Di Pulau Pasifik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 20 February 2018

Nama saya jaya Hairuddin kerja sebagai mekanik di kapal tanker milik Amerika, masa kecil saya sama seperti anak pinggiran Jakarta yang lain bermain di kebon milik pak haji sambil memetik buah, berenang di kali penuh dengan yang limbah pabrik tahu, saya tidak menyesalkan masa kecil saya karena pada saat ini saya terdampar di pulau kecil di samudera Pasifik, mencoba bertahan hidup sendirian.

11 Januari 2017 kapal tanker tempat kerja saya diterjang badai besar, “jay naik ke perahu penyelamat” kata darno teman saya yang sama-sama dari Indonesia, saya pun naik ke perahu itu sementara darno menurunkan kapal penyelamat, “no lu gimana?” Teriak saya, “gampang entar gua cari perahu yang lain” balasnya. Perahu pun jatuh menghantam permukaan laut, saya pun pingsan karena kepala membetur badan perahu.

Bangun di Tengah samudera Pasifik tak terlihat daratan atau kapal penyelamat sejauh mata memandang kubuka kotak bewarna oren terang terdapat beberapa suplai makanan dan alat-alat seperti pancingan, pisau, senter, dan suar pada saat itu siang hari, aku tunggu sampai sore untuk menyalahkan roket suar agar terlihat oleh kapal terdekat, tapi tak terlihat kapal sejauh mata memandang, kudayung sekoci sampai malam tiba aku pun tanpa sadar tertidur.

Keesokan paginya kapal terdampar di karang, terlihat sebuah pulau kecil di depanku kukayuh sekoci menjauhi karang dan mendaratkannya ke pulau, kuikatkan tali sekoci di pohon kelapa tepi pantai, lalu aku mulai mengelilingi pulau untuk mencari tanda-tanda kehidupan tapi ternyata pulau tersebut tidak berpenghuni hanya ada burung laut dan ikan karang, berpikir bagaimana caranya bertahan hidup di pulau tak berpenghuni aku pun membuka kotak peralatan di dalam sekoci kutemulan kampak, lalu kubuat gubuk dari ranting sekitar pulau.

Beberapa minggu kemudian saya duduk di tepi pantai kelaparan, kehausan, dalam lamunan saya berfikir ternyata hidup sendirian tidak menyenangkan haya bertahan hidup tanpa keinginan untuk menemukan cinta, kutingalkan teman masa kecilku demi impian untuk menjadi sukses, dalam keadaan setengah sadar dan posisi tidur rasa sesal bercampur sedih hinggap di kepalaku lalu kututup kedua mataku.

Cerpen Karangan: Amir Mashum
Blog: Manusiatengahzaman.blogspot.co.id

Cerpen Di Pulau Pasifik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Oh My Vampire, Because You Are My Sun (Part 2)

Oleh:
Seketika itu Ken berdiri. “Tunggu, apa aku salah lihat…!! ini aneh sekali…” kata Ken dengan ekspresi penasaran. Nana secara perlahan-lahan berdiri. “kaa.. kau.. mungkin salah lihat… ak..aku yakin itu..!”

Pena Pena Kecil

Oleh:
Ini adalah kisah tentang seorang wanita. Jauh dari kesan sempurna. Terjebak dari dunia keheningan, yang menyertai pelik kehidupan. Sang wanita tak pernah merasakan indahnya nyanyian burung, desikan ranting atau

Park

Oleh:
Namaku Vany. Aku tinggal di sebuah perumahan di kota. Di perumahanku itu terdapat sebuah arena taman bermain milik seorang pengusaha bernama Alicca. Namun orang-orang tidak berani datang kesana apalagi

5 Bulan Menghilang Aku Sendiri

Oleh:
Ku pandangi sebuah rumah yang tak berpenghuni itu dengan tatapan hampa, seharian aku menunggu. Di depan rumah itu, berharap ada seseorang yang membukakan pintu, terkadang aku tertidur di depan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *