Hutan Misterius

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 30 January 2015

Aku dan temanku, kami ingin melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh warga setempat. Yaitu masuk ke dalam hutan misterius. Kenapa namanya hutan misterius? Entahlah, tapi menurut salah seorang warga yang pernah masuk ke dalam hutan tersebut. Katanya, dia melihat tumbuhan aneh yang dapat bercahaya, setelah kejadian itu, dia tidak dapat berbicara.

Kami sudah siap masuk ke dalam hutan misterius. Dengan perbekalan seadanya kami masuk hutan tersebut. Kulihat ada sebuah tanaman yang cukup besar dan menyeramkan. Lalu tiba-tiba muncul cahaya dari tumbuhan tersebut. Kami ingin bergerak, tapi kaki kami tidak bisa bergerak. Tubuh kami seperti dililit oleh ular.

Tapi temanku sudah siap dengan hal ini. Dia melempar sebuah handphone tepat mengenai bagian tumbuhan yang bercahaya itu. Kemudian kami terlepas dari ikatan tersebut. Tiba-tiba kami di ikat lagi dan dibawa oleh dua orang berpakaian hitam menuju sebuah rumah.

Ternyata dua orang itu adalah pemburu hewan langka untuk diperjualbelikan. Dan tumbuhan menakutkan tadi adalah sebuah alat untuk menakut-nakuti warga yang masuk ke dalam hutan misterius. Dengan begitu mereka bebas menangkap hewan-hewan langka.

Mereka menyuruh kami meminum minuman penghilang ingatan. Kata mereka biasanya mereka memberi minum pada orang yang masuk ke dalam hutan misterius adalah minuman penghilang suara dan diberikan pada saat orang tersebut ketika tidur.

Tapi untuk kami, mereka ingin menghilangkan ingatan kami. Lalu kami dipaksa meminum-minuman tersebut. Dan kami hanya pura-pura meminumnya dan pura-pura pingsan. Kemudian mereka membawa kami ke awal masuk hutan misterius, supaya warga yang melihat menjadi enggan untuk masuk hutan misterius.

Kami terbangun dan langsung menceritakan kejadian ini kepada warga dan polisi. Lalu mereka ditangkap dan hewan-hewan langka tersebut dilepaskan kembali ke dalam hutan misterius. Setelah kejadian itu, aku masuk kembali ke dalam hutan misterius, aku melihat sesosok hewan aneh yang bewarna putih, dengan mata berwarna merah, serta mirip seperti manusia. “Siapa itu?” aku berteriak. Dia dengan cepat menarikku dan mengajakku ke dalam gua.

Di dalam gua itu ada sekumpulan hewan putih itu, lalu mereka mengajakku makan ikan. Kemudian mengajakku bermain air, di sebuah sungai yang airnya jernih. Setelah itu aku tidur di dalam gua bersama anak hewan putih itu. Ketika aku bangun, aku berada di tempat tidurku, ternyata kejadian itu hanya mimpi.

Cerpen Karangan: Aldi Rahman Untoro
Blog: aldirahmanuntoro.blogspot.com
Menurut saya, menulis adalah kegiatan yang mudah dan menyenangkan.

Cerpen Hutan Misterius merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sumpah Langit Bumi (Part 1)

Oleh:
“Ibu.. Ayolah.. aku sudah besar, aku dapat berburu sendiri, aku bisa menjaga diri. Bahkan akan aku jamin, aku akan pulang dengan selamat!” Ucap seorang putri cantik dari ‘Kerajaan Barwasan’.

Si Penolong (Part 1)

Oleh:
Joko Raharjo adalah seorang remaja asal Kota Bogor. Dia adalah pria yang nakal, dan sering sekali ikut balap motor liar, bahkan sering sekali tertangkap. Sekali waktu dia tertangkap, dan

Oh My Vampire, Because You Are My Sun (Part 2)

Oleh:
Seketika itu Ken berdiri. “Tunggu, apa aku salah lihat…!! ini aneh sekali…” kata Ken dengan ekspresi penasaran. Nana secara perlahan-lahan berdiri. “kaa.. kau.. mungkin salah lihat… ak..aku yakin itu..!”

5 Demon Butlers (Part 1)

Oleh:
Cerita tentang seorang anak perempuan yang menemukan daerah yang ditinggali banyak orang. Anak ini tidak tahu tentang kutukan apa pun dan masuk dalam persahabatan yang rumit. “Daripada aku harus

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *