Dunia Mall

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 12 May 2018

“Assalamualaikum, Bunda Sandra pulang,” ujar Sandra. “Wallaikumsallam Sandra,” ujar Bunda sambil menyahut dari dapur. Sandra segera masuk ke rumah, menuju kamarnya di lantai dua. Dia segera mengganti bajunya dengan celana pendek selutut dan baju lengan pendek bergambar barbie. Lalu mengambil Ipadnya dan menuju ke dapur.

“Bunda lagi masak apa?” tanya Sandra sambil duduk di meja makan. “Ini Sandra, Bu Diana pesan Kue Nastar untuk dijual di tokonya.” sahut Bunda sambil memasukkan adonan Kuenya ke dalam oven. “Ooh,” ujar Sandra.
Bunda Sandra memang ahli membuat kue. Dia mempunyai usaha katering.

“Nanti, Sandra tolong bantuin Bunda antar kuenya ya,” seru Bunda. “Iya Bunda.” sahut Sandra. Sandra segera menghidupkan Ipadnya dan mencari game Happy Mall Story. Sandra penggemar berat game itu, dia menyukainya. Sandra memainkannya dan segera beranjak menuju kamarnya.

Ketika sedang asyik memainkan game itu tiba-tiba layarnya menjadi putih lalu Sandra masuk ke dalam layar itu. “Aaaa, tolonggg…” teriak Sandra. Sandra masuk ke dalam situ dan dia melihat sekelilingnya. Waahh, seperti di game Happy Mall Story. Dan ternyata… Dia memang berada di game itu.

“Ajaib sekali,” gumam Sandra. “Kamu siapa?” tanya seseorang pada Sandra. “Aa, aakku Sandra.” jawab Sandra. “Ooohhh, ternyata kamu pemilik Mall ini ya?” tanya orang itu pada Sandra. Sandra menggangguk. Sepertinya Sandra mengenali orang ini dia adalah Ahli Kosmetik seperti yang ada di game itu. “Yuk, aku ajak berkeliling.” ajak Ahli Kosmetik pada Sandra.

Dia mengajak Sandra ke Toko Cokelat. Sandra membeli 2 cokelat. Lalu dia mengajak Sandra ke Foto Kreatif.
“Wah, kamu sudah berkeliling 1 jam. Ayo aku antar pulang.” ujar Ahli Kosmetik itu pada Sandra. “Pejamkan matamu,” suruh Ahli Kosmetik itu pada Sandra. Sandra segera memejamkan matanya. “Criinggg,” tiba-tiba Sandra sudah berada di kamarnya.

“Sandra, Sandra. Ayo bangun, tuh antarkan kuenya.” ujar Bunda menggoyangkan bahu Sandra. “Hooamm, loh kok aku sudah di kamar sih.” Sandra bergumam bingung. “Astaga, Sandra kamu memang di kamar kok. Emang tadi kamu di mana?” tanya Bunda. Sandra menggelengkan kepalanya cepat-cepat. Lalu Sandra bergegas mengantarkan kuenya ke toko Bu Diana. Ternyata tadi Sandra hanya bermimpi. Wah wah

Cerpen Karangan: Elsa Puspita Ronald
Blog: kampungmarindu.KM.blog.com
Thanks ya udah baca cerpenku. Maaf kalau masih acak-acakan. Kasih kritik and sarannya ya ke Facebookku: Elsha Puspita Ronald pake baju biru sambil baring”. Oh ya, mohon dipublikasikan ya

Cerpen Dunia Mall merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Air ku

Oleh:
Gadis kecil yang masih berusia 6 tahun itu bernama Sofie, dia tinggal bersama kedua orangtua dan kedua kakaknya di sebuah perumahan di tepian kota Cilacap. Setiap pagi sebelum berangkat

Vanila

Oleh:
Gemerincing angin bernyanyi dalam gelapnya malam. Pohon pinus yang menjulang tinggi seakan tertawa melihat satu Peri tertangkap untuk menjadi tumbal tuan besar Wolf-nya. Peri kecil berambut perak itu pun

Ke Vatikan

Oleh:
Hari yang menggembirakan bagi caca adalah saat mereka sekeluarga pergi ke vatikan. Pada hari pertama mereka pergi mencari hotel. Mereka mendapati hotel di dekat restoran pompi. “ma aku lihat

The Dog Story

Oleh:
Ada seekor anjing yang hidup di bawah sebuah gerbong kereta api yang tidak berguna lagi. Setelah anjing itu bangun ia berkeliling-keliling mengitari jalan kereta api di stasiun kereta api

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Dunia Mall”

  1. Dinbel says:

    Waaaahhhhh, bagus ya ceritanya. Namun sayang konflik nya kurang & cerita nya terlalu singkat. Klo bisa di tingkatkan lagi ya cerita nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *