Happy Mall Story

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 9 December 2016

Pada hari Sabtu, sepulang sekolah, Grifa berganti baju, lalu main dengan Tab-nya. Grifa pulang sekolah pada hari sabtu pukul 9:00, Guys… Grifa membuka apps game favoritnya, HAPPY MALL STORY namanya. Disini kita bisa mendekorasi mall kita. Tokonya bisa kita beli sesuai levelnya. Contoh, kita sudah level 13, toko yang kebuka toko Burger, Toko buku, dan Butik. Kita bisa beli toko itu. tak cuma toko, ada hiasannya seperti air mancur, bangku dan lain lain. Juga ada seperti Kursi pijat dan Mesin minuman. Pokoknya seru, deh. menurut Grifa.

Grifa sudah level 19 lho… Grifa mulai memainkan gamesnya. “Wah, sudah jadi!” gumam pelan Grifa. Grifa membangun lantai 2. Ia lalu membeli toko boneka, toko bistik, dan bangku di lantai 2 itu. Grifa bermain game sampai, “ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR…,” bunyi azan Zuhur berbunyi.

Grifa segera mematikan gamenya dan menuju kamar mandi untuk berwudhu. Usai wudhu, ia menggelar sajadah di lantai kamarnya, memakai mukena bergambar bunga miliknya, dan melaksanakan kewajibannya sebagai muslim.

Usai Sholat, ia meletakkan mukenanya dan sajadah di tempatnya (tentunya sudah dilipat, dong…), dan Makan siang. Di ruang makan, sudah ada Bunda Grifa dan kakak kembar Grifa, Kak Grina. “Bun, hari ini makan siangnya apa?” tanya Grifa. “Sayur sop sama ayam goreng,” jawab bunda seraya mengambilkan sepiring nasi untuk Grifa.
“Kak, minumnya apa?” tanya Grifa pada kakaknya. “Air putih dan es teh aja, dek…,” jawab kak Grina.

Usai makan Grifa segera menuju kamarnya dan memainkan game Happy Mall Storynya.
Ditengah bermain, “Hmm… andai aku bisa masuk dalam game ini,” gumam Grifa. Tiba-tiba, layar tab Grifa berwarna Hitam. Ada cahaya menarik Grifa masuk ke Tabnya! “AAAHHH BUNDA, KAK GRINA, TOLONG GRIFA… AAAAHHH TOLONG…,” teriak Grifa sangat keras dan kencang.

Bukh! Grifa jatuh di sebuah lantai. “Duh! bokongku sakit,” keluh Grifa. Ia langsung berdiri, dan terkejut bahwa ia di game Happy Mall Story! “Hallo, kamu siapa?” tanya seseorang pada Grifa. “Ak..aku… nam..nama..k..u.. Gri… Gri..Grifa…,”
Ucap Grifa gugup dan gemetaran. “Nama lengkapnya,” tanya dia lagi. Grifa menebak, yang menanyakan dirinya adalah Anak penyuka permen. YAP! di happy Mall Story pembelinya dikategorikan. Ada pembeli wanita, pembeli pria, anak penyuka permen, dan masih banyak lagi. “Grifana Vieranni Navia,” jawab Grifa. Anak penyuka permen itu terkejut. “kamu pemilik mall ini?!” seru Anak penyuka permen terkejut. Grifa mengangguk. “Namaku Candila,” anak itu memperkenalkan namanya. “bolehkah kamu menemaniku belanja?” tanya Grifa. “Tentu saja!” seru Candila semangat.

Mereka berkeliling Toko. Setiap Grifa dan Candila ke toko, pasti pemilik toko itu bertanya siapa yang bersama dia. Candila menjawab dengan semangat, “Namanya Grifana Vieranni Navia!” mereka terkejut dan memberi harga gratis untuk Grifa dan Candila.

Usai jalan-jalan, mereka lapar dan Haus. “Can, Aku lapar dan haus! ke toko burger yuk…,” ajak Grifa. Candila mengangguk. Sesampai di toko, mereka duduk di kursi. “Aku pesan 2 burger dan 2 minuman jus anggur,” pesan Grifa. Pesanan mereka dibuat. Setelah pesanan mereka datang, Grifa dan Candila makan dengan Lahap. Usai makan, mereka ke luar mall. “Can, aku mau pulang! gimana nih?!” ujar Grifa cemas. Candila menjelaskan cara Grifa pulang.

“DAH CANDILA!!” teriak Grifa saat ia ditarik oleh cahaya menuju pulang. “DAH, GRIFA! SEMOGA BERTEMU KEMBALI!!” teriak Candila. Syup! Grifa kembali ke kamarnya. Ia melihat game Happy mall Storynya, Uangnya bertambah banyak sekali!
Tokonya, dekorasinya juga banyak! dan dia juga sudah level 50!. “semoga kita bisa ketemu lagi, ya Candila,” gumam Grifa dalam Hati. Sejak saat itu, Grifa dan Candila bersahabat selamanya.

Cerpen Karangan: Alyaniza Nur Adelawina
Facebook: Alya Aniza

Cerpen Happy Mall Story merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Masa Depan

Oleh:
“tolong… Tolong” Aku segera bergegas ke luar rumah melihat apa yang terjadi, ku lihat kerumunan warga begitu berjejal di lapangan sepak bola “apa yang terjadi?” tanyaku pada seorang bapa-bapa

Mushroom Town

Oleh:
Di suatu kota, hiduplah jamur-jamur mulai dari yang masih bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan ada juga jamur yang sudah tua. Kota itu dinamakan Mushroom Town yang artinya kota jamur.

Machu Picchu Kota Indah Yang Terungkap

Oleh:
“andai sebuah waktu dapat menahan umurku, aku akan pilih dirimu meski kau bayar diriku dengan sebuah kota machu picchu yang megah” Tahun 1911 Pegunungan andes menjulang menghadap langit biru,

Menghargai Makanan

Oleh:
Malam itu dalam sebuah rumah minimalis tampak seorang wanita paruh baya sedang menyajikan makanan di atas meja. Wanita itu mengatur menu makanan yang disajikannya dengan rapih dan sederhana. Dua

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *