Hidupku Yang Berbeda

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 23 February 2018

Hai, namaku Fransisco Amelia Putri. Aku hanyalah seorang anak SD yang masih berumur 9 tahun. Ya kalian tahulah aku ini kelas berapa. Aku kelas 4 SD. Apa yang kalian pikirkan mengenai seorang keluarga? Ayah? Adik? Mama? Kakak? APA? Jika menurut kalian Seorang AYAH, ADIK, KAKAK, MAMA adalah seseorang yang membuat hidup kalian bahagia maka jawabanku adalah T-I-D-A-K, TIDAK!

Mengerti? Aku bertanya pada salah seorang anak dari kalian yang memiliki kisah hidup menyakitkan seperti itu, Pasti terasa menyakitkan bukan? Aku pun juga pernah. Tapi ingat ini hanya cerita FIKSI yaitu cerita KARANGAN! Dan jangan pernah menganggapnya nyata, OKE! Mari kita mulai ceritanya.

“Kakak, tolong beresin popoknya adik ya kak!” minta Mama padaku.
“Apa tidak Kakak saja Ma?” tanyaku.
“Kakak kan baru belajar untuk UN nak, tolong mengertilah sedikit” ucap Mama memelas padaku.
“Oh, baiklah” jawabku.

Setelah membereskan popok adikku Fera, aku segera bergegas menuju kamarku.

“Ayah pulang!” teriak ayahku saat memasuki rumah ini.
Aku hanya mengabaikannya dan bermain game “SKI JUMPER”. Game itu tentang seorang pemain ski yang melompat dari jarak tertentu. Levelnya pun juga berbeda beda.

Level 1: 15 meter
Level 2: 40 meter
Level 3: 70 meter
Level 4: 90 meter

GAME OVER BETTER LUCK NEXT TIME!
Ahhhhh! aku kalah. Capek aku, mending tidur aja ah!

KRIIIINNNGGG!!!
Bunyi alarm yang sangat keras sama sekali tak mengganggu tidur nyenyakku. Tapi akhirnya aku sadar aku ada janji nonton bareng sama temenku, Falkriye. Walaupun kecil-kecil kami tak takut penculik lo, soalnya aku dan Falkriye sudah sabuk hitam Karate sejak umur aku dan Falkriye 6 tahun. Aku segera bergegas menuju kamar mandi dan menyiapkan baju serta tiketku. Setelah dirasa semua siap aku pun menelepon Falkriye dan bilang aku sudah siap. Lalu Falkriye menjemputku Saat masuk bioskop aku sudah membeli 2 popcorn asin jumbo dan 2 coca cola jumbo juga.

2 jam berlalu dan kami sudah selesai menonton Akhirnya aku pulang naik taksi karena kata Falkriye dia masih ada urusan lain. Jam 11 malam aku tiba di rumah tapi tak ada yang memperhatikanku sama sekali. Aku tak menghiraukannya dan masuk ke kamarku dan tidur. Esok harinya aku bangun pagi dan mandi. Namun saat sarapan mereka berbincang-bincang seperti biasanya dan tak memerhatikanku. Aku sudah terbiasa dengan hal semacam itu.

Saat aku pergi ke sekolah aku menggunakan Mobil Brio-ku yang sudah kudapatkan dengan jerih payahku. Sementara kakakku dibelikan mamaku Mobil Alphard dan adikku dibelikan Mobil Xenia oleh ayahku. Jangan heran, kalian pikir anak-anak gak boleh nyetir di sini. Ini tuh kota Le Grande. Kota yang membolehkan apa saja di sini. Di kota ini tak ada hukum! kuulangi sekali lagi, TAK ADA H.U.K.U.M!! Mengerti? Aku tak akan menghiraukan kalian yang menganggapku gila atau sinting (tapi bukan authornya lho!!).

Back to story. Okey, jadi dulu pas di tk gue pernah dibully sama yang namanya geng Prostak. Ada Howie, Mel B, Heidi, dan Howward. Pas jajan di kantin aku digebyur mereka sama air minumku, pulang sekolah uangku dimintai. Walaupun hidupku kayak gitu, aku pikir aku yang salah. Eh, ternyata bukan aku, mereka membullyku karena suatu alasan bisnis yang tak kuketahui. Aku sudah berusaha mencoba mencari alasan apakah itu, ternyata perusahan ayahku yang bernama Akatori Grup menghancurkan perusahaan ayah anak itu yang bernama Wakatobi Grup. Alhasil, mereka membullyku.

Saat-saat pelajaran aku tak selalu tidur di kelas. Aku selalu mendapatkan peringkat 1 ketika ulangan (jangan heran) Tapi yang namanya geng Prostak mereka selalu mendapatkan peringkat terakhir dan selalu dihukum lari lapangan bola yang luasnya 2m x 2m 20 kali karena tidur di kelas. Kikiki, kacian ya meleka.

Saat sampai di kelas 4 aku langsung duduk dan menaruh tasku di bangku. Saat bu Chefry masuk. “Kridey, siapkan!” perintah bu Chefry.
“Baik bu!” jawab Kridey, ketua kelas.
“Selamat Pagi, Bu!” ucap seluruh siswa-sisiwi bersamaan, termasuk aku.
“Pagi!” jawab bu Chefry

“Baiklah, untuk pelajaran hari ini ada fisika, Bhs inggris, dan Mat. Sebelum itu ada ulangan mendadak fisika. Tolong siapkan buku dan alat tulis kalian!” ucap bu Chefry.
Bu Chefry lalu membagikan soal-soal yang sudah ada.

“Alhamdulillah tadi malam aku sudah belajar” ucapku lega.
Aku dan Falkriye tadi malam belajar kelompok sampai jam 11 malam. Kelompoknya hanya aku dan Falkriye.

Setelah ulangan selesai lalu nilainya diumumkan aku dan Falkriye mendapat nilai 100 sedangkan semua temanku bernilai rata-rata di bawah 60.

Aku pulang sekolah dan tidur-tiduran di kasurku yang empuk itu. Tak aku sadari aku tertidur lelap sampai jam 9 malam. Aku bangun bercampur kaget karena belum belajar dan Mandi. Segera aku bergegas dan menyambar handuk kemudian mandi. Aku memakai pakaian Kaos putih bertuliskan “TIME TO NEW YORK!” dan sebuah celana pendek berwarna hitam. Aku belajar tentang bahasa jawa, kimia dan Biologi.

Jam menunjukkan pukul 11 malam dan aku sudah selesai belajar kemudian aku tidur. Pagi harinya aku bangun jam 3 dini hari mandi, nonton tv, makan cemilan. Adzan subuh berkumandang. Aku segera wudhu dan shalat subuh. Setelah itu aku memakai seragamku dan berangkat jam 05:30 pagi. Aku tidak menggunakan mobil karena aku capek nyetir sana-sini. Sekolahku hanya berjarak 5 meter dari rumah. Toh, buat apa aku pakai mobil. Kan, juga nggak ada parkiran buat markir mobil.

Pulang sekolah pun aku bermain dengan tetanggaku yang bernama Falros dan Kaitai. Kaitai berasal dari Jepang sedangkan Falros berasal dari Jawa tengah, sama sepertiku.

Aku pulang saat maghrib, dan aku baru keingat kalau disuruh bawa foto-foto pegunungan yang indah buat besok. Segera aku kemas-kemas kemudian berangkat menuju villa kakekku di Pegunungan Granville.

Saat sampai di sana aku menyalimi tangan kakek kemudian pergi menuju kamar kecilku dulu yang bertemakan Hello Kitty. Aku tidur-tiduran di kasur empuk ini dan memikir bahwa fotonya besok saja karena aku sudah sangat capek. Jarak dari rumahku ke villa kakek ini jauhnya 10 km. Aku saja yang berangkat maghrib sampai sini tengah malam.

Bangun pagi pukul 7, mandi lalu sarapan pagi, lalu pergi ke tempat yang kutuju, kemudian beristirahat sampai siang ini. Aku sudah mendapatkan 12 foto yang indah. Serasa semua cukup, aku pun pulang ke rumah pamit dulu dengan kakekku. Aku menyiapkan pelajaranku dan memasukkan foto-foto itu di dalam tasku. Aku segera tidur. Seperti biasa. Bangun pukul 03:09 dini hari, mandi, nonton tv, makan cemilan. Adzan subuh berkumandang. Langsung segera aku wudhu kemudian shalat. Pakai seragam, sarapan pagi, kemudian pergi ke sekolah.

Pulang sekolah aku nonton tv, judulnya: “EDDIE THE EAGLE”
Semangat Eddie pantang menyerah. Dia berusaha menjadi pemain lompat ski terkenal. Walaupun semangatnya dipatahkan berkali-kali oleh keluarganya maupun teman dekatnya, Eddie tetap tak menyerah. Dia pun dibantu oleh ibunya. Karena ibunya sangat menyayangi anak semata wayangnya yang kini berusia 24 tahun. Akhirnya cita-citanya berhasil, walaupun harus mengeluarkan dana tabungan ayah dan ibu Eddie. Tapi aku mendadak kaget saat mengetahui bahwa cerita ini adalah cerita nyata. Aku pun terharu.

Pukul 17:15 aku mandi dan memakai kaos polos putih dan T-shirt panjang berwarna hitam. Lalu aku tidur. Dan begitulah kehidupanku sehari-hari bye!

Cerpen Karangan: Sabila Salwa Putri Wahyuhadi
TERIMA KASIHTELAH MEMBACA CERITA INI, AKU HARAP KALIAN SUKA YA! THANKS!

Cerpen Hidupku Yang Berbeda merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Antara Malu dan Kesal

Oleh:
Dessy merengut kesal ketika Annisa, sahabatnya, menyontek Pekerjaan Rumah (PR) Dessy. “Terima kasih,” kata Annisa. Dessy tidak menanggapi. Senyum tipis saja tak diberikan. Bel istirahat berdering nyaring di telinga

Pengganggu Di Sekolah Berasrama

Oleh:
Aelita, anak perempuan yang tergolong nakal. Ada aja cara menggangu orang lain. Mulai dari miscall terus-terusan sampai pura-pura jadi zombie. Pokoknya ide Aelita tidak pernah habis. Aelita masuk sekolah

Love Story (Part 1)

Oleh:
Dita tak pernah melanggar aturan. Selalu tepat waktu. Dita adalah gadis rajin dan serius dalam melakukan apa saja. Bahkan kelewat serius sehingga ia dijuluki “Si culun” di kelasnya. Dan

Two Friends

Oleh:
Halo aku Liza! Di sore hari Horay! aku jadi sahabatnya! tau gak aku jadi sahabat anak terpopuler di sekolah! Tapi… apa yang aku lakukan di sekolah ya? aku jadi

Buaya dan Kerajaan Katak

Oleh:
Pada suatu hari, ada sebuah kerajaan katak. Yang dipimpin oleh seekor katak yang dapat sihir. Akan tetapi di sana juga hiduplah seekor buaya. Ia senang memangsa warga dari kerajaan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *