Fairy of My Life

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 4 June 2013

Pagi itu begitu membuatku semangat bertamasya ke gunung bersama keluargaku, aku sangat senang berada di gunung, karena pemandangannya indah, lalu banyak binatang-binatang lucu, dan perpohonan yang indah dan lebat, tak lupa dengan air terjunnya yang airnya sangat dingin.

Saat sampai di Villa penginapan, aku langsung menuju ke air terjun yang tak jauh dari Villaku menginap, aku sudah terbiasa dari kecil kesini, jadi aku tak begitu takut pergi sendiri kesini.

Tiba-tiba saja saat aku bermain air ada seberkas sinar lewat di depanku, sinar itu masuk ke hutan, aku sangat penasaran, lalu kuikuti sinar itu, aku takut tersesat karena sinar itu seperti membawaku menuju ke dalam hutan, tiba-tiba saja sinar itu berhenti di padang bunga yang nan indah. Sinar itu berubah seperti manusia kecil yang mempunyai sayap kupu-kupu, dia perempuan.

Manusia kecil itu menatapku dari kejauhan, sepertinya dia marah kuikuti. Lalu dia menghampiriku. “mengapa kamu mengikutiku?” Tanya manusia kecil itu, “a.. aku.. aku hanya terpana dengan sinar yang tadi lewat di depanku. Dan ternyata itu adalah kamu.” Jawabku ketakutan. “oh baiklah, karena kamu sudah tahu sebenarnya, akan aku beritahu kau apa yang sebenarnya yang sedang kamu lihat sekarang ini.” Kata manusia kecil itu. “siapa namamu gadis manis? Aku Fairya, peri di padang bunga ini.” Ucapnya lagi. “aku Citra, salam kenal Fairya” jawabku. “salam kenal juga Citra, berapa umurmu?” tanyanya lagi dengan senyum yang cukup cantik. “umurku 9 tahun” jawabku lagi. “apakah kau mau ke rumahku Citra? Disana akan kukenalkan kau kepada teman-temanku” tawarnya kepadaku “oh tidak terima kasih, aku sudah cukup lama meninggalkan keluargaku di Villa, aku takut mereka khawatir, karena aku tidak izin ke mereka bahwa aku tiba-tiba langsung keluar saat sampai” jelasku “oh, sungguh sayang sekali..” kecewa Fairya. “tapi, apakah kau mau kutemani menuju Villamu? Karena aku takut kau akan tersesat” tawarnya lagi. “oh, boleh, aku juga berpikir begitu.

Aku berjalan kembali menuju Villaku bersama Fairya, peri kecil yang mungil. Selama perjalanan aku mengobrol bersamanya. “oh ya Fairya, boleh ku tahu berapa umurmu?” tanyaku ingin tahu. “aku berumur 2 tahun” jawabnya. “tapi kau terlihat seperti seumuranku?” tanyaku lagi ingin tahu. di duniaku, peri akan berhenti hidup saat sudah berusia 10 tahun dan akan menjadi bunga kembali, kami dilahirkan dari bunga–bunga saat musim semi” jelasnya “apakah saat 10 tahun itu rupamu akan tua?” Tanyaku lagi “yah kami tua seperti manusia saat berusia 50 tahun, pertumbuhan kami sangat cepat” jelasnya lagi.

Sampailah aku di tempat air terjun dimana saat ku melihat seberkas cahaya yang ternyata adalah Fairya. Aku sempat menangis saat Fairya akan pulang menuju padang bunga “terima kasih kau sudah mengantarkanku” ucapku “ya sama-sama, akankah kau kembali kesini?” tanyanya “mungkin aku kesini selama 4 tahun sekali, setiap 4 tahun sekali kita bertemu ya?” pintaku “ok, aku janji”

Akhirnya Fairya pergi meninggalkanku, aku tidak akan pernah melupakan dia, setiap 4 tahun aku selalu datang kesini, tetapi saat pertemuanku yang ketiga aku tidak akan bertemu dengannya kembali karena dia telah menjadi bunga. Aku tidak akan lupakan dia. Dan sejak itu aku selalu menyukai tentang peri dan kehidupannya. dalam hidupku, peri itu nyata.

Cerpen Karangan: Marhamah Citra Ardilla
Blog: citraredprincess.blogspot.com
umur 16 tahun, tinggal di Depok, Jawa Barat. sekolah di Sekolah kesehatan Angkatan Darat kelas 10

Cerpen Fairy of My Life merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Layangan Bumi

Oleh:
Namanya Bumi dan usianya 9 tahun. Tak bisa bermain layang-layang bahkan untuk menerbangkannya ke langit saja ia masih payah. Sering layang-layangnya berakhir dengan mencium tanah dan kemudian robek akibat

Harapan

Oleh:
Aku terbangun. Dari tidurku. Aku merasa di sebuah tempat yang sangat asing. Di padang rumput yang sangat luas dan cuacanya sangat cerah. “adit.. Kesini dong..” terdengar suara perempuan memanggilku.

Jalan-jalan Si Empat Sahabat

Oleh:
Ada 4 sahabat yang sangat akrab bernama Ira, Rina, Nisa dan Zahra. Mereka bersahabat sudah dari kecil. Orangtua mereka pun juga bersahabat. Rumah mereka pun juga bersebelahan. Itu membuat

Tante Susi

Oleh:
Semenjak kematian sang bunda satu minggu yang lalu, Neta sangat sedih sekali, ia merasa kesepian, kini ia sekarang tinggal bersama neneknya, dan tante Susi. Malam itu keadaan sunyi sekali,

Fiksi Hukum

Oleh:
Siang itu di fakultas hukum, Hukum sedang mendengarkan penjelasan dosen senior yang membawakan meteri Hukum Pidana. Sesekali Hukum mengerutkan keningnya pertanda ada hal-hal yang mengganggu pemahamannya. Suasana ruang hening

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *