Istana Kue Putri Brownies

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 28 January 2016

Pada suatu hari ada seorang anak perempuan yang mengumpulkan kayu bakar. Ia bernama Lila. Ia hanya tinggal bersama neneknya yang sakit di rumah. Karena neneknya tak bisa bekerja maka, Lilalah yang bekerja mencari uang dengan mengumpulkan kayu bakar lalu dijual di pinggiran kota. Pada suatu hari ia mendapat kayu yang sangat banyak, sehingga ia masuk ke dalam hutan dan semakin masuk ke dalamnya.

Ketika selesai mengambil kayu Lila baru sadar bahwa ia tersesat di dalam hutan. Lalu Lila mencari jalan ke luar namun, malah semakin tersesat. Ketika ia sedang mencari jalan ia melihat sebuah istana. Di istana itu ada banyak kue, dan istana tersebut juga dari kue dan pengawalnya pun biskuit cokelat. Saat Lila ingin mendekati istana tiba-tiba seseorang menabraknya, saat terjatuh ia melihat yang menabraknya kue yang cokelat lalu kue tersebut bertanya.

“hai kau siapa?” tanya kue yang menabrak Lila yang tak lain Putri Brownies, lalu Lila menjawab.
“aku Lila dan engkau siapa?” tanya Lila.
“aku Putri Brownies salam kenal” jawab Putri Brownies.
Lalu mereka pun berkenalan dan mengobrol bersama lalu Lila bertanya, “mengapa kau meninggalkan istana?”
Putri Brownies menjawab, “aku hanya bosan di istana itu saja” katanya.

Putri Brownies lalu mengajak Lila ke istananya lalu ia dijamu kue yang enak. Setelah selesai makan Lila berkata pada putri Brownies bahwa ia harus pulang karena neneknya pasti akan mengkhawatirkan dirinya yang belum pulang. Putri pun sedih lalu mengizinkan Lila pulang dan memberikan koin emas untuk Lila, Lila senang dan berterima kasih pada Putri Brownies kemudian pergi dan dipandu pengawal biskuit.

TAMAT

Cerpen Karangan: Sinta Qurni Nur Huda
Facebook: Siti Ajah Nur Huda

Cerpen Istana Kue Putri Brownies merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hidup Benda Mati

Oleh:
Dunia bukanlah hanya untuk seseorang yang benar-benar dapat hidup dengan jantungnya. Tanpa disadari tak punya jantungpun segala sesuatu memiliki rasa, memiliki keinginan dan dapat pula mati. Benda mati tak

Peramal Ulung

Oleh:
Mata anak itu memicing. Mentari pagi bersinar, mengentaskan temaram dini hari yang sunyi. Ekoinoks vernal, sangat terasa. Peronda malam telah dirumahkan. Selimut mereka bentangkan. Saat untuk istirahat. Di sisi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *