Doshium

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 31 March 2019

“Hari ini panas sekali~” Kataku sambil mengibaskan tangan kananku supaya merasakan sedikit udara dingin. Memang selalu ada saat dimana cuaca menjadi sangat panas. Kalau sudah panas begini, biasanya aku akan tetap berada di rumah, di ruangan dingin sambil menonton TV. Tapi hari ini, aku sedang berada di luar rumah karena ingin membeli makanan.

“Sepertinya takdir sudah menentukan nasibku yang sial ini karena harus berjalan selama 15 menit di hari yang luar biasa panas ini hanya untuk membeli makanan.” Gumamku. Setelah berjalan sekitar 5 menit, aku melihat sebuah pohon besar dan rimbun berada di lapangan rumput hijau. Bayangan hitam yang tercipta di bawahnya menunjukkan bagian yang bebas dari sinar matahari yang terik ini. Tanpa pikir panjang, aku segera berjalan ke arah pohon itu dengan maksud ingin berteduh sambil melihat langit yang dipenuhi awan itu.

“Ah, beruntung sekali bisa berteduh di bawah pohon ini sambil melihat langit. Mungkin hari yang tidak teralu buruk yang seperti aku duga.” Aku berbaring di bawah pohon itu. Sekejap saja, aku sudah merasa benar-benar nyaman berada disitu. Angin yang terasa sepoi-sepoi, langit biru dengan awan yang memiliki berbagai bentuk, rumput yang bergoyang karena tertiup angin, dan lainnya.

Suasana nyaman ini langsung membuat aku perlahan-lahan menutup kedua mataku. “Mungkin tidur sebentar akan menyegarkanku kembali.” Kedua mataku sudah sepenuhnya terpejam.

Entah sudah berapa lama, tapi akhirnya aku terbangun. Kedua mataku terbuka secara perlahan dan langsung kuusap dengan tangan kananku.

“Hei! Cepat bangun! Apa kau mau terus-terusan berada di sini?!” suara seruan dari seseorang yang bertubuh besar langsung membuat kesadaranku kembali sepenuhnya. Aku tidak berada di bawah pohon besar dan rimbun itu lagi. Yang ada di sekitarku adalah meja-meja dan kursi kursi kayu kosong.

“D—di mana aku?” tanyaku yang tampak bingung. Bagaimana bisa aku yang tadinya sedang berbaring di bawah pohon bisa berpindah ke tempat seperti ini. Ekspresi orang yang tadi membangunkanku tampak kesal. “Cepat keluar dari sini!” Dia menyeretku dan melempar aku keluar dengan tangan kanannya yang kekar itu.

“Ukh! Sial, sakit juga…” Aku mengusap bagian belakang kepalaku yang terbentur dengan tanah itu. Aku langsung menyadari orang-orang sedang memperhatikanku, sesaat kemudian, mereka langsung sibuk kembali dengan kegiatannya masing-masing.

Aku melihat keadaan sekitarku, berusaha mengetahui apa yang terjadi. Satu hal yang pertama aku sadari adalah aku sedang berada di pasar. Banyak orang yang sedang berada di sini, termasuk anak-anak yang sedang bermain dengan ceria. Aku masih tidak bisa menyingkirkan ekspresi tidak percaya yang terpampang jelas di wajahku.

“Kau tampaknya kebingungan, darimana asalmu?”

Aku menoleh ke belakang untuk mengetahui darimana asal suara itu. Seorang pria yang menggunakan jubah putih. Di pinggangnya, digantung sebuah pedang dengan ukiran unik di pegangannya. Wajahnya tampak ramah dan murah senyum.

“Uh.. aku berasal dari-” Tiba-tiba saja kepalaku terasa sakit seperti akan pecah. Pandanganku menjadi kabur disertai tubuhku mulai lemas dan terjatuh ke tanah. “H-hoi! Kenapa kau?!” samar-samar aku bisa mendegar suaranya, dan sesaat kemudian, aku sudah benar-benar pingsan.

Aku kembali membuka mataku dan melihat langit-langit kamar yang putih. Aku mencoba untuk duduk sambil menahan rasa sakit yang parah di kepala ini. Aku melihat sekelilingku. Di sebelah kiri ranjang, aku bisa melihat pria berjubah putih tadi sedang duduk.

“Oh, sudah sadar kembali rupanya.” Katanya setelah melihatku yang sudah kembali sadar. “Kau tiba-tiba pingsan tadi, jadi aku membawamu kemari.”
“Di mana aku?” tanyaku.
“Tempat pengobatan di Aflines, ibukota Doshium.”
“Ah, jadi aku berada di tempat bernama Aflines.” Pikirku.
“Siapa namamu?” tanyanya setelah melihat aku yang terdiam.
“Izaki” jawabku.
“Namaku Crystall. Tampaknya kau butuh seseorang untuk mengenalkan tempat ini kepadamu.” Katanya. “Jika iya, aku tidak keberatan untuk melakukannya.”
“Ah, ya, aku memang membutuhkan orang yang akan mengenalkanku ke dunia ini. Mohon bantuannya.” Jawabku dengan ramah.
“Dengan senang hati.”

Mulai saat itulah, aku akan belajar menyesuaikan diri di dunia baru ini. Dan suatu saat nanti, aku pasti akan kembali ke sana. Ke tempat rumahku berada.

Tapi.. aku tidak tau darimana aku berasal.

Cerpen Karangan: ExbzvS
Blog / Facebook: Rikky Setiawan

Cerpen Doshium merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Rain

Oleh:
Cerita ini dimulai saat hujan deras mengguyur kota seoul, korea selatan. Seorang gadis bernama cho yong ra tengah duduk di kursi taman sekolah sambil membaca buku novel yang ia

Negeri Islamcholic

Oleh:
Adriana fatin fatimah siswi kelas 5 sekolah bunga bangas, Ia bingung dengan tugas yang diberikan oleh ibu alsa, wali kelasnya. “Kalian harus berimajinasi untuk mengunjungi negeri. Tapi bukan sembarang

Sebuah Novel dan Kisah

Oleh:
Hari kepenatan sudah datang lagi. Aku ingin sekali menghilangkan hari menyebalkan ini. Hari senin dengan kesibukanku. Aku memilih untuk meminjam buku untuk kubaca dari perpustakaan kota. Langkah kakiku kupercepat

Membunuh Bayangan

Oleh:
Tutur kata yang lembut terkadang menutupi kemunafikan seseorang, tidak berbuat jahat terang-terangan melainkan menyergapmu secara diam-diam. Dia mulai merasuk ke dalam tiap urat nadimu dan membiarkanmu menikmati hangat rasukannya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *