Dunia Sayur

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 14 April 2018

Pagi ini sangat cerah. Matahari mulai naik dan kabut perlahan mulai hilang.
Aku bangun pagi dan menuju meja makan.
“mama, sarapannya apa?” tanyaku.
“sarapannya sup sayur” jawab mama.
“lho, kok sayur ma? Kan aku gak suka sayur” sahutku.
“tapi kan sayur sehat, nak. Banyak vitamin nya bagus untuk kamu” nasehat mama.
“iya deh” jawabku lemas.

Di sekolah…
“Put, kok kamu lemes banget sih, ada apa?” tanya temanku sani.
“jadi begini san” aku menceritakan semuanya ke Sani.

“oh begitu, betul dong kata mamamu” sahut sani.
“eh?” kataku.
“iya sayur itu banyak manfaatnya, kamu harus makan sayur” kata sani.
“tapi, San..” kata kataku terputus. Sani sudah pergi ke kantin.

Aku pulang dengan wajah cemberut.
“lho, kok cemberut” tanya mamaku.
“aku gak apa apa kok” jawabku berbohong.
Aku berjalan menuju kamarku dan merebahkan diri di atas kasur yang empuk.

Tiba tiba kamarku berubah menjadi sebuah taman. Namun ada yang aneh dari taman ini, pohonnya berbentuk brokoli, kursinya berbentuk wortel dan lain lain.
Ada yang memegang pundakku dari belakang, aku berbalik. Dia manusia sayur!, tubuhnya dari kentang, matanya dari potongan wortel, kaki dan tangannya dari jamur dan rambutnya dari kembang kol.

“siapa kau?” tanyaku yang masih sedikit takut.
“aku chila, selamat datang di dunia sayur” Jawabnya.
“dunia sayur?” jawabku heran.
“iya sini kutunjukkan sesuatu padamu” ajaknya. Aku pun mengikutinya dari belakang.

“ini adalah desaku” sahutnya.
“wow” kataku terkejut.
“apakah kau suka sayur?” tanyanya.
“mmm, tidak” jawabku.
“kenapa” tanyanya.
“maaf aku mengatakan ini, sayur rasanya tidak enak aku tidak suka” kataku sedikit menyesal.
“mengapa kau mementingkan rasanya? sayur itu mengandung banyak vitamin. Misalnya wortel mengandung vitamin A bagus untuk mata” katanya.
“maafkan aku” jawabku menyesal.
“tak apa, lain kali kau harus makan sayur ya?” tanyanya.
“baiklah” jawabku.

“sekarang waktunya kita berpisah” katanya sedikit sedih.
“kenapa cepat sekali?” kataku.
Ia hanya tersenyum.

Aku membuka mataku.
“hah, hanya mimpi” jawabku kecewa.
“hmm, chila aku akan mengingatmu”

Sejak kejadian itu aku mulai suka sayur.

Cerpen Karangan: Marisa Alica Putri
Hai namaku marisa alica putri dipanggil putri ini cerpen pertamaku.
Umur: 9 tahun
Nama: marisa alica putri

Cerpen Dunia Sayur merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rahasia Rere (Part 1)

Oleh:
“Hufft..” Winda menghela nafasnya dengan kasar sembari menenteng sekeranjang penuh strawberry segar yang baru dipanen mama dan kak Zahra di kebun belakang. Kalau bukan bujukan mamanya. Ia tak akan

Oplosan

Oleh:
“Kuberi kau kekuatan sihir. Tapi lenyapkan dia!” Alkisah, hidup seorang gadis. Ia tinggal bersama ibu dan saudara tirinya. Ibu kandungnya pergi entah ke mana. Markonah, selalu menjadi target suruhan

Mitha Anak Yang Sombong

Oleh:
Namanya Mitha… Ia sekolah di SD Guna Bangsa dan duduk di kelas 5. Ia anaknya malas, sombong dan egois… walaupun ia anak orang kaya… di sekolah ia selalu menyontek.

Robot Penyerang (Part 2)

Oleh:
“rizki! rizki!” suara itu perlahan mulai terdengar nyaring, nampak seberkas cahaya bersinar aku pun mulai membuka mata, sedikit demi sedikit terlihat 2 orang yang sedang melihatku dan menekan nekan

Persahabatan Kenang Kenangan

Oleh:
Sekarang aku sudah kelas 6. Karena akan berpisah dengan sahabat, mengingat perpisahan dengan sahabat membuatku sedih untuk dipikirkan. Ujian nasional hampir dekat kami pun banyak ujian-ujian yang memusingkan. Namun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Dunia Sayur”

  1. Dinbel says:

    Kerens ceritanya, cukup menginsfirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *