Evolusi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 17 April 2016

Tahun 2227, populasi manusia tak sebanding dengan alien, atau mungkin alien blasteran manusia. Entah bagaimana mulanya, tapi satu cerita yang ku percaya, bahwa alien adalah manusia itu sendiri. Manusia modern pada tahun 2000-an yang berevolusi, katanya, ini adalah kelanjutan dari evolusi Darwin, manusia yang katanya sudah sempurna ternyata masih berevolusi. Mereka yang kuat akan bertahan hidup dan berperan besar dalam menguasai dunia. Namun, banyak juga dari mereka yang mengalami gagal evolusi tersisih dan tak ada andil karena dianggap rendah.

Hari ini, seperti bulan-bulan sebelumnya, aku mengikuti kontes keindahan dimana peserta menampilkan bentuk fisiknya, dan siapa yang paling mendekati sempurna akan menang. Dengan penuh percaya diri aku berjalan memasuki area perlombaan itu. Aku sudah menduga bahwa akan banyak kontestan lain yang terpukau dengan kesempurnaanku untuk tolak ukur penilaian kontes ini. Di setiap keadaan seperti ini, aku bisa berbangga hati dengan fisik yang ku miliki. Karena, tanpa bersusah payah atau harap-harap cemas pun aku sudah yakin aku akan menang dan jadi juara pertama, seperti pada kontes-kontes sebelumnya di daerah lain.

“Hei!” Seseorang menyapaku. Aku menoleh ke arahnya penuh angkuh. Ku lihat dia memandangku penuh kekaguman dengan matanya yang besar hampir menyamai ukuran kepalanya. 4 jari-jari kecil di kedua tangannya terkatup di depan dada, mengungkapkan kekaguman.
“Kau Kcalb, kan? Si Pure Blood? Waah, ternyata benar tentang rumor itu. Kau benar-benar seperti nenek moyang kita,” katanya lagi penuh antusias. Kali ini ia tersenyum yang membuat taring-taring kecilnya terlihat. Orang itu seperti baru melihat sesuatu yang amat baru.

Aku tersenyum sebelum menanggapi perkataan orang itu, “Ya, aku Kcalb, manusia yang banyak dibicarakan orang-orang. Aku si manusia murni yang selalu menjadi sorotan itu.”
Aku cukup terkenal di negara tempat tinggalku. Ini karena hanya aku saja yang memiliki fisik yang masih sempurna seperti manusia tahun 2000-an. Kedua orangtua adalah Homosapiens, makanya aku terlahir dengan bentuk sempurna. Dan di kontes ini, kontestan yang rupa fisiknya paling mendekati Homosapiens akan menang. Aku yang benar-benar Homosapiens tak perlu diragukan lagi, aku pasti menang dalam kontes ini.

Waktu pentas sudah tiba, aku duduk santai di ruang tunggu sambil memandang mereka –para kontestan lain yang juga sedang menunggu tapi dengan wajah yang cemas sambil sesekali melirik ke arahku. Bagaimana tidak, mereka akan merasa tersaingi, serta memiliki peluang kalah yang besar, dan jika mereka kalah, aku tidak menjamin sesuatu yang baik akan terjadi pada mereka. Giliranku lagi yang tampil. Dengan penuh percaya diri aku berjalan di panggung kontes, memberi salam dengan santun para juri, para alien yang proses evolusi nenek moyangnya sempurna. Mereka bertubuh besar, dua kali lipat dariku dan para kontestan, memiliki telinga kecil yang tajam pendengarannya, tubuh mereka juga dipenuhi bulu, dan mata mereka besar. Mereka tersenyum, menampakkan gigi-gigi rapi mereka yang menyerupai gigiku. Ini pertanda baik untukku.

“Juara kedua adalah, Wolley, si manusia bertelinga panjang!” sang MC membacakan nama para juara kontestan ini. Ku lihat dari kursi peserta berdiri manusia yang memiliki fisik yang bentuk manusia aslinya masih jelas terlihat. Wolley segera berbaris di panggung bersama juara-juara lainnya.
“Tiba pada juara pertama kita… Kcalb!!” MC yang ku tahu namanya Grey itu berteriak heboh memanggil namaku. Tanpa menunggu lama lagi, aku segera berlari menuju panggung untuk menerima hadiah berupa uang yang jumlahnya amat banyak.

“Haaa, aku bangga padamu. Kau benar-benar mesin penghasil uangku,” Edils megusap-usap kepalaku dengan bangga. Ia selalu menunjukkan ekspresi bahagia saat aku memenangkan kontes. Berbeda lagi sikapnya jika yang ia hadapi adalah teman satu ruanganku, ia tampak sangat menyeramkan karena temanku itu tak pernah menang.
“Ayo kita pulang, setelah ini akan ku berikan makanan enak untukmu,” seru Edils sembari kembali mengalungkan rantai yang selalu melingkari leherku jika tidak ada kontes apa pun untukku.

Aku tersenyum senang mendengar kata makanan enak. Karena, aku akan makan enak hanya jika aku memenangkan kontes yang biasa ku ikuti dua bulan sekali yang didaftarkan oleh majikanku. Edils berjalan lebih dulu sambil menarik rantai yang tersambung ke leherku. Meski begini, aku sedikit bahagia karena aku bisa leluasa melihat dunia luar, karena setelah ini, aku akan kembali dikurung dalam ruang bertrali sampai ada kontes selanjutnya. Sambil berjalan pulang, aku melirik ke arah para kontestan lain yang sedang menanggung akibat karena mereka tidak menang. Para majikan akan menyiksa alien setengah Homosapiens itu dengan kejam. Mereka boleh dan bebas melakukan itu pada peliharaannya.

Cerpen Karangan: Iva Nurliana
Blog: ivanrln.blogspot.co.id

Cerpen Evolusi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Like A Dreams (Menunggu)

Oleh:
Angin sejuk berhembus di rindangnya pepohonan di hutan deluge. Dari tempat tersebut, dapat terlihat sebuah kastil besar nan megah yang berdiri di tengah hutan tersebut. Kastil tersebut sudah sangat

Peri Sungai

Oleh:
“Peri itu gak ada” itulah yang selalu diucapkan teman temanku di sekolah seraya menghina dan mencemoohku. Namaku Rino dan aku sudah duduk di bangku SMP kelas 1. Memang aneh

Time Twister

Oleh:
“Dasar kalian tak berguna!” bentakan itu terdengar menggema sepanjang lapangan saat jeda istirahat latihan berlangsung. Seorang pemuda berdiri berkacak pinggang dengan kaki dihentakkan keras ke tanah. “jace, setidaknya maklumilah

Flamela

Oleh:
“Bagaimana perasaanmu padaku?” tanyaku pada orang itu. “Perasaanku akan tetap sama baik itu dulu, sekarang ataupun nanti” jawabnya tegas. “Benarkah?” pertanyaanku hanya di jawab anggukan olehnya. Cukup lega setelah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Evolusi”

  1. Feyz says:

    Super keren ceritanya, maknanya dalem
    Best deh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *