Disappear

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 9 June 2019

KALAU boleh jujur, aku menyesal sudah memberontak nasihat nenek. Padahal, aku tahu konsekuensi yang akan didapat pasti besar dan berdampak buruk untukku. Begitulah, tingkah laku seorang gadis berumur lima belas tahun kebanyakan; memberontak.

Pertama-tama, dampak yang paling kentara untukku adalah: menghilang di dunia antah berantah. Yang kedua, aku tidak tahu di mana pintu untuk kembali ke dunia manusia. Ketiga: aku tersesat.

“sial!” aku menendang bongkahan batu yang dengan ajaibnya bisa terlempar begitu jauh. Tapi, untuk saat ini mari jangan membahas hal itu dulu, karena aku kedatangan masalah baru, yaitu: matahari kembali ke singgasananya di ufuk barat dan aku masih linglung mencari arah pulang. Hawa dingin terasa menusuk ke dalam tulangku, gigiku bergemeletuk menahan dingin.
Jadi, dampak buruk yang keempat adalah: aku bisa mati karena terkena hipotermia.

“diam!” Tiba-tiba ada yang menarik tangganku sehingga aku terjungkal ke belakang. Baru saja aku ingin melayangkan protes, orang itu sudah membekap mulutku.
Dia mendesis lirih, “diam atau kita mati!”
“tap—”
“diam saja!” bentaknya tertahan.
Dia lalu terkekeh pelan, “kau ingin tetap hidup, ‘kan?”
“kau tidak melihat pangeran?!” Teriak seseorang dengan lantang. Setelah suara itu, suara tertusuk langsung masuk ke telingaku.
Jangan bilang…
Orang itu mengagguk pelan. Isyarat mutlak yang harus kutaati jika aku masih ingin tetap hidup.
Oh, sekarang aku paham maksudnya.

Tak lama, suara geraman penuh kekesalan menggema di tengah keheningan malam yang berubah mencekam. Lalu, suara kaki yang berlari menjauh menjadi hal terakhir yang membuat menahan napas.

“akhirnya..” helaku sembari mengelus dada.

“hei, namamu siapa?” baiklah, aku baru ingat kalau masih ada orang lain.
Aku terdiam.

“apakah sopan mengabaikan pertanyaan orang lain?”
“Lyra.”
“Lyra? namamu buruk.” Komentarnya sembari terkekeh kecil.
Wajahku merah padam, “apa yang kau bilang?!”
“aku Leo, salam kenal!”
Alku terperangah.

“ah ya, kau ikut denganku ya?”
“unt—”
“kau akan dapat imbalannya, tenang saja!” serunya.
Aku mengerenyitkan dahi, “memangnya aku harus melakukan apa?”
“menjadi tunanganku.”

Cerpen Karangan: LunaticKIm
Berkecimpungan di dunia wattpad juga, dengan nama pena yang sama. Suka BTS, Army hardcore. Newbie~

Cerpen Disappear merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Burung Pipit dan Seekor Singa (Part 1)

Oleh:
Sangat sulit menjelaskan mengapa aku sangat mencintainya. Kesempurnaan yang begitu nyata dari segi fisiknya. Namun, pengorbanan yang tak begitu tulus membuatku selalu mengalah. Tapi aku yakin suatu saat nanti

Cahaya Kehidupan

Oleh:
Aku sering duduk menyendiri di pojokan sekolah mencari tempat sepi. Aku lebih senang sendiri dan menjauh dari siapapun itu. Ya, setelah kejadian waktu itu aku lebih sering menyendiri dan

Bukan Tukang Urut Biasa (BTUB)

Oleh:
Kemampuan turun-temurun yang diwariskan nenek moyang gue, bisa dibilang sangat bermanfaat untuk orang banyak. Pasalnya, sudah hampir ratusan orang merasakan goyangan tangan gue di seluruh tubuh mereka. Goyangan yang

Kisah Titik dan Garis

Oleh:
Di dunia tulisan, hiduplah sebuah Titik dan Garis Hitam. Mereka berdua sudah lama bersahabat. Pada suatu hari, Garis Hitam berkata pada Titik, “Titik, sudah lama aku ingin mengatakan ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *