If I Have Magic (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 11 January 2016

– Author POV
Seorang gadis berumur 15 tahun terlihat sedang mengendarai sepedanya dengan laju yang lumayan cepat, ia terlihat sangat panik karena di hari pertamanya sekolah ia sudah mengalami kesialan. Dia telat bangun dan menyebabkannya seperti ini. Ia pun mempercepat laju sepedanya namun saat sekolahnya tinggal sedikit lagi ia gapai. Bel berbunyi ia pun harus memohon kepada satpam sekolahnya tersebut agar bisa memasuki sekolahnya tersebut. Setelah beberapa lama memohon ia pun diperbolehkan masuk karena seseorang guru juga terlambat di hari itu.

Gadis itu bernama Aya Sakurako. Ia tinggal di desa Sakurako yang termasuk wilayah barat yang kebanyakan ditempati oleh ras manusia karena itu dia dinamai Sakurako. Ia merupakan murid baru di sekolah yang terdapat di antara perbatasan wilayah barat dan wilayah timur. Oleh sebab itu sekolah itu mempunyai murid dari 2 ras dari berbagai pelosok negeri tersebut. Ia masuk ke gedung sekolah tersebut. Ia pun berjalan mencari kelasnya.

– Aya POV
“Di mana kelasku?” ia terus melihat sekeliling sambil mecari kelas X-A.
Brukk!! “Aww, sakittt.” Aya tampak memegang kepalanya yang sakit.
“Huh!! kenapa harus ada orang saat aku sedang terburu-buru.” Tampak di depan Aya seseorang sedang mengambil sapu terbangnya.
“Hei kau bukannya minta maaf malah menyalahkan orang!” keluh Aya sambil berjalan pergi. Seseorang yang menabraknya hanya bisa mematung melihat Aya yang memperlakukannya berbeda dari gadis lain.

“Sudah telat harus memohon, tersesat tidak tahu kelasku di mana? seluas apa sih sekolah ini? dan ditabrak orang yang otaknya sedikit miring tadi. Huaahhh sial sekali diriku!!” Aya menghentak-hentakkan kakinya ke bumi saking kesalnya. “Apakah kau gila?” terdengar suara dari sampingnya.
Aya menoleh, “hei bukannya kau yang tadi menabrakku mau apa kau ke sini?” Aku Mempercepat langkahnya.
“Apakah kau dari kelas X-A? Kalau iya naiklah lebih baik kau ikut aku, karena kelas kita berseberangan, sekaligus menebus rasa bersalahku.” Aku berpikir sejenak ia pun langsung mengangguk kecil tanda setuju.

Sesampainya di kelas. Sesampainya di kelas semua hening, dan mereka menatap tajam ke arahku, tampak seorang guru sedang mengajar melihat ke arahku, “oh no, batinku merasakan hal tidak baik.”

Aku pun menghampiri guru tersebut, “maa…maaf sa…sa… ya terlambat.” ucapku sambil menundukkan kepala.
“on time please!!!” ucap para murid serentak. Guru yang sedang mengajar bernama Ms. Lusy terlihat di name tagnya ia seorang guru bahasa inggris. Ia pun menunjuk ke arah jam yang menunjukkan pukul 7.30. “i’m sorry Ms. Lusy, I wake up late.” Aku hanya pasrah saat ini, “go out! I don’t need student like you!” ucapnya.

Aku berjalan lemas ke luar ruangan, “ya Tuhan, kenapa nasibku sesial ini?” Aku berdiri di luar kelas dan melihat kelas X-Magician yang berisi ras penyihir. Di sana mereka terlihat sedang belajar namun sesekali mereka bercanda, bahkan pria tadi tidak dihukum sama sekali, berbeda dengan kelasku yang sunyi dan tampak serius, “Aku tak boleh iri!” aku memukul-mukul kepalaku, sampai akhirnya aku bosan dan tidak tahu harus apa.

Sampai jam pelajaran berganti Ms. Lusy ke luar kelas dan menatapku sinis, “baru hari pertama aku sudah membuat masalah dengan guru.” lalu terlihat seorang guru yang ke luar dari kelas X-Magician, “Ada apa denganmu?” ucapnya ramah, name tag di bajunya tertulis Ms. July, aku hanya menggeleng lemas, “pasti kau telat saat pelajaran Lusy? Dia memang orang yang selalu on time, jadi tak diragukan lagi ia akan menyuruhmu out dari kelasnya.” tak lupa senyum kembali menghiasi wajahnya.

Aku hanya bisa tersenyum kecut. Tak lama kemudian datanglah Mr. Charlos, “sedang apa kau di sini Nak? Bukankah tadi Lusy mengajar?” Tanyanya ramah.
“saya telat Mr. Charlos.” Mr. Charlos membawaku ke kelas dan memperkenalkan diriku di depan kelas dan Aku pun menempati bangku kosong.

Silih berganti guru memasuki kelas sampai tak terasa waktu belajar pun habis. Saat itu pun aku pergi ke gedung asrama, dan di surat penerimaanku, aku berada di kamar 200. Kamar itu berada paling atas sementara lift sudah dipenuhi banyak orang. Akhirnya aku pun berencana menggunakan tangga manual, “If I Have magic? What can i do?” ucapku saat menaiki tangga-tangga tersebut dan saat itu pula sebuah cahaya putih menembusku. Aku pun tak sadarkan diri saat itu.

Saat aku sadar aku sudah berada di ruang kepala sekolah yang bernama Mr. Jack. “kau sudah sadar?” ia tampak sedang menyeduh teh, ia memberikan segelas untukku.
“Apa yang terjadi? Kenapa aku ada di sini?” ia hanya tersenyum penuh tanda tanya.
“Apakah kau tahu rahasia negeri ini?” Terdengar suaranya sedikit berbisik, aku menggeleng pelan, “Di negeri ini hanya terdapat satu ras, yaitu penyihir.” aku hampir tersedak mendengarnya, ia melanjutkan kata-katanya.

“hanya saja, ada kekuatannya ada yang sudah bangkit ataupun yang belum, karena tak ingin ada yang dilukai oleh para penyihir tak bertanggung jawab. Terhadap masalah itu kami merahasiakannya karena mereka mengangggap ras manusia itu lemah, yang tahu hanyalah kalian yang dilahirkan dengan kekuatan yang belum bangkit.”

Terlihat ia tersenyum simpul, aku hanya bisa mengucapkan kata, “oh.”
“Jadi kau akan kami pindahkan ke kelas X-Middle, mereka sama pintarnya dengan X-A namun kekuatan mereka sudah bangkit itu saja yang menbedakannya.” ucapnya lagi.
“Tapi Mr. Jack, bagaimana aku bisa masuk ke kelas itu? Kalau hanya akan merepotkan para Mr atau Ms.” Tampak mukaku kebingungan.
“Tenang, Ken anakku sendiri yang akan melatihmu.”

Tiba-tiba terdengar ketukan pintu. “Silahkan Masuk Ken.” Mr. Jack mengayunkan tongkat sihirnya ke pintu. Pintu itu pun terbuka terlihat pria seumuran denganku. Rambutnya yang berwarna hitam, dan matanya yang berwarna biru laut tampak berkilau terkena paparan sinar matahari sore. badannya yang seperti Atlet yang membuat wanita tergila-gila melihatnya.

“Hei, bukankah kau yang tadi ku tabrak?” terlihat mata birunya membulat melihatku.
“sebodoh apa diriku sampai lupa bahwa kau orang yang menyebalkan tadi.” Dengan nada sedikit menyebalkan.
“Sudahlah kalian ini sudah seperti anak kecil.” ujar Mr. Jack.
“I’m sorry Dad, ada apa kau memanggilku?” tanya Ken. Mr. Jack hanya tersenyum dan Ken seperti mengerti maksud ayahnya. Ken pun menarikku ke luar dari ruangan ayahnya.

– Ken POV
“Mimpi apa diriku harus mengajar orang sepertinya?”
“kita sudah sampai, ini tempat latihan middle, pertama-tama kita harus memilih tongkat sihirmu.” Tanganku menunjuk salah tempat yang di penuhi tongkat sihir.
“Bagaimana caranya?” terlihat muka Aya bingung.
“Huft, begitu saja kau tak tahu?” Aya hanya begumam kesal. “tutup matamu biarkan tongkat sihirmu yang menemukanmu!” Aya pun mempraktekkan yang ku suruh tapi tak terjadi apa-apa. “Tutup matamu dengan rileks bukan paksaan” aku menaruh kedua tanganku di kedua matanya. Sebuah tongkat mendekat ke arahnya.

Dan tongkat itu mengeluarkan cahaya. Aku menaruh tanganku kembali ke awal dan Aya terlihat kebingungan, “kenapa tongkat itu bercahaya?” cahaya itu berwarna biru yang menandakan ia memiliki Elemen Air, “Ternyata elemenmu sangat berbanding terbalik denganku.” Tiba-tiba aku merasakan sangat sakit di lenganku.
“Haha, kenapa 5 Kesatria sepertimu dengan mudah dilukai?” Terhias senyum seringai di bibir orang tersebut yang sepertinya sebaya denganku.
“Jadi Magician dari utara hanya bisa bermain licik?” ucapku dingin, terlihat simbol Baphoment di tangannya.
“Tak usah banyak bicara, selamat bersenang-senang dengan racun itu!”

Ia menghilang dalam sekejap, “Sial racun ini mulai berekasi.” mataku mulai redup saat itu.
“Ken… Ken.. Ada apa denganmu? hei buka matamu Ken!! Apa? Apa yang harus ku lakukan.” Terdengar isak tangis darinya.

– Mr. Jack POV
Aku memasuki Aula khusus latihan para Middle karena ada aura jahat dari Aula. Saat ku memasukinya aku mematung melihat anak semata wayangku, yang tak sadarkan diri berserta isakan tangis Aya. “Ada apa ini? kenapa Ken tak sadarkan diri?” aku memberikan Healthy lotion, namun itu sia-sia itu hanya bisa menghambat racunnya karena racun itu merupakan buatan dari Magician.

“Yang bisa mengobatinya hanya Mary dari laut timur.” ucapku sedih.
“Hah Mary? Bukankah dia seorang Magician elemen cahaya, yang dikurung oleh Magician dari Utara di dalam laut timur?” kekhawatiran tersirat wajah Aya.
“Iya itu benar, dan ia hanya dapat dibebaskan oleh Magician elemen Air dari 5 Kesatria, sementara kami hanya baru menemukan 1 orang yaitu Ken.” terlihat kebingungan di wajah Aya.
“5 Kesatria? Apa itu?” ucapnya.

“5 orang yang diramalkan mempunyai kekuatan yang akan mengakhiri kejahatan penyihir-penyihir dari wilayah utara. Kelima orang tersebut mempunyai masing-masing elemen dasar yang sangat kuat, mereka pun dapat mengendalikan kelima elemen, namun elemen dasar merekalah yang terkuat yaitu, Tanah, Udara, Api, Air, dan Cahaya.” jelasku panjang lebar, dan Aya hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Aku menyebutkan mantra darurat untuk semua murid khusus penyihir di sini baik dari kelas Middle, warior, Magician yang memiliki Elemen Air. Aku harus segera menemukan kesatria Air tersebut agar dapat menyembuhkan Ken.

– Aya POV
“Ken, kau harus bertahan!” Ucapku sangat pelan. Setelah 1 menit berlalu Aula kelas Middle mulai berdatangan para pengguna Elemen Air, Dari kelas Middle mereka memakai kemeja berwarna biru menandakan mereka para pengguna Elemen Air dengan, dengan rok/celana, dan jubah berwarna putih. Kelas warior dan Magician berpenampilan sama. Hanya saja jubah untuk warior berwarna Abu-Abu. Sedangkan warna emas untuk para Magician. Mereka menatapku aneh karena seragamku yang merupakan seragam dari ras manusia.

“perhatian untuk semuanya!” suara Mr. Jack terdengar sangat keras, cukup untuk merebut perhatian mereka dariku, “Kalian saya kumpulkan di sini karena saya ingin mencari Kesatria Air, untuk menyelamatkan Ken dengan cara membebaskan Mary.”

Semua yang ada di sana langsung panik mendengarnya karena Magician kelas tinggi saja belum pasti bisa memasukinya karena ada sebuah pintu yang hanya bisa dimasuki oleh kesatria air. Para Magician dan Warior langsung berteleportasi ke tujuan, sementara aku mematung karena melihat mereka menghilang begitu saja. Lamunanku pun dipecahkan oleh suara Mr. Jack.
“Bagi para Middle diharap segera masuk ke portal!” Tampak Mr. Jack menggendong Ken di punggungnya tengah berjalan memasuki portal. Ia menoleh ke arahku dan mengisyaratkan aku masuk. Aku pun menunjuk diriku seolah berkata aku? ia hanya mengangguk lalu tersenyum.

Aku pun megikuti perintahnya. Aku masuk ke dalam portal dan ke luar di sebuah pulau dan tampak laut di sekelilingnya, dan ajaibnya portal yang ku masuki menghilang.
“Sial! Semua ini bernar-benar membuatku pusing, sekarang apa yang harus ku lakukan?” Aku memukul-mukul kepalaku, karena kebingungan melihat semua orang dari semua kelas berjalan di Air bahkan ada yang berselancar.

“Aku butuh Ken, aku butuh dia!” Ucapku lumayan kencang sambil terus memukul-mukul kepalaku.
“Hei kau benar-benar bodoh ya? kau terlihat sangat frustasi tanpaku.” ucap seseorang tampak senyum usil di wajahnya. Aku memperhatikan wajahnya tak salah lagi itu Ken.
“kyaaaaaa… hantu!! siapa pun tolong!!!” Teriakku histeris.

Namun hantu Ken langsung menutup mulutku. “Diamlah! Aku belum mati, aku baru sadar tadi berkat Healthy lotion dari Dad tapi ini hanya bersifat sementara ya kira-kira 24 jam sampai racun itu berjalar ke seluruh tubuhku.” ucapnya sedikit berbisik dengan nada santai tepat di telingaku.

Tak terasa air mata mengalir di pipiku aku pun melepaskan tangannya dari mulutku dan aku memeluknya. Ken pun terlihat sangat kaget karena kelakuanku. “ku kira kau akan mati Ken.” ucapku terisak karena tangisku, Ken hanya mengelus rambutku seolah bicara aku tak apa. Sampai akhirnya Ken menyuruhku untuk menyusul yang lainnya, “Cepatlah ke sana! Jangan sampai kau tertinggal sangat jauh karena aku tak bisa benar-benar menjagamu. Aku akan memakai sapu untuk ke sana, karena elemenku Api.”

Ia memperlihatkan simbol Suzaku sang penjaga gerbang Selatan yang ada di tangannya. Aku pun mengangguk namun saat sampai di tepi daratan aku kembali menoleh ke arahnya.
“Bagaimana caranya?” aku menggaruk kepalaku yang tak gatal, “Rasakan air itu, bayangkan kau dan air menyatu menjadi satu, anggap air bagian dari dirimu yang akan melindungimu!” Ucapnya di atas sapu terbangnya. Aku mengangguk. Aku menutup mataku lalu mencelupkan kakiku ke air yang cukup dangkal aku pun merasakannya. Aku mulai menyatu dengan air. Dan mempercayai aku akan aman bila di dekat air.

Saat ku buka mataku aku sudah berjalan di atas air. Aku mencoba berselancar namun tak semudah yang ku lihat. Aku berkali-kali jatuh, dan Ken pun berkali-kali menertawaiku.

Bersambung

Cerpen Karangan: Farah Adelia Putri
Facebook: Adel

Cerpen If I Have Magic (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Handphone Ajaib

Oleh:
Dina Angelina Marina, namanya. Ia sering dipanggil dengan nama Dina atau Lina. Tapi seringnya dipanggil Lina, sih. Pasti, semua orang mengira, ia adalah anak baik, sopan, dan rajin. Akan

Pangeran Maut (Part 2)

Oleh:
Waktu itu, ibuku sangat menginginkan seorang anak laki-laki meskipun tahu hal itu mustahil terjadi, Ibu bersikeras untuk memiliki seorang anak lagi. Mungkin ibu merasa sepi karena kak Baron dan

Mereka Benar Benar Ada

Oleh:
Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 malam ketika seorang gadis kecil berambut jagung masih terjaga di dalam kamarnya. Dengan lincah tangan mungilnya menorehkan coretan-coretan tinta berbagai warna yang meriah pada

Misteri Jasad Dalam Air (Part 3)

Oleh:
Selagi dia berfikir, tiba-tiba pemuda bernama Lamidin memanggilnya. “Kang, apakah harus kupanggil Kepala Kampung untuk melaporkan kejadian ini?” Daud mengangguk saja. Setelah Lamidin menghambur pergi, Daud melangkah lebih dekat

Guci Ajaib

Oleh:
Halo, namaku Rio. Sekarang aku kelas V B, dan hobiku adalah makan. Teman-temanku kadang memanggilku si gendut, tukang makan, dan lain lain. Tetapi aku tidak marah, aku malah mengatakan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *