Fairyland, Peri Tanpa Sayap

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 22 March 2014

Suasana menjadi genting. Semua terpaku melihat bunga labrogo (sejenis bunga anggrek tetapi hidup di darat dan berukuran besar). Satu per satu helaian bunga labrogo itu menjuntai keluar, sedikit demi sedikit calon peri kerajaan fairyland mulai kelihatan.

Dan munculah sosok peri imut dengan wajah polos dan rambut lurus hitamnya, akan tetapi ramalan itu benar kalau calon peri fairyland itu cacat, yah calon peri itu tak mempunyai sayap, semua hanya kasihan melihatnya tak tau harus berbuat apa, calon peri itu pun kebingungan
“aku ada dimana”
Selang beberapa menit raja kerajaan fairyland itu maju dan mengulurkan tangan kanannya ke sang calon peri itu.
“kau ada di fairyland kerajaan para peri bahagia.”

Kijang bertanduk emas itu melesat meliuk liuk ke kiri, ke kanan di sela sela pohon dan juga semak belukar.
Strataaak…! Anak panah itu melesat mengenai kaki belakang kijang bertanduk emas itu
Dan…
Brouuuk…! Kijang bertanduk emas itu jatuh tersungkur.

“pangeran memang hebat!” puji peri eliks pada pangeran hond.
“pangeran hond mau diapakan kijang bertanduk emasnya…?” tambah peri eliks lagi.
“tanduknya biar ku simpan saja, kalau dagingnya berikanlah pada rakyatku” pinta pangeran hond.
“baik pangeran!”

Ketika pangeran hond sedang berjalan pulang ia melihat sekerumunan anak anak yang sedang bermain di tepi sungai emiliki
“hey nara ayo cepat kejar aku kalau bisa..!”
“baiklah kalau aku berhasil tangkap kau roti selai emasnya buat aku ya…!”
“iya iya…”
Nara dan nesya pun berkejar kejaran, berterbangan indah meliuk kesana kesini.

“kenapa kau tak ikut main sama mereka…?” tanya pangeran eliks pada peri mutiara itu yang duduk di tepi sungai.
“heee… Eh, e… Aku kan tidak bisa terbang… Aku cacat…”
Peri mutiara itu segera berdiri.
“mau kah kau ikut jalan jalan bersamaku?”

Di perjalanan pulang, calon peri bersama nara dan nesya bercanda ria bersama akan tetapi nara dan nesya heran melihat peri mutiara itu senyum senyum sendiri.
“hey kak peri mutiara kenapa kau senyum senyum sendiri?”
Peri mutiara masih asyik senyum sendiri.
“kak mutiara…?”
“eh nara… Eh e… Tidak apa apa kok, sudahlah ayo kita pulang.”

“hey nara ayo cepat cepatan sampai ke rumah yang cepat duluan dapat sepatu peri baru”
Nara dan nesya pun bersuka ria berlari dengan kegembiraan, sedangkan peri mutiara senyum tipis melihat kelakuan kedua peri itu.

Sekarang ujian calon peri baru kerajaan fairyland sudah dimulai, semua calon peri sedang mengerjakan tugas ketiga mereka yaitu eppiel (sebuah karya seni dari pohon cemara), mereka berkerja keras agar bisa membuatnya karena itu adalah kesempatan terakhir untuk bisa jadi peri kerajaan fairyland, tak kecuali peri mutiara.

“selamat peri mutiara kau memang hebat…!” puji pangeran hond pada peri permata
“kau memang hebat eppiel buatanmu sungguh bagus”. Tambah pangeran hond lagi.
“ah tidak sehebat itu juga kan”.

Hahahahahaha
Mereka berdua pun bercanda ria di tepi sungai emiliki di kala senja menyapa

Cerpen Karangan: Arifin
Facebook: arifin mekarsary

Cerpen Fairyland, Peri Tanpa Sayap merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Putri Salju

Oleh:
Kalian telah mengetahui bahwa kisah “Putri Salju” memiliki akhir yang bahagia. Seorang putri yang teramat cantik, diusir dari istananya, nyaris ditikam, bertemu para kurcaci, ditipu oleh nenek tua yang

Nigo The Little Dragon

Oleh:
“Huwaahh..” Nigo terbangun dari tidurnya. Ia terlihat masih mengantuk. “Apa kau masih mengantuk Nigo?”. Tanya ibu yang menghampiriku sambil membawa sepiring kue kesukaan Nigo. Yaps! Kue Nigo, kue manis

The Secret In Delpa Of The Sea

Oleh:
Dulu saat faizan duduk di bangku sekolah, faizan membolos pelajaran matematika dan bersembunyi di perpustakaan dengan temannya mauldi, di ruangan sempit di ujung perpustakaan. di sana tergeletaklah sebuah selembaran

Thank You Mesin Waktu

Oleh:
Hai, Guys! Namaku Vannila, dipanggil Vanny. Aku tinggal di tahun 2595. Di dunia sekarang, terjadi perang di mana-mana. Semuanya terpecah belah. Tapi, perangnya ada jadwal, sih. Tiap bulan, ada

Misteri Jasad Dalam Air (Part 1)

Oleh:
Tepi Situ Elok Pernasidi yang landai menjelang sore itu masih ramai ditongkrongi para pemancing kampung meski tak sesemarak pagi tadi. Memang sejak lima purnama lalu, semenjak disebarkannya beratus-ratus kati

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *