Elang dan Ramuan Ajaib

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat), Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 12 July 2018

“Apa yang terjadi lagi di sini? Tidakkah kau lihat matahari sudah hampir tenggelam dan kau belum mebereskan apapun di rumah ini? Apa kau ingin mati kali ini di tanganku?” teriak seseorang dengan tubuh tinggi dan besar, dia adalah kanal, seorang penunggu rumah yang mengatur keamanan, kebersihan dan semua yang terjadi di istana malca,

Tertunduk seorang dengan wajah kumal dan pakaian lusuh sedang menyandarkan tubuh lemahnya ke dinding dapur, sebenarnya sudah dua hari dia tidak makan, bukan tidak diberi tapi karena ia tidak bisa makan, tubuhnya menolak untuk makan sehingga seharian ini dia hanya diam dengan gemetar di ruangan bawah tanah, saat hendak memegang sapu pun tangannya lemah dia benar benar seperti akan mati hari ini.

“Maafkan aku, kanal aku sakit sudah beberapa ahri aku tidak bisa memasukan makanan sedikirpun ke dalam perutku, sekarang rasanya aku benar benar akan mati” jelas wanita ini yang dipanggil dengan aeri.. tuturnya,
“Bagian manakah yang sakit aeri, kau tau di sini kau tidak boleh sakit, kau bisa benar benar mati dibunuh karena tidak berguna” jelas kanal dengan nada lembut dan khawatir..

Flasback
Di istana malca semua pembantu dan penjaga adalah hadiah, tawanan, atau budak yang diperjual belikan.. Saat sudah melangkahkan kaki ke dalam istana melca maka dia sudah tidak punya lagi kuasa atas hidupnya, sekalipun itu sebuah nama, semua akan diberi nama dan ditempatkan sesuai majikan dan mereka rutin diberi makan setiap hari agar tetap bisa bekerja entah itu menyapu, mengepel, memasak, dll.

Semua bermula saat pertemuan mereka … Ya pertemuan kanal dan aeri, mereka berjalan beriringan dan selalu saling memandang, kehangatan yang mereka rasakan semakin menjadi saat tangan mereka mulai menggengam dalam keadaan yang benar benar romantis, mereka tak perlu mengungkapkan perasaan masing masing karena sudah bisa membaca isi hati dari tatapan mata mereka,
Mereka bersama di setiap malam hanya beberapa jam untuk sekedar bertemu dan menanyakan kabar masing masing, namun tetap mereka tidak bisa megatakan apapun pada siapapun tentang hubungan mereka karena pasti mereka langsung diusir dari istana, bukan lagi diusir tapi sepertinya dibunuh!!!

“Aku akan mengantarmu ke ruangan dan mencarikan obat, bukankah kemarin aku masih melihatmu menyapu di halaman belakang, lalu semalam kita berbicara dan kau terlihat baik baik saja, tapi kenapa sekarang seperti kau akan mati? Cepat ceritakan pada ku!!!” desak kanal.
“Aku baik baik saja semalam aku masih bisa minum air putih hanya agar aku kuat melakukan banyak hal, tapi habis bertemu dengammu malam itu aku rasa aku memakan sesuatu yang salah, karena setelah itu aku langsung lemas dan ke kamar dengan bercucuran keringat dingin,” tutur aeri
“Apa yang kau minum, dimana kau meminum itu, aku akan mencari tahu, bagaimana kalau itu racun at sihir untuk para pencuri?” Pergi mrninggalkan aeri…

Berjalan menuju loteng tempat biasa mereka bertemu, kata aeri dia meminum minuman di sini tepat di jendela ke dua setelah menuruni tangga, dan memang benar aku lihat gelas dengan setengah air masih di tempatnya, air itu aneh memancarkan cahaya emas dan baunya seperti mawar, benarkah ini racun? Bagaimana dengan aeri jika benar dia meminum racun ini …
Dengan membawa minuman itu dia pergi ke tabib istana untuk menayakan maslah itu, waktu saat ini sudah sangat larut, waktu yang tepat untuk berpergian karena semua orang sedang tertidur saat ini..
Sampai di depan tabib, tanpa mengetuk atau permisi dia langsung masuk ke dalam dan langsung menjelaskan semuanya..

Tabib itu berpikir dengan keras tentang apa yang terjadi, dan membuka tumpukan buku kunonya untuk benar benar mencari tahu tentang minuman itu, ini aneh! Warna, bau, juga saat mencelupkan jarinya air itu sedikit kental tidak seperti air biasanya, dia bekesimpulan untuk lebih mencari tahu tentang minuman itu sebelum benar benar mengatakan apa itu sebenarnya pada kanal,

“Baiklah, aku akan pergi dulu menemui aeri tabib, terimakasih sudah membantuku, dan aku tunggu kabar selanjutnya, sekiranya kapan aku bisa tau tentang minuman itu tabib?” tanya kanal
“Kau bisa ke sini 2 hari kedepan, aku akan memberi jawaban pasti untuk mu! ” jelas tabib

“Kanal”, suara lirih memanggil sebuah nama
“Iya aeri, aku di sini, apa yang kau butuhkan aku akan mengambilkannya,”
“Aku rasa aku mengandung, kanal…”
“Bagaimana mungkin aeri, kita hanya melakukan itu satu kali dan itu pun sudah lama, bagaimana kau bisa berpikiran seperti itu?”
“Sejak tadi kau meninggalkanku perutku terus saja sakit, dan seperi ada sesuatu yang bergerak, aku berpikir apa itu? Apa aku hamil? Dan itu pun aku belum mengetahui pastinya kanal…” Lirih aeri
“Tidurlah besok malam kita ke tabib istana, sekarang istirahatlah aku akan menemanimu di sini…”

Pagi hari…
“Apa yang terjadi? Aeri? Perutmu sedikit membesar seperti sedang mengandung tiga per empat bulan?”
“Akhh aku merasa sangat berat dan pusing kanal, aku hampir tidak bisa bangkit saat ini!”
“Maaf aeri karena ini sudah pagi aku tidak bisa menemanimu aku akan menutupkan kain agar kau tidak terlihat, dan aku sangat khawatir sekali tapi apa boleh buat, aku akan menemuimu malam ini dan langsung aku bawa kau ke tabib istana…”
“Baiklah, terimakasih, aku akan menunggumu”
Pergi dengan rasa khawatir namun ia tidak bisa melakukan apapun

Malam hari
“Tabib ini aku kanal, dan aeri…” masuk dan membaringkan aeri
“Segeralah temui tuanmu, katakan kau harus keluar dari istana dan pergi bersama aeri untum membesarkan anak kalian di sebuah desa yang sangat jauh dari istana!, tidak ayo pergi bersamaku aku akan jelaskan pada sang raja langsung tentang keadaanmu”

Dia benar benar cantik seperi ibunya,
Lihat matanya seperti mata rusa,
Kulitnya sangat putih dan lembut,
Senyuman manisnya membuat hati siapa pun merasa nyaman,

“Siapa nama anakmu ini kanal?” Tanya warga desa
“Aku akan tanyakan ke aeri dulu,” Jelasnya

Kita hidup bahagia, dan sudah dipastikan keturunan kita tidak akan pernah menjadi pembantu istana lagi. Aku senang sekali, nama apapun aku terima dan segera melapor ke istana tentang kelahiranku dan nama anak kita..

Flasback
“Rajaku aku tabib istana mengahadapmu, dengan abdi setiamu kanal, dan aeri”
“Ada hal penting apa sehingga beraninya kalian meminta bertemu denganku juga tanpa ada yang tau apa yang kita bicarakan ini”
“Rajaku, beberapa hari lalu burung elang ajaib telah menyimpan minuman untuk ratu di tempat yang salah, biasanya di kamar sang ratu tapi ini di jendela dekat loteng raja…”
“Apa!! Pantas saja ratuku menanyakan hal itu, tapi aku pikir mungkin waktunya belum tepat, dan apa sekarang yang membawamu dengan dua budakku” tanya raja
“dengan membuat kesalahan budak ini meminum ramuan ajaib itu, dan sekarang dia mengandung rajaku, dia harus berada di luar istana saat melahirkan nanti, dan keturunannya juga tidak boleh menginjakan kaki di istana karena bisa merebut kekuasaan secara langsung rajaku…”

Setelah perdebatan dan pembicaraan panjang, raja memutuskan untuk menjauhkan kanal dan aeri dari istana, dengan syarat harus selalu melaporkan kelahiran dan nama dari keturunannya agar tidak bisa masuk istana lagi, dan tentu saja keputusan itu membuat kanal dan aeri menjadi orang paling bahagi, bisa terbebas dari perbudakan juga akan dikaruniai seoranga anak.

End

Cerpen Karangan: Reni Soraya
Blog / Facebook: Reni Soraya

Cerpen Elang dan Ramuan Ajaib merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nia In Wonderland

Oleh:
Aku baru saja tersadar dan aku terkaget aku ada di mana sekarang?. padahal beberapa saat yang lalu aku sedang tidur di kamarku sambil membaca buku. tapi sekarang aku berada

Perdamaian Untuk Pedalaman (Part 1)

Oleh:
Satu malam yang basah, dingin dan sepi, sekelompok pemuda berjalan menyusuri jalanan tanah yang becek dan licin. Pemuda-pemuda itu terdiri dari Alex, Rony, Sandra dan Nadia. Mereka berempat masing-masing

Pena Pena Kecil

Oleh:
Ini adalah kisah tentang seorang wanita. Jauh dari kesan sempurna. Terjebak dari dunia keheningan, yang menyertai pelik kehidupan. Sang wanita tak pernah merasakan indahnya nyanyian burung, desikan ranting atau

Cermin Retak

Oleh:
Mula-mula aku mati, kemudian terbangun pada tengah malam yang sunyi dan sepi. Ada kilatan di langit, mendung, serta angin bergemuruh. Kakiku tak merasakan kasarnya permukaan tanah, serta tak basah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *