Hanya Mimpi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 1 January 2018

“Haaa…” mulut ini sudah menguap dan mata ini sudah merem melek. Aku sudah mengantuk melihat dan mendengar tentang pelajaran sejarah. Pelajaran yang sangat membosankan dan membingungkan. Aku tak tahu apa itu abad ke 16 dan abad ke 20. Pokoknya aku tidak suka belajar sejarah. Oh iya perkenalkan namaku Dodi Rizaldi saat ini aku duduk di kelas 3 SMP. Aku adalah seorang yang sangat malas belajar termasuk semua pelajaran. Nilaiku yang sangat pas-pasan berkisar 60 sampai 79 tak pernah kuhiraukan.

“Besok kalian ulangan sejarah” ucap guru sejarahku.
Dari mataku yang hampir tertutup langsung terbuka lebar dan menyala 100 watt. Aku sangat kaget mendengar hal itu. Bagaimana tidak, ulangan sejarah adalah ulangan yang paling menyiksaku di bandingkan Matematika. Aku tidak pernah tuntas di ulangan sejarah ini.

Setelah pelajaran sejarah aku pun pulang. Selama perjalanan pulang aku selalu berpikir agar aku dapat menghindari ulangan sejarah. Pikiranku sangat kacau mulai aku ingin bolos, alpa, tidak mengingatkan guru sejarah itu, dan berpura-pura sakit. Pikiranku menemukan ide cemerlang, yaitu PURA-PURA SAKIT. “Ya itulah salah satu cara untuk menghindari ulangan itu” gumamku dalam hati.

Sesampai di rumah aku pun pura-pura lemas, dan memegang kepalaku. “Tok… tok… tok” suara ketukan pintu.
“Kamu sudah datang Dodi” ucap ibuku sambil membukakan pintu.
“Kamu kenapa Dodi” tanya ibuku sesaat
“Aku pusing dan aku lemas” ucapku sambil lemas
“Masuk kamu makan dulu baru istirahat” suruh ibuku.
“Baik bu” ucapku

Aku pun ganti baju, shalat Duhur, kemudian makan. Kemudian ibuku datang sambil membawa termometer. Kemudian ibuku memegang kepalaku dan menaruh termometer di ketiakku.

“Kamu tidak panas kok dan kamu tidak demam” kata ibuku.
“Aku… aku cuman pusing saja” kataku agak takut.
“Ohhh… baiklah sesudah makan kamu istirahat saja” suruh ibuku.
“Baiklah bu” ucapku.

Sebenarnya aku sangat khawatir jika aku sakit pasti ibuku memanggil Dokter dan akan menyuntikku. Jika pergi sekolah aku takut tidak bisa menjawab semua soal.

Malam pun tiba aku memilih belajar sejarah daripada pura-pura sakit. Walaupun aku banyak belajar sejarah aku tetap tidak mengerti. Waktu sudah berdetak 11 jam. Aku belum tidur walaupun kantukku datang berkali-kali. Aku pun jatuh dan mendengkur di atas meja belajar. Namu aku pun terbangun ketika mendengar suara ketukan pintu.

“Tunggu… aku datang ibu” ucapku. Namun setelah kubuka pintu kamarku bukannya ibu melainkan seorang yang tinggi besar memakai baju putih, memakai steteskop di lehernya, dan memegang suntik. Itu pasti Dokter pikirku.

“Ohhh… jadi ini ya anak yang berpura-pura sakit untuk tidak mengikuti ulangan Sejarah. Silahkan berbaring nak dan aku suntik agar kamu cepat sembuh” ucap dokter itu.
“Tidak… aku tak mau disuntik” teriakku sambil lari. Namun saat lari tiba-tiba dinding kamarku hilang beserta seisi kamarku beserta juga kamarku. Aku sangat kaget sebagai gantinya sebuah padang pasir yang sangat luas dan panas. Bajuku sudah hilang dan aku hanya memakai celana. Aku pun berjalan terus dan akhirnya menemukan keramaian. Aku pun datang keramaian itu. Namun ketika sampai di sana aku melihat Piramida dan Spinx. Aku berpikir pasti ini di Mesir.

Aku berjalan terus sampai di sebuah istana megah Di depan istan berdiri seorang Ratu cantik didampingi pengawalnya. Aku berpikiR keras tentang Ratu itu. Itu pasti Ratu Cleopatra yang cantik. Aku pun melanjutkan perjalananku hingga beberapa Mil. Namun aku tak merasakan lapar, haus, ataupun letih. Aku pun sampai di sebuah wilayah. Aku merasa aku memakai baju. Baju itu berupa kain lilitan di tubuhku. Dan aku memakai rangkaian daun di kepalaku. Aku merasa aku seperti orang Romawi. Aku berjalan terus dan mendapati sebuah istana megah beserta tempat teater semasa Romawi. Di tempat teater tersebut ada seorang Raja. Aku berpikir Raja itu pasti Julius Caesar yang pernah menjalin kasih dengan Ratu Cleopatra.

Aku pun melanjutkan perjalanan berbagai peristiwa yang aku lihat, seperti Napoleon Bonaperte memeimpin pasukan Prancis, hukuman mati Raja louis XIV beserta permaisuri di Guillontine, perang dunia pertama, Revolusi Industri, Peristiwa Boston Tea di Amerika, penjelajahan Samudra, Penjajahan kerajaan Inggris, Penyerangan Jepang di Pearl Harbour, Perang dunia ke dua, bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Kemerdekaan Indonesia, Peristiwa G 30 S/PKI, penembakan pres. John F kennedy, Kematian Lady Diana beserta Dodi Al-Fayed, Dan penyerangan teroris Taliban di gedung WTC.

Selama ke jadian itu aku memahami kejadian itu. Tiba-tiba aku didatangi oleh banyak tokoh yang terkenal, seperti Ratu Cleopatra, Raja Julius Caesar, Raja Louis XIV, Napoleon Bonaperte, Adolf Hitler, Benito Musollini, Pres. John F Kennedy, Pres. Soekarno, Lady Diana dan beberapa tokoh lainnya.

“Kami harap kamu memahami setiap kejadian di sini” ucap Ratu Cleopatra.
“Maksudnya?” ucapku heran.

Semua langsung hilang diganti dengan kamarku. Aku pun terbangun dan memahami ini hanya mimpi. Aku melihat jam bahwa sudah jam 05.30. Aku pun belajar agar aku bisa menjawab ulangan Sejarah sebentar.

Tamat

Cerpen Karangan: Fadhlil Firmansyah
Facebook: Fadhlil Firmansyah
Sebenarnya aku pernah mengalami, tapi ini sebagai pelajaran bahwa belajar sejarah itu agak gampang. Makasih sudah baca yaaa.

Cerpen Hanya Mimpi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kebahagiaan Kita Semua

Oleh:
Di saat bulan puasa ini, Karin, Suci, Andin, Bobby, dan Dika berkumpul di bawah pohon beringin di taman perumahan mereka.. “Bosan sekali di rumah..” Keluh Bobby. “Aku merasa lemas

Hujan

Oleh:
Namaku Arafah, aku memiliki sahabat yang bernama Zahra, aku sering bermain hujan bersama. Pada saat aku sedang menyapu kelas ada seorang pria yang menendang-nendang sapuku. Tiba-tiba sahabatku itu datang

Nia In Wonderland

Oleh:
Aku baru saja tersadar dan aku terkaget aku ada di mana sekarang?. padahal beberapa saat yang lalu aku sedang tidur di kamarku sambil membaca buku. tapi sekarang aku berada

Rara and Ray

Oleh:
25 Mei 2000 Bertepatan dengan hari ulang tahunnya Rara bersama sang ayah pindah rumah di bandung, berat rasanya meninggalkan kota cirebon, kota dimana ia dilahirkan. Di sebuah rumah dekorasi

Siang Itu Masih Berbekas

Oleh:
“Umi jahat! Umi gak sayang sama Meta!” begitulah kata Meta dengan nada tinggi sambil membanting pintu kamarnya. Entah perasaan apa yang berrkelebat di benaknya hingga ia menaikkan nada suaranya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *