Hakim Gemblung

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 18 April 2017

Pada suatu hari, di sebuah negara demokrasi. Hiduplah seorang hakim yang benar-benar tidak pandang bulu dalam menegakkan keadilan di negara itu. Hakim itu bernama Said yang baru saja dilantik menjadi hakim, ditempatkan di salah satu daerah dari negara itu. Menegakkan keadilan adalah salah satu tugas dari seorang hakim. Bahkan bila esok terjadi bencana sekalipun hukum harus ditegakkan. Demi menegakkan keadilan apa pun harus dikesampingkan. Namun sayang, keadilan sering disalahpahami terlalu jauh. Karena kelewat adilnya, sang hakim tidak bisa membedakan mana hukum untuk manusia dan mana hukum untuk hewan. Sang hakim memahami keadilan sebagai prinsip sama rata dan tidak pandang bulu. Bahkan kepada binatang yang dianggap melanggar, seperti masuk ke pekarangan atau rumah orang lain tanpa izin harus dihukum.

Suatu ketika, ada seorang warga yang memelihara kucing. Pada suatu waktu, kucing pun kelaparan karena belum diberi makan oleh sang majikan. Hingga akhirnya, kucing pun menyelinap ke pekarangan rumah tetangga hingga sampailah di meja makan dalam rumah sang tetangga. Yang dimana waktu itu meja makan tidak ditutup, karena di meja itu terdapat ikan, maka kucing pun naik dan membawa satu ikan keluar rumah. Hingga sang pemilik rumah pun memergoki kucing yang tengah menyantap ikan yang diambil dari mejanya itu. Sang pemilik rumah pun marah dan mengejar kucing itu, namun kucing pun keburu lari. Sang pemilik rumah pun tahu siapa pemilik kucing itu, yang tidak lain adalah Ahmad tetangganya sendiri. Hingga akhirnya, ia pun melapor kepada hakim Said.

“Tuan… Saya ingin keadilan. Ada kucing yang masuk ke rumah saya tuan. Dan kucing itu mencuri ikan saya tuan!” ucap pemilik rumah yang melapor.
“kalau begitu hukum harus ditegakkan!… katakan siapa pemilik kucing itu? dan panggil dia sekarang!” Ucap Hakim Said dengan tegasnya.
“Si Ahmad tuan tetangga saya… baiklah tuan saya akan panggil dia untuk menghadap tuan…” ucap pemilik rumah yang kemudian langsung bergegas keluar ruang pengadilan.

Akhirnya, Ahmad sang pemilik kucing itu pun dipanggil untuk menghadap sang hakim di pengadilan. Ia pun tidak mengerti, mengapa hakim memanggilnya ke pengadilan. Padahal setahu dia, tidak pernah melakukan sebuah kejahatan atau kesalahan. Dengan membawa kucingnya, ia pun menghadap sang hakim. Di depan meja hijau, ia begitu kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba saja hakim memanggilnya ke sini.

“Saudara Ahmad… benarkah Anda pemilik kucing yang saat ini dipegang saudara?” tanya hakim sambil jarinya menunjuk ke kucing yang dipegang Ahmad.
“Iya tuan hakim… ini kucing peliharaan saya.” Jawab Ahmad yang bingung dengan pertanyaan hakim.
“Saya putuskan kucing saudara saat ini bersalah. Kucing saudara akan dipenjara selama lima bulan karena masuk rumah orang lain tanpa izin dan kucing saudara juga memakan ikan yang di meja tetangga saudara” Ucap hakim Said yang menjatuhkan hukum terhadap kucing peliharaan Ahmad.
“Loh tuan… ini kan hanya hewan. Mengapa hewan saya harus dihukum seperti layaknya manusia tuan?” Ucap Ahmad yang menggeleng-gelengkan kepala, seolah ingin tertawa dengan putusan hakim yang bagi dia sangat bodoh dan tidak masuk akal.
“Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu!” Ucap hakim yang kembali menegaskan dan mengetok palu tiga kali, yang artinya keputusan sudah final dan tidak bisa diganggu gugat.

Akhirnya, kucing peliharaan Ahmad pun dipenjarakan sesuai vonis yang dijatuhkan sang hakim. Karena saking ingin adilnya itulah, sang hakim tiba-tiba menjadi terkenal sebagai hakim yang tidak pandang bulu. Berita tentang terlalu adilnya Hakim Said akhirnya sampai ke telinga Presiden Abdurrahman. Sehingga presiden pun ingin mengetahui secara langsung pendapatnya tentang hukum dan keadilan.

Suatu hari Hakim Said dipanggil ke istana Presiden. Sesampainya di istana, dia diterima presiden dan pejabat lain. Kemudian presiden pun yang penasaran dengan pandangan Hakim Said berkata, “Bagaimana menurut anda keadilan itu?”
“keadilan adalah tujuan dibuatnya hukum. Maka keadilan harus ditegakkan,” jawab Hakim Said yang bersemangat.
“Lalu, bagaimana engkau menegakkan keadilan?” tanya Presiden menyelidik.
“Hukum tidak boleh memihak. Hukum harus tegak dan Hukum tidak boleh panda bulu dengan siapapun itu. Bahkan, kepada binatang pun harus ditegakkan,” sahut Hakim Said yang berapi-api.
Presiden hanya bisa geleng-geleng kepala. “Ini benar-benar keterlaluan. Hukum itu diciptakan untuk kepentingan manusia bukan binatang!”

Akhirnya, setelah presiden mendengar sendiri tentang pandangan Hakim Said berkenaan hukum dan keadilan, maka presiden memutuskan agar Hakim Said dipecat dan diganti dengan yang lebih baik, karena Hakim Said membahayakan. Presiden sangat menyesal telah mengangkat dan melantik Said sebagai hakim.

Dan karena tindakan bodohnya itulah, Said keesokan harinya tidak lagi menjadi hakim karena telah dipecat. Disamping itu, dia juga dikucilkan di masyarakatnya karena kelakuannya ketika menjadi hakim dan akhirnya pun ia menganggur. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula, itulah yang dirasakan said saat ini.

Cerpen Karangan: Adidi
Blog / Facebook: adidi95.blogspot.com / Adidi Za
Nama: Adidi
TTl: Indramayu, 14 Oktober 1995
Status: Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
karya yang telah dibuat: Buku mau Sukses maka beranilah bermimpi besar (Gema Media, 2016) dan tahun depan insya Allah menerbitkan dua karya lagi yaitu Novel Ikhtiar Cinta dan buku motivasi the miracle of dreams

Cerpen Hakim Gemblung merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Magical of Miror

Oleh:
Gaun hitam menyelimuti seluruh tubuhku. Hari ini adalah hari pemakaman kakekku. Kemarin kakekku baru saja meninggal. Tepat dihari ulang tahunku yang kesepuluh. Di dunia ini hanya kakek yang kumiliki.

Tikus Mutan dan Gadis Hantu

Oleh:
Sebuah got yang dipenuhi tikus mutan yang sangat ganas. Yang akan keluar mencari mangsa pada malam hari. Namun bila merasa terganggu mereka tidak akan segan-segan untuk menyerang walaupun itu

Cinta Beda Dunia

Oleh:
“rese banget sih jalangkung.. gile bener gue ditinggal. Malah gue lupa bawa dompet lagi.. argh.. sial!” gontok bayu sembari menendang kaleng yang ada didepannya. “adohhh!” itu suara seorang gadis

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *