Ia Diculik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 29 April 2019

Halo Guys, namaku Mokila. Sekolah di SDN magic Company. Aku sekarang sedang melakukan aktivitas yang keren.

“Hai, Kila. Ikut ke kantin? Kali ini aku yang meneraktir. Ikut ya?” Kata dia, Leaf. Aku menganggukan kepala. Aku langsung pergi ke kantin. Aku berbicara banyak tentang apa saja. Tapi sekilas ia menatap mataku. Ia seperti mau menangis. “Hey, ada apa?” Sahutku. “Tidak, aku baik-baik saja”.

Kriiiing…. Hore! Pulang! Aku langsung mengambil tasku dan langsung pergi. Tapi aku punya rahasia kecil. Mau tahu nggak? Ya, aku punya kekuatan. Kurahasiakan dari semua orang. Tapi, walaupun ada yang meminta. Kubungkam mulutku agar ia tak mengetahuinya. Ya, kulihat Leaf sedang berjalan sendirian. Entah apa yang dilakukannya. Aku ingin menyapanya, tapi seseorang menculiknya. Aku harus mencarinya!

Aku mengikuti penculik itu diam-diam. Aku melihat mereka berbicara pada bos mereka. “Kau sudah menculiknya?” kata bos mereka. “Sudah, Ma’am. Kami berhasil menculiknya!” kata Anak buahnya. “Bagus! Ikat dia di gudang dan jangan sampai dia lolos!” kata bos mereka. “Baik!”.

Aku mengikuti mereka diam-diam. Beruntunglah aku punya kekuatan menghilang (kayak Raib). Kuikuti mereka. Saat di gudang, mereka mengikat Leaf di kursi dan meninggalkan mereka. Aku melihat pintu itu terkunci diluar. Aku terjebak bersama dia!

Gimana dong? Aku hanya mencari jalan keluar lewat jendela atau apa gitu. Tapi yang ada malah tidak ada jendela. Pantas saja bau gudangnya. Tapi yang saat dikala putus asa, aku langsung gunting tali yang mengikatnya dan langsung membuat Leaf sadar. Saat sadar, aku langsung menunggu bos mereka masuk dan langsung kabur, simpel kan?

Aku dan Leaf bersembunyi di belakang pintu menunggu bos mereka. Saat bos itu diambang pintu, “Lalalala, mana pangeranku? Kutunggu kau di ujung pintu, ya!” kata Bos mereka. Saat dibuka pintunya, ia melihat Leaf lepas dari ikatan tali. “Brobbos! Klommos! Lihat apa yang kalian lakukan! Pangeranku kabur begitu saja. Kalian ikatnya erat tidak sih? Dasar bego!” kata Bos mereka. “Maaf, Merliona. Kita sudah ikat kencang, kok! Pintu juga dikunci. Mungkin ada yang menyusup kesini” kata Klommos. “Oh, mungkin ada yang membantu mereka? Cari Pangeran itu dan penyusupnya. Bawa mereka di hadapanku!” kata Merliona.

Glek.. Gimana nih? Aku terjebak bersama Leaf. Tapi aku tak punya pilihan lain selain menggunakan kekuatanku. Saat mereka mencari, Klommos menemukan kita. Aku dan Leaf langsung menyerahkan diri. Tapi saat Merliona menyentuh Leaf, habis juga kesabaranku. Kekuatanku tidak dikendalikan. Aku mengamuk sejadi-jadinya. Tapi saat mereka sudah tepar, Leaf memegang tanganku dan berusaha agar aku tenang. Setelah tenang, ia langsung menempelkan Bibirnya ke bibirku sambil berbisik “aku mencintai kamu”

Cerpen Karangan: Mimit
Add aku saja azira_aulia316

Cerpen Ia Diculik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cincin Berlian

Oleh:
Suara ombak yang berdebum di pinggiran pantai menyambut pagiku hari ini. Matahari masih belum menampakkan dirinya. Aku berjalan menyusuri pantai sendirian, di saat mata-mata lain masih tertutup. Ini memang

Labirin Mimpi

Oleh:
Bangun tidur, mandi, makan, ke sekolah, pulang, mengerjakan tugas, menonton laptop, terus tidur lagi dan terus berputar begitu-begitu saja. Well, begitulah kebiasaan Alan Suryoso. Memang untuk seorang anak yang

Lari (Part 2)

Oleh:
Merasa cukup mereka masuk ke gudang minimarket di balik pintu di belakang ruang display. Mereka sangat lelah, perempuan muda itu melepaskan gendongannya pada sang bayi dan meletakannya pada polytainer

Telepon dari Tuhan

Oleh:
Setelah melakukan absen di mesin ‘prik’, aku langsung menuju ruang kerjaku. Di sana, seperti biasa rekan-rekan kerja yang lain sudah lebih dulu berangkat, sudah pada ngumpul. Dan seperti biasa

Pelampiasan

Oleh:
Jakarta, kota yang tak pernah tidur. Dua puluh empat jam sehari, tujuh hari seminggu, kota ini seakan tak pernah berhenti bergerak untuk sesaat. Setiap hari semua orang sibuk dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *