Ilusi Kenyataan dan Perasaan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 29 November 2016

Illios, kota metropolitan yang sangat ramai dan sibuk. Semua orang ingin tinggal di kota ini. Namun, mereka tidak tahu kenyataannya. Aku bekerja di dalam sebuah kantor. Kantor yang bisa dibilang cukup besar. Aku tidak betah disini.

“BOOM!” Suara ledakan bom besar terdengar dari ruanganku. Semua alarm pun menyala. Suara hentakan kaki orang berlarian pun terdengar. Semua orang panik. Aku pun berusaha untuk melindungi diri dengan mengumpat di bawah meja kantorku.

Setelah beberapa menit, suasana menjadi sangat sunyi. Ya, aku bisa mendengar suara sirine mobil polisi di bawah. Namun, tidak terdengar suara orang satu pun. Aku pun memberanikan diri untuk ke luar dari ruangan. Tidak ada siapa-siapa. Ini sangat aneh. Aku pun mendengar suara orang sedang berteriak. Seperti sedang marah. Aku pun pergi ke arah suara tersebut.

Dari ujung lorong aku bisa melihat banyak orang tergeletak. Tertidur dengan lelap. Mereka adalah rekan kerjaku. “APA-APAAN INI?” ucapku. Terlihat seperti ada yang menjaga mereka. Laki-laki menggunakan jas hitam yang sudah sangat kusam, dengan sebuah senjata di punggungnya. “Apakah dia teroris yang menyerang kantor kami? Ah, ini tidak penting. lebih baik aku fokus menyelamatkan para sandera.” ucapku. Aku pun menyelinap ke belakang sang teroris. Disini cukup berisik, dia tidak akan mendengarku. Aku pun berdiri tepat di belakang teroris. Dan dengan sebuah besi bekas reruntuhan, aku hantamkan ke kepalanya hingga dia tak sadarkan diri. “Aneh, hanya satu orang? ini tidak mungkin.” pikirku. Sesaat setelah memikirkan hal itu, “BANG!” sebuah peluru menembus kakiku. “AAAAHHH” teriakku kesakitan. Karena pendarahan yang lumayan parah, aku pun mulai tak sadarkan diri.

Aku mulai sadarkan diri. Aku di sebuah ruangan. Semuanya putih. Seorang perempuan berdiri di hadapanku, menatapku dengan rasa ingin tahu. “Apa maksudmu menyelamatkan orang-orang di gedung itu?” tanyanya. Aku mencoba menjawab, namun tidak sepotong kata pun bisa keluar dari mulutku. “Ahahaha. Sudah kuduga.” katanya dengan nada bercanda. Dia pun tersenyum kepadaku. “Kalau begitu, kamu balik deh, waktumu disini sudah habis. Illios? kota itu tidak pernah ada. Anggap saja ini sebagai sebuah mimpi buruk.” katanya. Semuanya berubah gelap. Wanita itu pergi dengan senyuman yang tak akan pernah aku lupakan. Semuanya gelap. Hitam. Perlahan pun aku mulai tidak sadarkan diri.

Aku pun terbangun di rumahku. 8:30. “Sial, aku telat untuk kerja!” aku pun bersiap untuk pergi. Seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Aku pun menaiki bus. Dan di dalam aku melihat seseorang. Seseorang yang sudah tidak asing lagi di mataku. Ya, wanita di kejadian kemarin. Apakah kejadian itu benar-benar terjadi? Aku pun duduk di samping wanita itu. “Umm permisi mbak, kita pernah ketemu ya sebelumnya?” tanyaku dengan sopan. “siapa ya?” balasnya. Sekali lagi, dia melontarkan senyumannya kepadaku.

Cerpen Karangan: Abdul Goufar Ahmad Arfan

Cerpen Ilusi Kenyataan dan Perasaan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


In The Illusion

Oleh:
Dunia begitu kejam. Tak peduli seberapa keras aku berusaha, dunia seakan-akan hanya menganggapnya sebagai angin yang berlalu. Aku menyerah. Aku sudah lelah. Aku sudah tidak kuat lagi. Buat apa

Kara Bagian 1 Sore itu di Tepi Hutan

Oleh:
Seekor jalak terbang dan hinggap di antara kerumunan kawanannya. Ia mengangkat kepalanya awas, mencari-cari tanda bahaya yang mungkin mengintai di sekelilingnya. Jalak itu mengawasi padang rumput, kubangan dan dataran

Sisca oh Sisca…

Oleh:
Aryo tampak lemas. Barusan ditelepon sama pacar gelapnya Sisca. Siapa yang tak mau menyimpan Sisca? Tubuh aduhai dengan majah manis adalah salah satu alasan Aryo berhubungan dengan Sisca. Tapi

Perdamaian Untuk Pedalaman (Part 2)

Oleh:
“Aarrghh!!!” Alex mencoba menerjang pria besar itu dengan seluruh tubuhnya, untuk membebaskan Sandra. Pergulatan pun tak terelakkan. Tubuh Sandra terjepit di antara tubuh Alex dan Pria itu yang sedang

Best Friend Adventure

Oleh:
“Kita buka Facebook yuk, La!” ajak Namira. “Yuk!” jawab Ashilla. Namira dan Ashilla adalah sahabat sejati. Mereka menghabiskan hari pertama dari dua minggu liburan mereka. Oh ya, nama lengkap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *