sangat berbeda. Di sini mataku menemukan panorama indah yang didominasi warna hijau. Eits.. tunggu dulu. Pohon-pohon yang kulihat di sini begitu aneh. Tidak dihiasi bunga. Apalagi buah. Yang kulihat, perabotan dapur menggantung di rimbunnya pohon itu.

Tak kusangka, pohon itu berjalan mendekatiku. Badanku gemetar. “Pugu heve dreni luke”. Apa? Dia berbicara padaku. Dengan bahasa yang sama sekali tak kumengerti. Tangisku hampir pecah ketika ratusan bahkan ribuan pohon yang sama juga mendekatiku. Dan ternyata… bukan hanya perabotan saja yang menggantung sebagai buah di daunnya. Melainkan kucing berwarna warni, kelinci berkaki dua, ayam bertelinga panjang, dan hewan aneh lainnya. Di dunia mana aku sekarang? Apakah ada di dunia pohon ajaib? Batinku. Aku lantas mengambil langkah seribu dan kemudian terdampar di padang gersang itu lagi.

Aku benar-benar ketakutan sekaligus penasaran. Aku lantas mendekati gerombolan kupu-kupu kedua dan mendapati tangga lagi disana. Tanpa pikir panjang, aku menaiki tangga itu. Sampailah aku pada sebuah tempat dimana langitnya berwarna pink. Ada sebuah rumah sederhana disana. Di depannya penuh dengan bunga-bunga yang juga berwarna pink. Bahkan tangkai dan daunnya pun berwarna pink.

Aku masuk ke dalam rumah mungil itu. Pintunya terasa lengket. Seperti permen. Ketika berada di dalamnya, aku benar-benar terkejut. Rumah ini benar-benar terbuat dari lollipop. Kursinya, mejanya, jendelanya, lampunya lemarinya, semuuuanyaa. Aku mendekat ke arah jendela. Dari sana aku bisa melihat langit yang agak gelap. Warnanya tetap pink. Tapi sedikit tua. Sepertinya mau hujan.

Benar. Tak lama kemudian, hujan turun. Bukan. Bukan air yang turun dari atas sana. Tapi, jutaan lollipop berbagai warna. Aku menyukainya. Kuambil makanan manis itu sebanyak-banyaknya dan memasukkannya ke dalam kantongku. Di dunia mana aku sekarang? Apakah di dunia lollipop? Entahlah. Tiba-tiba aku terlempar keluar. Sebenarnya aku masih ingin berada di sana. Aku suka lollipop. Tapi apa boleh buat.

Aku mengulangi hal itu untuk ketiga kalinya. Mendekati kupu-kupu, menaiki tangga, dan berada di dunia lain. Kini aku bukan lagi anak perempuan usia 10 tahunan. Aku berubah menjadi wanita dewasa yang mengenakan pakaian yang terlihat sangat formal. Aku mengikuti saja apa yang dilakukan tubuhku. Aku menjadi seorang direktur utama perusahaan, bertemu pegawai kantor, sampai makan siang dengan kle… hmm… klein… eh, klien. Nah, itu yang aku maksud.

Di dunia mana aku sekarang? benarkah ini dunia masa depan? Aku tak tau. Hari sudah mulai gelap. Aku membuka pintu hendak pulang dari ‘kantorku’. Tiba-tiba aku tersandung pintu dan terjatuh. Aku membuka mata. Aku masih mengenakan baju tiidur. Hufh, ternyata aku bukan berada di dunia pohon ajaib, dan dunia lollipop. Apalagi dunia masa depan. Aku hanya berada di dunia MIMPI.

THE END

Cerpen Karangan: Tiara Eviani Putri
Facebook: Poetry Ratoe

Cerpen Di Dunia Mana Aku Sekarang? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Si Kancil Dan Seekor Monyet

Oleh:
Suatu hari, si kancil berjalan di kebun jambu air… “Hmmm, jambu air itu begitu ranum sehingga aku ingin memetiknya namun pohon jambu itu terlihat sangat tinggi” Si kancil mengeluh.

Mata Angin

Oleh:
Utara, bawa Timur temui Barat. Selatan bantu Utara untuk bawa Barat pada Timur. Tenggara, jangan ambil Barat dari Timur. Tuhan, sudikah kau pantaskan Timur dengan Barat? Aku menunggumu, walau

Impian

Oleh:
“Riski bangun salat subuh!” perintah Nenek Riski. “iya nek” jawab Riski. Riski adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama Neneknya, Riski menjadi yatim piatu sejak dia berumur 3

The Bladekeeper

Oleh:
Di hari yang cerah di suatu desa terdapat orang yang bernama Yunero, dia adalah anggota terakhir dari klannya, dulu semua klannya dibunuh dan desanya dibakar, kecuali ia dan ibunya

Vanished

Oleh:
tick tock tick tock Suara yang ditimbulkan oleh sebuah jam yang menempel di dinding kantorku seakan menghipnotis siapa saja yang mendengarkannya. Sudah berapa lama aku duduk disini, memperhatikan layar

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *