Dunia Buku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 10 February 2018

Airin memandang sekelilingnya dengan takjub. Buku, buku di mana-mana. Rumah, meja, kursi, bantal dan bahkan televisi pun terbuat dari buku. Penduduknya? Tetap manusia.

Anehnya, meski disenggol atau kejatuhan barang, rumah buku di sana tidak akan runtuh. Tanah dan hujannya pun dari buku. Benar-benar dunia buku yang menyenangkan… dan ajaib!

Semenjak Airin membuka perpustakaan mini di rumahnya, banyak yang datang ke sana. Rupanya, Ratu Buku senang sebab Airin dapat meningkatkan minat baca orang-orang. Sang Ratu pun mengutus Peri Buku menjemput Airin untuk pergi ke Dunia Buku.

“Ini istana Ratu” ucap Peri Buku pada Airin.
Airin menelan ludah, melihat istana indah yang terbuat dari… Ya, buku!
“Wuaah, selamat datang, Airin” sambut Ratu riang. Ia mengajak Airin mengelilingi istananya. Ada ruang rapat, ruang bermain, taman bunga, dan tentu perpustakaan supeeer… luas!

Kemudian Ratu menguji Airin. Ia mesti menjawab soal dengan benar. Karena sudah terbiasa, Airin dapat menjawab dengan lancar dan tepat. Maka Airin pun menjadi Puteri Buku. Ia diberi sayap pelangi berkilau sehingga ia bisa terbang.

Airin tinggal di sana. Bergaul di sana, menjadi Puteri Buku yang baik, Airin lakukan. Namun, Airin juga rindu pada dunianya. Ia pun diperbolehkan kembali ke Bumi oleh Ratu. Sesekali, Airin juga berkunjung ke Dunia Buku untuk menemui Ratu dan Peri Buku.

Cerpen Karangan: Naysha Alifa
Facebook: Naysha Putri Alifa

Cerpen Dunia Buku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mati Dalam Angan (Part 1)

Oleh:
Aku berjalan di antara bebatuan ini. Bebatuan yang berfungsi menahan deburan ganasnya ombak yang bisa mengikis pantai. Angin laut berteriak ribut di telingaku seolah tidak menginginkanku datang ke wilayah

Aku Merubah Penampilanku

Oleh:
Devi namanya. Dia tidak punya teman satu pun. Karena teman temannya bilang dia itu cupu dan jelek. Kringgggg… Suara jam beker berbunyi. Devi segera bangun, mandi, sholat shubuh, makan,

Aku Melihat Ikan Paus Merah

Oleh:
Di desaku, pagi-pagi sekali para nelayan sudah turun melaut, beberapa ada yang membawa jaring besar, ada yang hanya membawa pancing. Ayahku, juga seorang nelayan, saban pagi ia turun melaut,

Yuki Chan

Oleh:
Aku mengayuh pedal sepedaku semakin pelan. Bunyi kicauan burung bunga sakura terdengar riang bersahutan menyambut pagi musim semi. Semua orang tampak bahagia pagi ini. Orang-orang berjalan bergandengan tangan, tertawa

Penyesalan Yang Datang Terlambat

Oleh:
Saskia menatap langit-langit kamar sembari menyeka air mata untuk yang kesekian kalinya, mengenang banyak kenangan dalam hidupnya. Dan salah satu kenangan itu, yang paling banyak membawa air mata pada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *