Dunia Mimpi Yang Mengubah Sikapku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 May 2016

“Bagaimana ini nilai ulanganku jelek lagi, kalau Ibu sampai tahu bisa dimarahi lagi,” gumamku dalam hati. Tiba-tiba Kak Lia mengetuk pintu kamarku.
“Felli apa kau di dalam? Mari kita makan malam,” aku langsung membuka pintu kamarku.
“Iya Kak.” aku langsung menuju ruang makan, aku langsung menceritakan kepada Kak Lia bahwa nilai ulanganku jelek lagi. “Kak sebenarnya nilai ulanganku jelek lagi,”
Kak Lia menjawabnya dengan tenang. “Felli seharusnya kamu belajar dengan sungguh-sungguh, kamu harus berubah.” Kak Lia memang selalu jadi panutan dia anak yang pintar dan selalu berprestasi, sedangkan aku jangankan berprestasi nilai ulanganku saja selalu jelek aku sangat kagum dengan kakakku ini.

Selesai makan malam aku langsung menuju kamar, aku berdoa dalam hati. “Semoga besok ada keajaiban nilaiku jadi baik,” aku langsung tertidur. Di saatku tertidur aku terkejut terlihat cahaya yang menyilaukan, aku tidak menghiraukannya. Di saat aku terbangun aku kaget aku tidak di kamarku lagi.

“Kamar siapa ini?” tiba-tiba dari belakang ada perempuan yang mengejutkanku.
“Hai Felli, rupanya kau sudah bangun.” aku hanya melihatnya dengan perasaan aneh.
“Siapa kau? Dan di mana aku ini?”
Dia menjawabnya, “Aku ini Tiara teman baikmu, apa kau tak mengenalku? Dan kau ini ada di dunia mimpi, sudahlah ayo kita ke sekolah nanti kita telat,” dia menarik tanganku.

Sampai di sekolah aku terkagum walaupun sama seperti sekolah biasa tapi sekolah ini sangat berkilauan seperti berlian, “Ayo kita ke kelas,” ajak Tiara.
Tiba di kelas aku begitu takjub dengan kerapian kelas itu, “Indah sekali kelas ini,” kataku.
“Ada-ada saja kamu, kelas ini seperti biasanya seperti kemarin saja, tidak ada yang berubah kok dari kelas ini.” Tiara yang menjawabnya karena melihatku seperti belum pernah melihat kelas itu.

Bel pelajaran pertama berbunyi, pelajaran pertama kali ini adalah matematika. Jelas saja aku paling benci dengan pelajaran matematika, saat guru masuk aku langsung memasang muka sebal, “Anak-anak kali ini kita ada ulangan.” aku terkejut murid-murid tak ada yang mengeluh bahkan mereka sangat senang. Selesai ulangan nilai pun langsung diberikan saat namaku dipanggil. “Felli kamu mendapat nilai,” aku yang sudah biasa mendapat nilai jelek sudah biasa saja, “100,” lanjut ucapan guru itu, aku terkejut dengan nilaiku. Bel istirahat pun berbunyi, terasa ada yang aneh biasanya aku selalu digunjing sebagai anak yang bodoh tapi di sini aku terasa paling cantik dan pintar.

“Felli mari klita ke kantin,” ajak Tiara yang menyadarkanku dari lamunanku. “Kamu hebat sekali selalu mendapat nilai 100 setiap ulangan aku sangat bangga bisa mempunyai teman sepintar kamu.” aku hanya tersenyum mendengar sanjungan dari Tiara.

Saat pulang sekolah ternyata ada tour ke kebun binatang, kami semua naik bus. Sampainya di sana aku sangat takjub ini seperti dunia sihir semua binatang di dalamnya bisa berbicara sungguh mengagumkan. Aku pun bertanya kepada Tiara, “Tiara mengapa semua binatang di kebun binatang ini bisa berbicara?”
Tiara tertawa, “Kamu demam ya kamu bicara yang aneh terus, sudah tahu ini dunia mimpi binatang pun bisa berbicara bahasa apa pun.” selesai berkeliling kami bertemu seorang perempuan yang sangat cantik, matanya bersinar dan berkilauan, dia memakai gaun yang sangat cantik warnanya putih berkilau seperti mutiara.

Aku bertanya padanya. “Siapa namamu?”
Dia menjawab, “Namaku Rania, siapa namamu?” suaranya sangat lembut dan halus aku begitu takjub.
Aku pun menjawab, “Namaku Felli,”
Dia menyambungnya, “Nama yang cantik ya,” aku hanya tersenyum malu.
Dia bertanya, “Dari mana kamu berasal? Sepertinya kau bukan asli dari sini.” pertanyaan itu langsung dijawab oleh Tiara. “Kamu berbicara apa dia asli dari sini, kamu ada-ada saja.” aku hanya diam saja tak berkata apa pun, aku langsung mengajak Tiara untuk pergi.
“Lebih baik kita pergi saja Tiara aku tak mau terlalu lama di sini.” aku langsung menarik tangan Tiara.

Saat di perjalanan pulang kami bertemu lagi dengan Rania, dia menghentikan bus yang kami naiki, kami langsung turun dan bertanya.
“Ada apa Rania? Apa ada yang ingin kau bicarakan?”
Rania menjawab, “Aku ingin membicarakan sesuatu sebenarnya kau ini ada di dunia mimpi di saat kau tertidur kau terbawa cahaya dari dunia mimpi.”
Tiara yang kaget memotong pembicaraan tersebut, “Sebenarnya kau ini siapa? Sampai kau bilang bahwa Felli terbawa cahaya dunia mimpi.”
Aku berkata, “Memang benar Tiara ini bukan duniaku semalam saat aku tertidur aku melihat cahaya yang menyilaukan tetapi aku tidak menghiraukannya, mungkin saat aku tertidur aku terbawa cahaya itu menuju dunia mimpi ini.” Tiara terkejut dengan perkataanku itu.

“Apa benar ini bukan duniamu? Tapi aku mengenalmu dari dulu,” Rania menjelaskan semuanya.
“Semua orang yang ada di dunia nyata dan dunia mimpi memang sama kamu kira ini Felli yang kau kenal di dunia mimpi ini, dia sedang tergantikan oleh Felli dari dunia nyata, mungkin sewaktu-waktu bisa saja nanti engkau yang diganti oleh Tiara dari dunia nyata saat dia tertidur.” setelah mendengar penjelasan itu aku langsung bertanya.
“Lalu bagaimana caranya aku bisa ke luar dari dunia mimpi ini?”

Rania menjawab nya dengan lembut, “Hanya satu cara agar kau bisa ke luar dari dunia mimpi ini, kau harus merubah sikapmu dari yang pemalas menjadi anak yang rajin, dari anak yang tidak mengetahui apa-apa menjadi anak yang tahu segala hal, dari anak yang selalu mendapat nilai rendah saat ulangan menjadi anak yang selalu mendapat nilai terbaik sewaktu ulangan, itulah sebabnya engkau terbawa ke dunia mimpi ini Felli agar kau dapat berubah, ya sudahlah lebih baik kau pulang ya ingat pesan itu ya Felli.” Aku langsung menaiki bus lagi dan jalan menuju arah pulang.

Sesampai kami di sekolah Tiara langsung bertanya padaku, “Apa kau Felli dari dunia nyata? Apa benar?”
Aku menjawabnya, “Iya aku Felli dari dunia nyata, aku akan berusaha agar aku bisa kembali ke dunia nyata.” aku langsung menuju kamar, aku langsung mengubah sikapku aku jadi lebih rajin, dan aku baca semua buku yang ada, saat aku lelah untuk membaca Tiara mengetuk pintu kamarku, aku langsung membukakan pintu dan bertanya.

“Ada apa Tiara? Apa kau perlu denganku?”
Dia menjawab, “Aku tahu kau pasti sudah lelah membaca buku ini aku bawakan teh untukmu agar kau semangat lagi, semangat ya Felli!” Aku tersenyum dan menjawab, “Terima kasih Tiara kau sangat baik padaku, kau sangat mempedulikan aku.” Tiara pergi dari kamarku aku masuk ke kamar dan melanjutkan membaca buku sambil meminum teh hangat yang dibawakan Tiara.

Saat ku terlalu lelah aku tertidur di meja belajarku dan tiba-tiba cahaya itu muncul lagi aku terbangun dari tidurku dan ternyata aku sudah berada di kamarku lagi dan hari sudah pagi. “Apakah aku sudah kembali ke dunia nyata?” tanyaku dalam hati, aku langsung turun untuk siap-siap pergi sekolah, waktu menunjukan pukul 06.10 waktunya aku berangkat ke sekolah. Saat aku masuk ke kelas seperti biasa saja orang berkata yang tidak-tidak tentang diriku, tetapi aku diam saja. Di hari itu ternyata ada ulangan bahasa indonesia. “Bagaimana ini ada ulangan bahasa indonesia?” gumamku dalam hati. “Oh iya aku harus berdoa dan berusaha, bismillah.” Aku mengerjakan dengan penuh percaya diri berharap aku mendapat nilai yang baik.

Saat selesai ulangan hasilnya langsung dibagikan saat namaku yang dipanggil aku merasa tidak karuan, “Felli kamu mendapat nilai,” kata guruku yang terpotong itu, akhirnya dia menyambung pembicaraannya itu. “80, Felli selamat kamu mulai ada perkembangan,” aku sangat bersyukur nilaiku memuaskan. “Inikah pelajaran yang ku dapat dari mimpiku semalam? Berdoa dan berusaha adalah kuncinya, ternyata dunia mimpi yang mengubah sikapku.” aku tersenyum bahagia dan ceria, di hari seterusnya hingga sekarang aku mulai menjadi anak yang rajin dan pandai, dan aku akan berusaha semampuku agar aku bisa menjadi yang terbaik.

Amanat: Selalu berusaha menjadi yang terbaik, dan jangan pernah putus asa.

Cerpen Karangan: Ana Aprilya Pertiwi
Facebook: Ana Aprilya
Nama saya Ana Aprilya Pertiwi, umur saya 12 tahun. Semoga pembaca puas dengan cerpen saya ini.

Cerpen Dunia Mimpi Yang Mengubah Sikapku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ulang Tahun Menyebalkan

Oleh:
“Aku tidak tahu jawabannya, Bu.” kataku dengan gugup. Aku melihat guruku yang terpampang geram di depanku. Sebenarnya apa salahku! Aku hanya menulis apa yang aku mau. Ya nggak seharusnya

Berguna Untuk yang Lain

Oleh:
Hari Senin siang tepatnya pukul 11.00, ada panggilan ketua kelas. Rio selaku ketua kelas 7E segera bergegas menuju ruang guru untuk mendengarkan pengumuman, dan pengumuman yang disampaikan adalah mengenai

Kenangan

Oleh:
Di saat ada sebuah tugas yang menyuruh siswa-siswinya untuk melakukan observasi ke tempat-tempat yang mempunyai sejarah. Sebelumnya kita membuat kelompok terlebih dahulu. Setelah itu kita mendiskusikan di mana tempat

Mimpiku Untuk Indonesia

Oleh:
Namaku siti nurfaiza, biasanya dipanggil faiz. Aku salah satu murid di smk cendika bangsa dan menggambil jurusan administrasi perkantoran (apk). Sebenernya sih ini bukan pertama kalinya aku nulis jadi

Berubah

Oleh:
Ting! Ada bunyi dari hpku. Segera kubuka dan melihat pesan. ‘Temuilah aku di toko buku dekat rumahmu saat jam 3.’ Ternyata itu pesan dari Tristan, pacarku. Hm, tidak biasa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *