Diary Kecilku dan Sahabat Dua Alam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 8 March 2014

Aku Keisya, siswi kelas VII-4 SMP Negeri *3 Kota Bekasi (sensor). Aku mempunyai hobi membaca. Sebagai wanita, aku juga wajar menyukai seorang pria, orang tersebut bernama Arya. Arya adalah siswa kelas VII-6 di sekolah yang sama denganku.

“Huftt…! Hari ini sekolah pulangnya jam setengah enam sore, rasanya capek banget!” Ucapku pelan sambil mendorong sepeda keluar dari gerbang sekolah. “Eh itu kan Arya! AWAASSS!!!”

Brukk!

Aku mendorong Arya ke pinggir trotoar sampai tanpa memedulikan sepeda ku. Aku langsung menghampiri Arya.

“Eh maaf ya, lo gak kenapa-napa kan?” Tanyaku sambil memegang bahunya.
“Enggak kok, Btw thanks ya udah nyelamatin gue dari pengendara motor tadi, kalau gak ada lo pasti gue udah mati!”
“Umm, iya sama-sama!”

Aku pun pergi meninggalkannya dengan menggoes sepeda ku sambil melamun. Sesampainya di rumah aku menulis diary ku.

“Senin 21 Oktober 2012
Dear Diary,
Senang sekali rasanya bisa mengobrol bahkan bertatap muka dengan nya”

“Hari ini hari sabtu, aku pergi eskul ke sekolah pukul 06.30 dan pulang sampai rumah pukul 11.30, udah gitu jam 16.00 ada les, tapi gak papa deh,” ucapku pelan sehabis mandi. Oh ya aku hampir saja lupa, sebenarnya aku juga suka sama Agiesta, dia teman lesku, tanggal lahirnya hanya berbeda 10 Hari denganku. Dia juga kelas 7 tetapi dia bersekolah di SMP *** (sensor).

Sesampainya di tempat les
‘Yahh sayang banget Agiesta gak masuk jadi gak semangat deh’ batinku

Hari ini hari rabu malam kamis, seperti biasa aku eskul. Aku memang sedikit tomboy, buktinya aku ikut eskul Karate xixixixi…

“Kang capek kang, istirahat dulu dong! Haus…” ujar salah satu temanku. “iya iya…” seru pelatih kami.

Kami pun istirahat dan aku segera ngacir ke luar sekolah untuk membeli minuman, karena mana ada kantin sekolah yang buka malam malam? Hehe..

Aku keluar bersama temanku, sebut aja Putri dia kelas VII-8. Sambil berbincang bincang dengannya, aku melihat orang yang tak asing bagiku, ya dia adalah Agiesta. Dia jalan kaki sambil mendengarkan earphone dan tanpa dia sadari di belakangnya ada motor yang oleng. Kemudian aku menariknya dan

Bruggh!

Kami berdua jatuh ke dekat gerbang sekolah.

“Kalau jalan hati hati dong, pake tuh mata!” omelku pada Agiesta
“Iya iya maaf, tapi makasih udah nyelamatin gue kalau gak ada lo pasti gue udah mati!” Aku diam tak menjawab sepatah kata pun tanpa membawa minum aku kembali ke lapangan tempat kami latihan.

Sepulang latihan aku menulis diary ku

“Rabu 30 oktober 2012
Dear Diary,
Apa mungkin ini mimpi atau benar terjadi? Sudah 2 kali aku menyelamatkan 2 orang yang aku suka dari 2 pengendara motor yang berbeda dengan cara berbeda di lokasi yang berbeda tapi hampir sama persis”

Sekarang hari kamis aku sekolah seperti biasanya.
Sesampainya di sekolah.
“Hay sya..?” Ada suara orang menyapaku dari arah belakang, saat ku tengok, Arya! Aneh? “Hai” jawabku singkat.
Aku langsung berlari ke kelas ‘dia itu mabok?’ batinku.

Sesampainya di kelas
“Kei, lo masih suka sama Arya dan Agiesta?” Tanya sahabatku Syarri “gue sih suka ya suka aja syar, tapi gue gak pernah berharap dia nembak gue,”
“Terus kalau mereka nembak lo gimana?”
“Ya mereka harus nunggu gue siap!”
“Kapan lo siapnya?”
“Setelah lulus SMP/saat gue SMA”
“Kalau mereka gak sanggup?”
“Kan masih banyak cowok yang lain”
“Ooh oke deh gue dukung lo terus.. semangaaat..!!”
“Ya.. anter gue ka kantin yuk!!”
“Yuk!”

Sesampainya di kantin
“Lho kok?”
“Lo kenapa Kei?”
“Itu.. dia!” Menunjuk ke arah Agiesta
“Oh dia itu anak baru, katanya sih pindahan dari SMP *** dia sekelas sama kita loh…!! (sensor).”
“Gue kenal dia, dia temen les gue! Dia Agiesta!”
“Ohh.. jadi dia, cieee…”
“Apaan sih lo! Balik yuk!” kataku sambil berjalan menuju kelas tanpa menghiraukan Syarri

Kriiingg!! Bel masuk pun berbunyi menandakan akan memasuki jam pelajaran pertama.
Bu guru pun masuk ke kelas, melihat ada anak baru, ia pun menyuruh Agiesta untuk memperkenalkan diri.
“Nama saya bla bla bla bla bla bla bla bla…” kira kira begitulah yang dia bicarakan.
Lalu Agiesta dipersilahkan duduk, dan ia memilih bangku paling belakang.

Kriiinggg!! Waktunya istirahat, pelajaran di kelasku tadi sudah cukup membuatku haus bandel #korbaniklan dan sedikit lapar.
Aku ke kantin sendirian, di jalan aku bertemu Arya.
“Sya, lo mau gak jadi pacar gue?”
“Maaf gue belum siap!” Jawabku pasti, tapi sedikit ragu.
Aku langsung kembali lagi ke kelas tanpa membawa jajanan apapun.
“Lo gak jajan?” tanya Syarri
“Gak”
“Sya, lo mau gak jadi pacar gue?” ucap Agiesta yang kini sudah ada di depan ku.
“Maaf gue belum siap!” jawabku pasti, tapi sedikit ragu.
“Kei, lo tetep bersikukuh dengan keputusan lo ya!” Kata Syarri
Aku diam tak menjawab, lalu “Apapun keputusan lo yang terpenting adalah lo harus bisa dan berani bertanggung jawab menanggung resikonya” kataku sedikit keras.

Sepulang sekolah aku bertemu Arya, aku mencoba tersenyum padanya, tetapi dia tak menggubrisku ‘hah bodoh’ batinku

Sesampainya di rumah aku langsung membuka diary ku.

“Jum’at 1 November 2012
Dear Diary
Sudah 2 kali aku ditembak 2 orang yang aku suka dan aku menolak keduanya”

Hari ini hari kelulusan, kami merayakannya di ‘Puncak’
Aku lulus dan… Aku melihat seseorang yang mirip sekali dengan Agiesta. Aku pun mencoba menegurnya “hy nama lo siapa?” dia diam tak menjawab. Aneh..
“Lo ngapain kei?” Syarri mengagetkanku “hmm.. nggak”
“Lo kenal dia Syar?” Tanyaku pada Syarri
“Dia siapa?”
“Itu.. dia..!” Sambil menunjuk orang tadi
“Jangat nakut-nakutin deh Kei” jawab Syarri sambil lari
“Syarri kenapa?”

Aku duduk sendiri di bus, selama di bus menuju pulang, aku hanya mendengarkan earphone

“Nama gue Putra”

Lalu aku menengok ke sebelah.. “Putra? Nama yang bagus!” aku tersenyum

Pria tadi kini berada di sebelahku, dia menyelinap masuk. Orang-orang sudah tertidur semua kecuali kami dan pak sopir.

‘Lama lama ngantuk juga’ batinku

“Kalau ngantuk tidur aja, gue akan selalu di samping lo dan menjaga lo” ucap Putra

“Oke” balasku

‘Eh tunggu, perasaan tadi gue ngomong dalam hati’ batinku

“Iya gue tau, gue bisa mendengar kata hati lo. Tapi cuma lo dan orang yang punya sixth sense doang yang bisa ngelihat gue”

“Berarti lo setan dong!”

“Ya setan yang akan ngejaga lo”

Setelah sekian lama aku mengenal Putra walaupun ia tidak nyata, aku bersahabat baik dengannya..

Terimakasih Putra telah menghiasi hari-hari ku..

Cerpen Karangan: Jauharotun Nisa
Facebook: http://www.facebook.com/jauharotun.nisa.1

Nama: Jauharotun Nisa
Kelas: VII – 4
Sekolah: SMP Negeri 23 Bekasi
Lahir: 16 Januari 2001
Aku mempunyai hobi membaca, tetapi kali ini aku akan menuliskan imajinasiku untuk dibaca orang lain.
Salam kenal.

Cerpen Diary Kecilku dan Sahabat Dua Alam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Paradoks

Oleh:
Semua berawal pada saat ulang tahunku yang ke-7, tepatnya pada tanggal 3 Maret 2002. Hari itu adalah ulang tahun yang sangat spesial, karena itu juga ulang tahun terakhirku yang

Sepasang

Oleh:
Ia mengkhianatiku.. sesuka hatinya mencampakan aku yang semakin menua. Entahlah.. mungkin ia bosan denganku, atau aku yang terlalu bodoh untuk memilih setia, Padahal aku tahu bahwa laki-laki memang makhluk

Save Picky Land

Oleh:
“Michael, ayo cepat!” Seru Michelle. “Iya-iya, sabar!” Michael mengiyakan seruan Michelle. “Lama! Cepat dong!” Seru Michelle. “SA-BAR!” Seru Michael. Michelle tertegun. “Ayo.. Lama!” Maki Michelle. “Ihh.. Sabar!!” Emosi Michael

Line World

Oleh:
Di tempat yang jauh dari bumi, yang tak pernah bisa dijangkau hanya dengan ilmu pengetahuan atau mesin tercanggih sekalipun, terdapat sebuah dunia yang sangat berbeda. Mereka dipisahkan oleh dimensi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Diary Kecilku dan Sahabat Dua Alam”

  1. zahra amaliyya safwan says:

    Cerita nya cukup menarik
    Good luck ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *