Ini Bukan Ragaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 6 June 2017

Seperti biasanya aku hidup dengan “Membosankan”. Kadang aku sering berimajinasi menjadi pria tampan, kaya, dan disukai banyak wanita. Tapi semua itu terhenti ketika temanku memanggil.. “Hai daffa melamun terus..” Teriak chandra dia adalah salah satu sahabatku. “Kau daf ingin ke mana setelah pulang sekolah?” Lalu diriku menjawab.. “entalah, sepertinya aku malas keluar, lebih baik aku diam di rumah saja sehabis pulang sekolah”.
Bel masuk sekolah akhirnya berbunyi setelah istirahat yang cukup singkat, setelah selesai menyiapkan buku aku memejamkan mata lalu terdengar suara “Selamat sore anak anak”.

Setelah 2 jam belajar bel pulang sekolah pun berbunyi kira-kira jam 5 sore aku pun pulang ke rumah dan bersiap-siap untuk sholat maghrib. Setelah sholat maghrib aku pun membaringkan tubuh di kasur yang kurasa cukup nyaman. Tak lama kemudian aku bangun setelah kulirik jam ternyata pukul 6 pagi “Wah lama sekali diriku tidur hingga terbangun jam 6 pagi” Dalam benak pikiranku.

Setelah duduk di pinggiran kasur dan mengusap mataku betapa terkejutnya aku melihat kamarku berubah 90 derajat menjadi lebih indah dan megah, juga dipenuhi barang mewah dan mahal aku segera berlari kecil menuju pintu, dan diriku tak sengaja melihat pantulan kaca seperti ada yang aneh, aku segera membalikan arahku ke kaca dan astaga wajahku beubah menjadi lebih tampan bagaikan model pria. Disaat aku sedang asik melihat kaca ada seseorang mengetuk pintu dan berbicara.. “Mas apakah ada masalah?” Lalu kujawab.. “Tidak ada masalah kok” lalu kubuka pintu kamar dan ternyata ada seseorang yang menggunakan baju mirip asisten rumah tangga dan dia berbicara.. “Maaf mas tadi saya mendengar kegaduhan, apa mas albern tidak kenapa-napa?..” Dan kujawab.. “Tidak kenapa-napa, tadi saya agak sedikit kaget maklum abis mimpi buruk”, “Ohh iya mas ada banyak orang menunggu di halaman rumah”, kata orang yang menggunakan baju asisten rumah tangga, lalu aku segera ke halaman rumah dan betapa terkejudnya aku melihat puluhan wanita menghampiriku seraya berkata “Albern I love you” lalu aku tersenyum pada mereka semua.

Hampir setiap hari aku dihampiri bayak wanita ketika aku lagi jalan, ke masjid, restoran, bahkan saat aku ke toilet umum ada saja wanita yang menghampiri aku hanya untuk berfoto dan memminta tanda tangan hingga membuatku “Muak”.
Suatu ketika aku berjalan-jalan menggunakan raga baruku seperti biasa, seperti biasa ada saja wanita yang menghampiriku, cuman kali ini berbeda mereka lebih sedikit hanya 5 orang saja, mereka hanya meminta berfoto bersama dan aku turuti kemauan mereka sampai ada salah satu dari mereka menarik bajuku hingga renggang, lalu kubilang.. “Mbak jangan di tarik baju saya” dia hanya tersenyum dan masih saja menarik bajuku. Seolah-olah tidak dipedulikan aku langsung pergi dari mereka dan tidak kusangka mereka semua menarikku hingga aku terjatuh dan tak kusangka mereka memegangiku dengan erat, aku pun segera memberontak dan terlepas dari pegangan mereka, dan aku pun berlari secepat kubisa namun tak kusangka mereka mengejarku hingga kutemui jalan buntu.

Ketika sudah tidak ada jalan lagi dan mereka semakin dekat denganku, aku pun langsung bersembunyi di bawah mobil yang sedang terparkir dan diriku segera bicara dalam hati. “Ya tuhan kenapa jadi begini hidupku, kupikir mudah untuk menjalani hidup sebagai orang tampan, terkenal, dan banyak disukai wanita, ternyata tidak. Ini lebih susah dari pada apa yang aku bayangkan, ya tuhan hamba ingin kembali ke raga hamba, hamba tidak ingin di raga ini karena ini bukan ragaku”.

Tiba tiba pengelihatanku menjadi gelap. Dan tiba tiba aku ada di dalam kelas lalu ada guru yang betanya kepadaku.. “Daffa kenapa kamu tidur di kelas?” Lalu kujawab.. “Maaf bu soalnya saya bergadang untuk belajar hingga fajar”, lalu guru tersebut bilang.. “Alasan kamu belajar, memang sekarang ulangan hingga kamu belajar hingga larut malam. Sekarang kamu push up 10 kali di depan” Lalu semua murid di kelasku tertawa termasuk candra, kemudian candra bilang.. “Makanya lain kali jangan mengigau” Aku pun tersenyum sedikit dan memulai push up. Huh setidaknya aku senang karena bisa kembali ke ragaku, mulai sekarang aku tidak akan mengigau lagi karena aku mulai sedikit bersyukur atas semua yang berikan tuhan kepadaku, karena tuhan tau mana yang harus kita jalani dan mana yang bukan, dan tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi batas kempuan hambanya. Dan mulai sekarang aku akan menjadi diriku sendiri.

Cerpen Karangan: Aji Tyas Hermawan
Facebook: Aji Tyas Hermawan

Cerpen Ini Bukan Ragaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dasar Payah Dasar Lemah

Oleh:
Aku adalah seorang remaja laki-laki yang baru lulus sma. Setelah lulus aku memilih bekerja daripada melanjut ke perguruan tinggi, bukannya aku tidak ingin, tapi kondisi keluargaku yang membuatku memutuskan

Diriku

Oleh:
Berawal ketika matahari terbit begitu menyilaukan, aku terpekur di depan cermin dengan sisir di tangan. Terdiam membisu mengamati bayangan yang kian tua dan tumbuh. Teringat olehku kejadian seminggu yang

Jomblo! No Way!!

Oleh:
Nayla melangkahkah kakinya di sepanjang koridor sekolah, pagi itu suasana tampak gelap dan hujan turun dengan derasnya. Ia mulai merapatkan kembali jaketnya untuk mengusir dingin yang menusuk tulang. Langkahnya

Tentang Kita

Oleh:
Di sudut sebuah gedung tua itu, tersusun rapi bangku-bangku panjang ditemani deretan kursi kayu bercat kusam. Bukan karena kusam dimakan usia. Melainkan, model bangunannya yang dirancang khusus menyerupai bangunan-bangunan

Aku Ada Di Sini

Oleh:
Bisu. Aku diam membisu di pojok kelas. Memperhatikan ia bermesraan dengan perempuan kesayangannya. Tenanglah, ini hanya pemandangan biasa. Tapi sepertinya, aku tidak bisa membohongi perasaan sakit yang membelenggu masuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *