Hidup Kedua

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 5 March 2016

Pada suatu hari, ada seorang anak yang sedang bermain di pohon beringin. Sedang asyik bermain, tiba-tiba ada seorang nenek-nenek memanggil dirinya dari belakang.
“Nada, Nada… tolong bantu saya!” spontan saja dia langsung menoleh ke arah belakang.
“Nenek, Nenek meminta tolong?” tanya Nada.
“Iyah, boleh Nenek meminta bantuanmu?” kata nenek misterius itu.
“Boleh, bantuan apa Nek?”
“Tolong bantu Nenek untuk mencari cucu Nenek yang hilang!”
“Ya sudah, saya bantu mencari cucu Nenek, memangnya cucu Nenek ke mana?”
“Jangan banyak bertanya, ayo bantu Nenek.” kata nenek itu.

Sedang berada di hutan, Nada terus mengikuti nenek untuk mencari cucunya, tiba-tiba timbul rasa ingin tahu.
“Nenek, dari mana Nenek tahu nama saya?” tanya nada. Nenek itu tidak menjawab pertanyaan nada, ia terus berjalan sampai di sisi jurang. “Nenek, kenapa tidak menjawab pertanyaan saya? Dan kenapa Nenek terus saja berjalan?” sambung Nada. Nenek itu tetap tidak menjawab pertanyaan Nada. Akhirnya, lama kelamaan nenek itu menghilang secara misterius. Nada langsung sadar kalau dia sudah berjalan jauh dari rumah Nada. Nada sangat ketakutan, karena hari sudah menjelang malam. Nada ingin pulang, tetapi dia tidak tahu jalan untuk pulang ke rumahnya. Akhirnya ia bermalam di hutan itu.

Hari menjelang pagi, Nada terbangun dari tidurnya. Baru membuka mata tanpa disadari dia berada di halaman luas dan sangat indah. “Aku berada di mana?” tanya Nada. Tiba-tiba nenek misterius itu menjawab pertanyaannya dari arah belakang. “Kamu ada di surga Nada!” Jawab nenek itu.
“Nenek! mengapa aku berada di sini?” tanya Nada kepada nenek itu.
“Karena kamu sudah mati! kamu tidak menyadari saat berjalan di jurang, kamu terjatuh di jurang itu, dan yang dimaksudkan cucu Nenek itu adalah kamu Nada!”
“Apa! jadi aku sudah mati?”
“Benar, Nada! dan kamu akan selamanya di sini.”

Cerpen Karangan: Selistia Naila
Facebook: Selis Naila
Mozza, Iga, Selis

Cerpen Hidup Kedua merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keluarga Penyihir

Oleh:
Pagi yang cerah, aku bangun karena teriakan mamaku yang menggema di seluruh ruangan, namaku nia putri stefanny aku biasa dipanggil fanny, aku berumur 12 tahun aku mempunyai adik namanya

And The Last Time in Madrid

Oleh:
Namaku Ran Junpei. Liburan semester ini aku sangat beruntung, mungkin, di karenakan ayahku memberiku sebuah tiket travel menuju Madrid. Aku sungguh kegirangan ketika beberapa lembar mendarat di tanganku. “Ayah,

Butterfly

Oleh:
Pagi itu… terdengar sayup sayup suara burung yang berkicau di luar jendela, ditambah suara tetesan embun pagi dan kepakan sayap kupu kupu. Namaku Sherlin Putri Maendra, aku terlahir di

Kolam Pasir Hitam (Part 1)

Oleh:
2025, Bertrand Rasch makin sejahtera bahkan saat tidak ada satu kerutan pun yang berani menampakkan dirinya. Secarik kertas dapat memberinya kuasa atas bentang alam negeri orang. Hanyalah prospek yang

Planet Cokelat

Oleh:
Pagi ini aku terbangun dengan mimpi aneh, mimpi yang menyenangkan dan seru jika itu adalah kenyataan. Aku bermimpi jika aku berada di planet cokelat yang sangat menggiurkan, di sana

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *