Istana Tersembunyi (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 20 June 2013

Liburan kali ini, rencananya Shila akan berlibur ke pantai Pangandaran, Jawa Barat. “Ummi, kenapa enggak ke pantai bali aja?” tanya Shila. “Yang dekat dulu aja” jawab Ummi singkat. Brmm.. mobil melaju kencang. “Ummi, kapan sih sampainya?” tanya Shila dengan nada yang kesal. Ummi tidak menjawabnya. “Huuh, Ummi gitu!” gumam Shila. Shila tertidur pulas tak sadarkan diri.

Beberapa jam kemudian…
“Hoaam..” gumam Shila menguap. “Ummi, udah sampai belum?” tanya Shila seraya menggeliatkan badan. “Sebentar lagi, sekarang udah sampai di Ciamis” sahut Ummi. “Ooh” kata Shila ber-ooh panjang. Rasa pusing tiba-tiba menghampiri Shila. “U.. um.. ummi” ujar Shila.
“Apa sayang?” tanya ummi lembut. “Ummi, aku pu…” kata-kata Shila terputus. Shila belum bisa melanjutkan kata-katanya dan Shila pingsan. “Shila?!” pekik Ummi. “aduh, Ummi. Jangan alay dong” kata Abi mencoba bahasa anak-anak. “ini, ini Shila pingsan” jelas Ummi. “Apa?!” Abi tak seperti biasa. Abi jelas sangat syok. Anehnya, saat Shila pingsan, darah dari hidung bercucuran. “Ummi, lebih baik kita bawa ke dokter aja” kata Abi. Ummi mengangguk. Air mata Ummi satu per satu bercucuran. Karena, Shila adalah anak satu-satunya dari Abi dan Ummi-nya. Tapi, ada satu halangan terjadi. Ban bocor tepat saat berada di depan hotel. “Ummi, bagaimana ini? kita cari hotel dulu saja” kata Abi seraya keluar dari mobil. Awalnya, Ummi menunggu Shila. Namun, karena perut ummi kosong, jadinya ummi memutuskan untuk membeli gorengan di jalanan. Ummi meninggalkan mobil.

Beberapa jam kemudian, Ummi belum datang-datang. Begitu juga dengan abi. Shila terbangun dari tidurnya, eh salah..! Shila siuman dari pingsannya. Mungkin, Shila masih lingliung. “Aku dimana?! bukannya aku sudah sampai di panti?” tanya Shila bertubi-tubi. Shila keluar dari mobil dan menuju pantai. Kebetulan, jarak mobil dengan pantai pangandaran sudah dekat. Shila jalan tak tentu arah. Sesampainya di pantai, Shila berganti baju dulu di balik pohon. Setelah itu, Shila menikmati indahnya pantai. “Hmm.. ngapain ya?” tanya Shila. “aha! main istana pasir aja..” kata Shila. Karena shila tidak membawa sekop dan ember, jadi shila memakai Botol air mineral dan tangannya sendiri. Sret.. sret… dengan cekatan, Shila membuat istana pasir. “tada…” kata shila girang. Shila melonjak senang. Yah, hasilnya lumayan. Buatan anak kelas 2 sekolah dasar, memang cukup bagus. Syuut.. wush! angin berembus kencang. Sedikit ombak juga merusak istana pasir milik Shila. “yaaaah.. istana nya rusak”

Saking kesalnya, Shila memutuskan untuk bermain di pantai. Langkah kaki Shila begitu cepat. Walaupun Shila hanya bermain ombak di tepi pantai, tapi Shila tetap senang. Tiba-tiba, Auw.. darah dari hidung bercucuran lagi. “hiks.. hiks… Ummi, Abi” kata Shila dalam hati. Rasanya sakiit sekali. Shila membasuh darahnya memakai air pantai. Mata Shila tertuju pada tengah lautan yang berombak besar.

Entah kenapa, Shila terbawa untuk berjalan ke tengah laut. Semakin lama, Shila tak bisa menahan air. Lagi pula, badan Shila sudah tenggelam. Untung saja, Shila bisa berenang. Tapi, ombak yang begitu besar membuat Shila tak bisa kembali ke tepi pantai. Sring.. ada setitik cahaya yang kemudian berubah menjadi seorang peri. “Shila, ayo ikut aku. Aku akan membawamu” kata peri itu. Jeng.. jeng.. jeng…

“Tenang Shila! aku akan membawamu ke suatu tempat yang menakjubkan” kata Peri itu. Tetapi, Shila sedikit melihat Peri itu dengan buram dan pusing tujuh keleyengan. Shila melihat name tag di baju Peri itu terdapat tulisan bernama ‘Princess Magic’. Aneh banget kan? Shila bingung bukan main. “Namaku Princess Magic. ya, memang aneh bagimu, karena hidupmu berasal dari dunia nyata. Dan, di negeri ku magic itu punya arti yang berbeda. Jika magic di dunia nyata adalah Ajaib, Namun jika di duniaku magic adalah Manis” kata Princess Magic itu panjang lebar. “Sekarang, pejamkan matamu dan bukalah kembali matamu ketika hitungan ke sepuluh” jelas princess Magic itu. Sebenarnya, Shila ingin tertawa akan nama Princess Magic itu.

Tanpa basa-basi lagi, Shila memejamkan matanya, menunggu hitungan ke sepuluh. Terasa Princess Magic menggandeng tangan Shila seraya berhitung “Satu.. dua.. tiga..”. “empat.. li.. lima.. enam.. tujuh.. delapan.. sembilan.. sepuluh seperempat.. dan sepuluh setengah.. Lalu, SEPULUH!” sambung princess Magic. “Apakah sekarang aku bisa membuka mataku?” tanya Shila. “Boleh” jawab Princess Magic singkat. namun, suaranya menjadi aneh. Suaranya… suaranya menyeramkan! Shila mencoba menghilangkan pikiran buruknya. Shilapun membuka matanya. “HA?!” pekik Shila. Ternyata, Princess Magic yang berparas cantik, imut, dan lain-lain itu berubah menjadi Princess yang jelek, bibirnya maju 10 cm, alisnya keatas, keningnya mengkerut, giginya rusak, lensa matanya berwarna merah, mukanya seperti borok, rambutnya kusut panjaang, dan badannya besar tinggi. “Hahahahahaha” tawa Shila. Bukannya takut ataupun bergidik, Shila justru tertawa.

Shila memasang muka datar. Princess tadi itu tampak marah. “Kamu tahu siapa aku?” tanya princess jelek itu. “Hmm.. Si Monyet dari Gua Hantu!” tebak Shila. “bu…” kata-kata Princess jelek itu terputus. “bukan, bukan! Pocong!” sela Shila. “eh, konyol deh! kamu itu vampire” tebak Shila lagi. “eh, kata-kata tebakan tadi aku semua salah! yang benar tuyul!” seru Shila. “eh, eh! oups.. masak ada tuyul besar berambut kusut gitu sih! Dia itu jin tomang” kata Shila lagi. “Tebakan kamu semua salah! aku itu MONSTER tahu!” amarah Monster itu semakin meninggi. “Oooh” kata Shila ber-ooh panjang memasang muka datar. “Aneh, kamu orang aneh sedunia! kamu tidak takut sama aku?” tanya Monster keheranan. “Ya enggaklah! habisnya, nama kamu Kamseupay! Kampungan sekali udik payah! namanya pasaran banget” sahut Shila polos. “Kalau yang keren itu ya seperti, Terminator, Golum, Justin Bieber, apalagi Rasulullah Saw. Baru itu aku takjub” lanjut Shila. “Kalau nama kamu sekeren tadi, baru aku minta tanda tangan” kata Shila. “Dasar kamu manusia yang dodol! tidak tahu siapa aku” teriak Monster itu nyaring. Shila menggaruk-garukan kepala yang tidak gatal.
“ya sudah, karena aku JAHAT! J-A-H-A-T, jadi aku akan rebus kamu” marah Monster itu. “Jangan aku takut. Kabur.. Say to peace!” seru Shila seraya berlari meninggalkan Monster. Akan tetapi, terlambat sudah. Monster itu menarik rok Shila dari belakang. Hap.. Moster itu mengambil Shila dengan tatapan tajam. Senyum licik dan seram mengembang. “hiiy..” Shila bergidik ketakutan.

Shila di bawa oleh Monster menelusuri lorong-lorong gua yang sempit. Beberapa menit kemudian, Shila dan Monster sampai di suatu ruangan. Terdapat tulisan ‘No. 308’. “Ha?! Apa? bukannya gua no. 308 adalah rumahnya Mbah. Gundul?” tanya Shila sedikit keras. Fiuh.. untung saja, Monster itu tidak mendengarnya. Diruangan itu, terdapat panic yang besar raksasa. Gluk.. gluk.. suara gejolak air yang mendidih itu membuat Shila takut.

Perlahan, Monster itu mengikat kedua tangan Shila menggunakan tali tambang. Dag.. dig.. dug! detak jantung Shila semakin sini semakin cepat. “Ya Allah, titipkan salam kepada Ummi dan Abi! Ya Allah, titipkan salam ini ya Allah! Aku sudah pasrah” kata Shila dalam hati. Tidak terasa, Air mata Shila sudah banyak bercucuran. Kini, bukan lagi air mata. Melainkan tangisan seperti tsunami di aceh.

Tali tambang, sudah dekat dengan panic yang amat sangat besar. Begitu juga dengan Shila. Shila juga mendekat dengan panic yang berisi air panas mendidih. Angin yang kencang, membuat tali berayun-ayun. KEtika di bawah bukan lagi panic, Shila berusaha turun. Tap! Shila berhasil turun. “Yeaaay…! Auw” jerit Shila. Shila meringis kesakitan. Kulit lututnya robek. Hiks.. Shila menangis histeris. “Grrr…” Monster itu menoleh sedikit demi sedikit. O-ow! Shila langsung berlari terbirit-birit. Semakin jauh, tiba-tiba ada setitik cahaya seperti tadi. Tapi cahaya itu menghilang.
Mata Shila terus tertuju pada lubang di tanah yang kecil. Setelah lama diperhatikan, lubang itu semakin besar. Shila penasaran. Saking penasarannya, Shila masuk ke dalam. “Ah, sepertinya pendek” kata Shila. Hup! shila meloncat ke lubang. Ooh, tidak! ternyata, perkiraan Shila salah. Lubang itu dalam seperti sumur.

Bruk.. Shila terjatuh. Tetapi, didepannya terlihat ada sebuah Istana yang Megah. Tring..! tiba-tiba di depan Shila ada cermin yang besar. Shila menatap cerminnya. “Ha? cantiknya..” seru Shila girang. Shila melonjak kesenangan. Lukaku hilang, kulitku menjadi putih, dan penampilanku menjadi seperti seorang Putri. “Putri.. Putri..” tiba-tiba ada yang memanggil nama Putri. Shila celingak-celinguk. Sumber suara ini semakin endekat. “Ooh, itu rupanya putri! ayo kita ke Istana!” ajak pengawal-pengawal itu. “Yeay.. huhu! tapi kan aku bukan putri” kata Shila dalam hati. Di dalam kerajaan, semua terbuat dari kristal dan emas. Barangnya antik-antik. Shila diajak keruangan kamarnya. Wow, bagus! “Wah, ini seperti istana bukan kamar!” gumam Shila. “ada apa Putri?” tanya seorang dayang-dayang. “Oh, tidak! ambilkan bulan”sahut Shila ngaco. Masaka ada ambilkan bulan sih?Anehnya, Dayang itu mengangguk. Tidak lama kemudian, dayang itu membawa bulan sebenarnya. Di bulan itu terdapat video kabar? Ummi dan Abi sekarang.

Mulai sekarang, Shila menjadi putri di Istana Tersembunyi ini. Nama Putri sebenarnya adalah Ashila Nurfitriani Princess ya, di panggilnya Shila Mirip seperti nama Putri sekarang yang palsu. Sekarang juga, Shila mempunyai sayap berwarna-warni yang mengkilap!

Cerpen Karangan: Muhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Facebook: Muhammad Rafid Nadhif Rizqullah

Assalamualaikum..
Aku ingin menjadi penulis yang bermanfaat dan cerpen ini masuk ke cerpen pilihan bulan ini. Cerpenku sebelumnya yang telah dimuat antara lain : Garden party, Surat yang Tak Tersampaikan, Penggemar Rahasia, Ladang Misterius, Hari-hari Icha, Aku butuh teman bukan musuh,b alo n Pengantar Surat, dan Tabungan Perdamaian. Minta kritik dan sarannya ya sobat! Tunggu verpenku yang lainnya.. Se you later!

Waalaikumsallam

Cerpen Istana Tersembunyi (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri Bintang Jatuh

Oleh:
Hari ini Luna ingin cepat-cepat bertemu dengan sahabatnya Kayla. Dia ingin sekali menceritakan kejadian yang dilihatnya semalam. Makanya ketika pagi hari tiba dia tidak sabar lagi untuk pergi sekolah.

Lucid Dream

Oleh:
“Uhh.. Apa ini sudah pagi?” ucap naya mengucek matanya dan kini mulai bangkit serta turun dari tempat tidurnya, dia pun keluar kamar dan memanggil-manggil orang seisi rumah akan tetapi

Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)

Oleh:
“Berapa biayanya, Dokter Lim?” tanya Rain. “50 ribu,” jawab Dr Limbad sambil tersenyum. Joe mengangkat alisnya. Rain kemudian mengeluarkan seluruh uang hasil yang mereka dapatkan tadi, dan menyerahkannya kepada

Air Mata Persahabatan

Oleh:
Aku menatap langit langit kamarku. Air mataku tidak henti hentinya mengalir. Aku meraih diary yang ada di sampingku. Tulisan tangan di diaryku, semakin buram seburam mataku ini. Aku mengurungkan

Dunia Tulis Menulis

Oleh:
Selly sedang di kamarnya sembari menulisi buku kesayangannya. Kalian ingin tahu kan, Selly sedang menulis apa? Yap, Selly sedang menulis sebuah Cerpen. Memang, sudah puluhan cerpen Selly membuatnya, ia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *