I Feel My Soul

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 25 February 2016

“Indah sekali…” Savanna gadis berusia 16 tahun, putri dari pasangan suami istri terkaya di kota Gannava.
Hari ini ia memperingati hari kelahiran adiknya yang meninggal 10 tahun yang lalu. “Apa ini tidak terlalu mewah?” Ujar Savanna. “Hanna akan senang jika ia melihat kakaknya sangat cantik.” Kata Darcy ibunya.

Sava terlihat cantik dengan gaun putih yang dihiasi belian dan aksesoris lainnya, baju yang seharusnya digunakan adiknya saat hari ulang tahunnya. Walaupun adiknya telah pergi untuk selamanya Sava tetap merayakan hari itu karena ia merasa jiwa Hanna hidup di dalam dirinya. Hal pertama yang keluarga itu lakukan adalah mendatangi sebuah perkampungan tua di sudut kota Gannava. Banyak terlihat anak-anak, orang tua, dan bahkan gadis-gadis seusianya duduk di pinggir jalanan meminta sedekah. Sava memberi orang-orang itu beberapa bingkisan dan beberapa koin emas. Ketika ia mendekati seorang gadis sesusianya, gadis itu terlihat ketakutan.

“Ada apa? Aku orang baik, peganglah tanganku,” Kata Sava mengulurkan tangannya.
Tidak ada respon dari gadis itu, datanglah wanita tua yang merupakan ibu dari gadis itu.
“Maafkan dia nona, dia tidak bisa bicara dan…”
“Kasihan sekali kau,” Kata Sava memeluk gadis itu.
Gadis itu mengambil secarik kertas dan tinta. Ia menulis sesuatu.

“Kau merasakan dirimu?” Sava tidak mengerti apa yang gadis itu maksud.
“Maaf nona dia… Maksud saya Hanna memiliki pengelihatan yang tidak ini sehingga ia sering mengatakan hal-hal aneh,” Kata ibu gadis itu.
“Hanna… Apa namamu Hanna?” Sava terkejut mengetahui hal itu.
“Savanna hari sudah sore sebaiknya kita pergi,” Panggil seorang pelayan di rumah Sava.

Sava terus memandangi gadis yang bernama Hanna itu memikirkan kalimat yang dibuatnya. Setelah sampai di rumah. Sava bersiap untuk tidur.
“Sava.. Sava…” Terdengar suara berasal dari cermin. Muncul sesosok gadis cantik.
“Sava aku ingin seperti dirimu, di sini gelap tidak ada gaun dan perhiasan,” Muncul sosok gadis lain di belakang gadis cantik itu.
“Ini aku, aku selalu hidup dari jiwamu. Tapi sekarang aku ingin hidup, aku ingin sepertimu.”
“Hanna kau tidak bisa seperti ini, kau sudah tenang di sana jangan seperti ini!” Kata Sava.
“Tidak aku ingin dirimu, jangan halangi aku!!” Bayangan di cermin hilang.

“Dimana ini?” Sava menyusuri jalan seperti yang pernah ia lewati.
Terlihat seorang gadis yang pernah ia temui yaitu Hanna gadis yang aneh itu.
“Biasakah kau beri tahu aku ada di mana?” Kata Sava.
“Kau orang baik aku akan membantumu,” Ujar Hanna.
“Kau bisa bicara?”
“Tentu, hanya jika seperti ini,”
“Apa maksudmu?”
“Ikut aku.”

Mereka sampai di rumah Keluarga Savanna.
“Itu dirimu,” Hanna menunjuk pada seorang gadis yang berada di depan cermin.
“Bagaimana tubuhku bisa …” Sava meneteskan air mata.
“Aku tidak mengerti hal seperti ini aku mohon tolong aku,”
Hanna memeluk Sava.
“Tenanglah aku akan selalu membantumu. Hal pertama yang harus kau lakukan adalah masuk ke dalam cermin itu dan rasakan jiwamu,”
Sava terlihat ketakutan.
“Percaya padaku.”

Savanna masuk ke dalam cermin. Gadis yang duduk di depan cermin tadi pingsan tidak sadarkan diri. Terlihat gadis di cermin semalam berdiri di hadapan Sava.
“Kau… Hanna kenapa kau lakukan ini padaku? Aku memang berdoa agar engkau bisa kembali tapi bukan seperti ini Han… Kembalilah ke tempatmu,”
“Tempat kotor itu? Tidak aku tidak mau aku ingin hidup sepertimu.” Gadis yang di cermin itu berubah menjadi sosok yang lain.

“Kau… Bukankah kau Hanna yang tinggal di desa itu dan sekarang kau sedang membantuku?” Sava terkejut melihat hal itu. “Itu, itu tubuhku, namaku Nirna aku benci hidup miskin. Ketika aku melihat gaun indahmu aku ingin hal itu. Aku tahu selama ini kau dalam keadaan terguncang karena kematian Adik semata wayangmu. Aku juga mengetahui jika setiap hari ulang tahun Adikmu kau berdoa agar dia bisa kembali. karena aku memiliki kamampuan istimewa aku bisa mengambil dirimu, dan sekarang kau tidak bisa mengambilnya kembali karena kau tidak mempunyai keyakinan pada dirimu.”

Setelah merenung cukup lama Sava akirnya mengerti.
“Kau menggunakan jiwa Adikku untuk mendapatkan semua ini, tapi aku selalu punya keyakinan bahwa aku selalu merasakan jiwaku dan jiwa Hanna ada di sini,”
“Hannamu sudah menjadi gadis bisu pinggir jalan sana jadi pergilah, kau membuatku menunggu untuk pergi membeli gaun baru,” Kata Nirna. “Aku merasakan jiwaku, aku merasakan jiwaku,” Kata Sava. Semua dinding kaca yang mengelilingi mereka pecah dan Nirna terjebak di tempatnya karena ia tidak bisa merasakan jiwanya.

Semua kembali seperti semula.
“Kau sudah bangun?” teriak ibu Sava.
“Maafkan aku Bu, bisakah kita ke suatu tempat?”
Mereka pergi ke tempat di nama Hanna tinggal.
Terlihat Hanna duduk di pinggir jalan. “Hanna kau Adikku.”
Hanna mengambil secarik kertas. “Selamat Kak,”
“Hanna terima kasih,” Mereka berdua berpelukan.
Beberapa waktu kemudian Sava dan Hanna hidup bersama. Tidak tahu sampai kapan, hanya sampai Nirna dapat merasakan jiwanya.

Cerpen Karangan: Dea Safarina
Facebook: Dea Safarina

Cerpen I Feel My Soul merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Alunan Piano Dave

Oleh:
Di siang hari yang panas, Momo baru pulang kuliah. Sampai di rumah, dia langsung merebahkan diri di sofa ruang tengah. Sofa warna cokelat kesayangannya. Di situ tempat favoritnya untuk

Mimpi dan Fana (Part 1)

Oleh:
Ini adalah mimpi. Bagaimana aku tau? Aku berdiri di bawah himpunan dedaunan. Rasanya rindang, seperti sebuah tameng yang melindungiku dari terpaan sinar matahari. Tapi, layaknya sebuah benda yang tertarik

KGLSHSS

Oleh:
Di suatu kerajaan yang modern yang mengikuti alur dari waktu ke waktu sama halnya dengan kehidupan manusia zaman ini, seorang raja bernama Stefin Wiliem, bersama seorang istri bernama Cellina

Nightmare By Step Grandma

Oleh:
Mungkin ini merupakan akhir dari hidupnya, terkurung di dalam kobaran api besar, tak ada lagi harapan, tak ada senyuman, bahkan peluang untuk keluar dari rumah itu pun sangat kecil.

My Angel

Oleh:
Sudah tiga tahun berlalu… Kejadian yang terjadi ketika David masih duduk di kelas dua SMA, sementara sekarang dia sudah menjadi seorang mahasiswa semester enam perkuliahannya. Hari ini, tepat tanggal

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *