Imajiner

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 10 November 2019

Duduk di kursi kamarku, sangat merasa bosan hari ini, “huft.., apa yang akan kukerjakan hari ini…”, terlintas di benakku, kemudian kucoba membuka salah satu media sosial favoritku di telepon genggam, aku pun menjangkaunya, berada tepat di atas meja di depan tempat aku duduk. Mulai melihat-lihat sesuatu yang ada di beranda teman, kerabat dan orang-orang yang hanya kenal lewat dunia maya.

Sampai aku berhenti pada suatu kiriman dari teman satu kelasku bernama Ani. Tidak ada yang aneh dengan kiriman itu, hanya foto Ani dan teman-temannya yang lain di sebuah jalan yang kiri dan kanan jalan itu terdapat sawah dan padi bewarna kuning, lalu ada pondok tua di tengah-tengah sawah itu yang membuatku seakan-akan pernah melihatnya, bahkan berada di jalan itu.

Lantas, tanpa berpikir panjang, aku langsung menghubungi Ani, kebetulan nomornya telah kusimpan dua minggu lalu. “Ani, hallo Ani…”, entah mengapa aku sangat ingin tau tempat itu, “iya niki, ada apa..?”, jawab Ani, “aku ingin tau di mana tempat kamu berfoto dengan empat sahabatmu yang kamu kirim dua minggu lalu, bisa beri tahu aku dimana tempatnya?”, tanyaku tergesa-gesa. “Itu tepat di jalan menuju rumahku nik”, setelah ani mengatakan demikian, aku langsung menutup telepon dan bersegera menuju rumah ani dengan sepeda motor ayahku.

Aku mengingat kembali, dimana aku mengenal tempat itu, kemudian terlintas di pikiranku pada sebuah mimpi yang pernah kualami. Sekarang aku ingat, aku pernah berada di sana, pada saat aku bermimpi, lalu kenapa tempat ini di mimpi terasa begitu nyata?, pertanyaan itu terlintas di otakku.

Tak terasa aku telah tiba tepat di jalan itu, lalu ku parkir motorku di tepi jalan, melihat daerah sekeliling dan aku pun mulai berjalan menyusuri pematang sawah menuju pondok yang membuat pikiran terus mekirkan pondok itu, ada apa di dalam pondok ini?, otakku terus bertanya-tanya.

Langkahku pun terhenti di depan pondok itu, bangunannya sudah sangat tua, kumuh, dan tidak terawat. Tepat di tengah pondok tua itu terdapat sumur, rasa penasaranku pun muncul pada sumur yang sama tidak terawatnya dengan podok itu. Kudekati sumur itu, langkah demi langkah, lalu kulihat ke dalam sumur itu, seperti lubang hitam yang tidak ada ujungnya. Tiba-tiba ada sesuatu yang sangat kuat menarikku ke dalam sumur itu, aku tidak bisa memberontak sama sekali, sesuatu yang sangat kuat itu menarikku sampai ke ubun-ubun, hingga semuanya pun menjadi gelap di pandanganku.

Mataku terbuka secara perlahan, milirik ke kiri dan kanan, tiba-tiba aku berada di kamarku sendiri, duduk di kursi tepat di depan meja belajarku. Telepon genggamku pun mengeluarkan nada dering, sepertinya ada pemberitahuan baru. Aku pun mengambilnya dari atas meja, lalu aku melihat ada kiriman baru dari Ani, teman sekelasku. Tidak ada yang aneh dengan kiriman itu, hanya foto Ani dan teman-temannya yang lain di sebuah jalan yang kiri dan kanan jalan itu terdapat sawah dan padi bewarna kuning, namun perasaanku mengatakan ada yang janggal dengan foto itu, terlintas di pikiranku sebuah pondok, aku rasa ada pondok tua di tengah sawah itu, tapi kenapa sekarang tidak ada?, pertanyaan ini terus memadati isi kepalaku, kemana pondok itu, aku merasa pernah berada di sana, di pondok, tepat di tengah sawah itu, dan apakah ini semua pernah terjadi?.

Cerpen Karangan: Rizki Ichsan Netsyah
Blog / Facebook: Rizki Ichsan Netsyah

Cerpen Imajiner merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Penguasa Dunia Kematian (Part 1)

Oleh:
Kisah ini bermula ketika kematian menjadi awal dari sebuah kekekalan. Ketika kematian menjadi gerbang menuju dunia tanpa akhir. Dunia yang disebut sebagai dunia kematian. Tempat para manusia setelah menjumpai

Ternyata Dia

Oleh:
“Teng… Teng… Teng…” bunyi jam di rumahku tepat menunjukan pukul 00:00 wib, tiba-tiba, “Aaa…” terdengar suara jeritan dari sebelah rumahku. Aku ketakutan, dan tak dapat tidur semalaman… “Kriing… Kriiing…

Hutan Misterius

Oleh:
Aku dan temanku, kami ingin melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh warga setempat. Yaitu masuk ke dalam hutan misterius. Kenapa namanya hutan misterius? Entahlah, tapi menurut salah seorang

Migla (Part 2)

Oleh: ,
Ketika sedang sibuk mengamati kristal-kristal dan mulai berpikir untuk mengambil beberapa, tiba-tiba Gard tersadar bahwa ada yang tidak wajar, dia tak melihat atau merasakan keberadaan naga di dalam gua

Perspektif

Oleh:
Mega-mega lembayung yang berkelindan dalam cakrawala sudah hampir menjelma menjadi hitam. Mentari pun perlahan mulai muak dengan langit dan segala isinya, hingga ia perlahan-lahan turun dari singgasananya. Tapi tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *