Kehidupan Baru Clara

Cerpen Karangan: ,
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 19 June 2017

Suatu hari..
Sebuah mobil ditemukan di jurang yang diduga korban kecelakaan. Para polisi yang menemukannya terkejut melihat seorang anak perempuan berumur 10 tahun yang masih hidup. Anak itu dibawa ke rumah sakit. Luka yang didapat sang anak cukup serius, dia menderita luka memar di kepalanya dan beberapa luka goresan di tangan dan kaki. Dokter menyatakan bahwa anak itu menderita amnesia (hilang ingatan). Dokter menyarankan kepada polisi, agar tidak mewawancarai anak itu terlebih dulu.
Akibat amnesia tersebut, si anak lupa siapa namanya. Tetapi saat polisi menemukannya, dia mengenakan kalung yang bertuliskan ‘Clara’. Dari situlah orang tau namanya Clara.

4 tahun kemudian ..
Selama 4 tahun di Panti Asuhan, belum ada juga yang mau mengapdopsi Clara. Dia merasa hampir putus asa dan sedih. Bagaimana tidak? Tidak ada satu pun anak panti yang mau berteman dengannya. Dia dikucilkan karena punya kulit terlalu putih, suka menyendiri dan dianggap aneh.

Sampai pada suatu sore, Clara memutuskan keluar kamar dan duduk di taman Panti Asuhan.
Dia hanya duduk sendirian, sementara anak-anak di sekitarnya langsung menjauh. Clara dapat mendengar anak-anak itu berkata,
“Hey lihat..! Itu kan Clara si anak aneh itu, dia pucat sekali ya ..” ucap anak bernama Nina pada temannya
“Iya, ayo pergi..! Kita bisa sial kalau di dekatnya” kata anak perempuan berambut pendek
“Ayo! Aku tidak mau celaka ..Dia itu aneh!”
Lalu mereka pergi, Clara menunduk dan menangis.
“Mengapa aku aneh? Mengapa..” Clara bertanya-tanya pada dirinya sendiri

Selama beberapa saat Clara hanya melamun di taman, sampai dia mendengar klason mobil yang mengejutkannya. Clara menoleh, Mobil Avanza warna silver berhenti di halaman Panti Asuhan. Clara berjalan mendekati mobil, dia berharap seseorang datang dan mau mengadopsinya. Seorang lelaki turun dari mobil dan langsung menatap Clara. Lelaki itu seusia dengan Ibu Kepala Panti, dia mengenakan pakaian serba hitam dan kulitnya pucat seperti Clara. Wajahnya tampan dan dia punya tatapan yang tajam.
Clara hanya diam menatap lelaki itu, sampai akhirnya lelaki itu tersenyum dan Clara ikut tersenyum. Perasaan Clara langsung hangat, Clara menatap lelaki itu penuh harap. Berharap dia akan membawanya pergi dan mengenalkan Clara akan dunia yang indah.

Lelaki itu terdiam sejenak menatap Clara, dia merasakan energi yang berbeda dan sangat kuat dari Clara. Dia pasti bukan anak biasa, pikirnya. Apakah dia anak yang ia cari?
Lelaki itu tersenyum, kemudian melangkah pergi masuk Panti.

Clara terdiam, selama ini ada banyak orang yang mau mengadopsinya. Tetapi mereka selalu membatalkan niatnya, setelah mendengar cerita anak panti bahwa Clara aneh. Setiap kali Clara bermain dengan anak-anak panti.. selalu saja terjadi kecelakaan. Hal itulah yang menyebabkan orang-orang menjauhi Clara.

“Sedang menghayal diadopsi? Ha? Jangan mimpi..!! Dasar gadis aneh!” ejek Nina
“Aku bukan Gadis Aneh!!” sembur Clara marah
Nina hanya tertawa dan berlalu pergi, Clara langsung menangis dan berlari masuk kamar.

Tak lama kemudian, terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya. Clara langsung bangkit dan membuka pintu, Ibu Kepala Panti Asuhan berdiri di hadapan Clara,
“Kamu punya tamu Clara” ucap Ibu Lia, kepala panti asuhan
“Siapa?”
“Ini Pak Andy, dia datang ingin mengadopsimu”
“Hay Clara, Masih ingat aku?” sapa lelaki tadi sambil tersenyum
Clara hanya mengangguk,
“Bu Lia, bisa saya bicara berdua saja dengan Clara?” pinta Pak Andy
Bu Lia mengangguk tersenyum, kemudian melangkah pergi.
Clara mempersilakan Pak Andy masuk, Pak Andy duduk di kursi belajar Clara. Clara sendiri duduk di tepi ranjang, menghadap Pak Andy.

“Dari Ibu Lia dan anak-anak panti.. Mereka menjulukimu aneh bukan?” ucap Pak Andy
“Ehmm…. Iya Pak, Saya tidak tau kenapa? Kejadian aneh selalu terjadi setiap ada saya. Seperti barang-barang bergerak sendiri, padahal saya sama sekali tak menyentuhnya ..” Clara siap menangis
“Ya, Clara, jangan menangis.. Aku mengerti kebingunganmu. Yang kau butuhkan sekarang adalah cara menanganinya. Telekinesis bukanlah keanehan, tapi anugrah! Dan aku mau mengundangmu ke sekolahku, tempatku mengajar..”
“Sekolah?? Di mana itu?” tanya Clara curiga juga penasaran
“Ya, Di suatu tempat yang jauh ..”
“Tapi…” Clara ragu, apa dia bisa dipercaya?
“Tenang Clara.. Kau bisa percaya padaku, kau bisa tinggal dan belajar di sana bersama teman-teman barumu” jawab Pak Andy seolah tau apa yang ada di pikiran Clara

Clara hanya terdiam, Clara berharap lelaki itu mengadopsinya dan mau menjadi Ayahnya. Memberikan kasih sayang dan hidup Orangtua-anak pada umumnya. Tetapi, lelaki itu malah menawarinya sekolah.. yang entah di mana dan seperti apa?
“Tentu saja aku akan mengadopsimu Clara, kau juga bisa menganggapku Ayah jika mau? Aku tidak punya putri, kau bisa menjadi putri sekaligus muridku. Sekolah itu penuh anak-anak luar biasa sepertimu ..”
Clara langsung membelalakan mata, terkejut. Pak Andy seperti tau apa yang Clara inginkan? Dan apa yang sedang Clara pikirkan,
“Ya Clara, Aku bisa membaca pikiranmu,” ucap Pak Andy
Clara harus mengedipkan mata beberapa kali, untuk mencerna omongan Pak Andy. Benarkah? Telepati, beberapa orang mampu melakukannya. Bukan suatu keanehan siapapun yang memiliki telepati kuat, bahkan bisa melihat hal ghaib seperti jin.
“Kau tidak percaya padaku? Sudah kubilang, aku bisa membaca pikiranmu Clara. Aku sama sepertimu”
“Sama sepertiku? Maksud Anda?” Clara terlihat bingung
“Jika kau saja bisa menggerak benda, maka aku juga bisa membaca pikiran. Kita dianugerahi kemampuan dan kekuatan super Clara.. begitulah aku menyebutnya! Aku pikir, dulu aku juga aneh. Tapi setelah masuk sekolah itu, aku tidak lagi merasa aneh atau dianggap aneh. Tidakkah kau ingin bahagia Clara?”
“Hm.. Ya, Aku merasa kesepian dan sendiri di sini. Aku ingin punya teman dan merasa bahagia..”
“Jadi apa yang kau tunggu? Apa kau mau tua dan mati di sini? Ada tempat dan teman-teman yang menunggumu Clara.. Percayalah padaku”
Clara terdiam sejenak, ia menatap dalam mata Pak Andy. Mencari tau keseriusan bahwa Pak Andy berkata jujur,
“Percayalah Clara, Aku tidak berniat buruk padamu”
Clara menghela nafas, “Baiklah, kapan kita berangkat?”
“Besok Pagi, Aku akan menjemputmu pukul delapan. Sebaiknya, sekarang kau kemasi barang-barangmu, aku harus kembali ke ruangan Bu Lia untuk mengurus surat-surat Adopsimu” Pak Andy berdiri
Clara ikut berdiri, “Terimakasih..” ragu-ragu Clara tersenyum dan Pak Andy membalasnya dengan senyuman pula.

Keesokan harinya, setelah membawa tas dan berpamitan dengan Bu Lia.. Clara menunggu Pak Andy di teras Panti Asuhan. Saat dia keluar, jam dinding masih menunjukan pukul 7.50.. “Masih 10 menit lagi” ujarnya dalam hati. Anak-anak panti memandang Clara dengan tatapan iri dan dengki.
“Bagaimana mungkin Clara diadopsi? Dia memang cantik, tapi dia kan sangat aneh..” pikir Nina
“Dia pasti akan diusir setelah Bapak itu sadar.. kalau Clara sangat aneh dan membawa sial!” cibir Nina
“Yaa! Aku setuju!!” sahut cewek berambut pendek yang selalu bersama Nina
Clara hanya diam mendengar komentar teman pantinya itu, mereka memang selalu jahat padanya. Clara mengalihkan pandangan ke jalan, dan rasa ketidaksabarannya langsung hilang ketika melihat Mobil Avanza Siver Pak Andy memasuki halaman panti asuhan.

Pak Andy langsung turun mobil dan menghampiri Clara yang sedang tersenyum menyambutnya. Bu Lia juga keluar dan menghampiri Clara. Kemudian Pak Andy pamit kepada Bu Lia, Bu Lia memeluk Clara dan membisikan sesuatu ke telinga Clara. “Maafkan Ibu dan teman-temanmu selama ini Clara.. Sejujurnya Ibu sangat menyayangimu” Bu Lia meneteskan air matanya
“Clara tau Bu.. Clara juga minta maaf karena sudah merepotkan Ibu, Terimaksih bu.. Clara juga sayang Bu Lia” ucap Clara tulus
Selama ini Bu Lia memang selalu baik pada Clara, beliau sering membela Clara meskipun semua orang menyalahkannya. Kemudian mereka berpisah dan Clara ikut masuk ke dalam mobil Pak Andy.

Mobil bergerak keluar halaman Panti Asuhan dan menjauh, semakin menjauh dari perkotaan dan jalan raya. “Apakah sekolah itu sangat jauh?” tanya Clara antusias
“Yah, cukup jauh! Kau bisa tidur Clara, kita akan di mobil selama 5 jam an”
Clara pun menyadarkan punggungnya ke sandaran mobil, lama-kelamaan dia mengantuk dan tertidur. Entah sudah berapa lama Clara terlelap, dia terbangun ketika merasakan hawa dingin. Ternyata mobil memasuki kawasan hutan, entah dimana ini? Clara tidak tau dan memilih diam saja.

Beberapa menit kemudian, Clara melihat pagar menjulang tinggi dan mobil berhenti di depan sebuah gerbang. Clara tidak habis pikir, bagaimana bisa ada bangunan di tengah hutan seperti ini? “Purnama Merah” itulah nama yang terpampang di atas gerbang.
“Tunggu di sini Clara, Aku harus turun sebentar” Pak Andy pun turun mobil dan berjalan ke depan gerbang. Tiba-tiba gerbang terbuka lebar dan Clara terkejut, cahaya terang langsung menusuk mata Clara. Dia terpaksa harus memejamkan mata, Pak Andy masuk mobil. Ketika Mobil itu masuk dan gerbang tertutup rapat, cahaya itu menghilang. Clara membuka mata dan..
Woww..!! Itu menakjubkan, sebuah bangunan sekolah berdiri mewah dan megah di depan matanya. Mobil Pak Andy melewati halaman luas yang sangat indah, ada taman bahkan air mancur dan 3 patung dewa-dewinya.

“Apa yang anda lakukan tadi Pak? Kenapa Gerbang bisa terbuka begitu saja.. Da-dan cahaya terang.. mem-membuat mataku silau!” kata Clara terbata-bata
“Hahahahh.. Kau akan lebih terkejut saat masuk ke dalam dan bertemu teman-teman barumu Clara” jawab Pan Andy santai
“Apa aku benar-benar ada di Bumi?” tanya Clara takjub
“Ya! Tentu saja.. Kau pikir di mana? Luar angkasa?? Hahah.. Ayolah Clara! Kau bisa bersenang-senang di sini”
“Apakah semua orang di sini baik?”
“Kita juga manusia Clara.. dan tidak semua orang itu berhati baik, walaupun pada dasarnya mereka juga punya sisi baik. Pintar-pintarlah cari teman, di sini juga berbahaya. Kau harus berhati-hati, terutama saat menggunakan kemampuanmu”
“Kemampuanku?”
“Ya, kau bisa menggerakan benda hanya dengan menatap dan memberinya perintah”
“Benarkah?”
“Tentu saja, cobalah!”
Clara pun memusatkan perhatian ke botol di depan mobil, ‘bergerak!’ perintahnya. Tapi tidak terjadi apa-apa, Clara mencoba sekali lagi, tapi tetap tak ada reaksi. “Kau masih harus banyak belajar Clara..” ucap Pak Andy sambil tersenyum

Mobil berhenti di depan pintu masuk sekolah, Clara turun mobil dan mengikuti Pak Andy. Sekali lagi Clara hanya dapat ternganga dan terkagum-kagum. Bagunan dan dekorasi sekolah ini sangat modern dan berseni juga indah. Clara dapat melihat anak-anak sebayanya sedang belajar di dalam kelas-kelas. Mereka belajar dengan tenang dan sepertinya mengasyikkan. Karena ada kelas yang penuh tawa siswa-siswinya.

Clara dan Pak Andy memasuki ke ruang kepala sekolah. Bu Mega sang Kepsek, yang terlihat masih muda dan angun, juga smart langsung berdiri dan mempersilakan mereka duduk di sofa ruangannya. Dia menyapa dan menjelaskan beberapa peraturan sekolah kepada Clara. Clara hanya mengangguk dan menerima setiap peraturannya.
“Jadi saya akan tinggal di sini?” tanya Clara memastikan
“Ya, Clara, Pak Andy akan mengantarmu. Semua murid di sini tinggal di asrama” lalu Bu Mega tersenyum begitu indah
Setelah menerima amplop coklat dari Bu Mega, Clara mengikuti Pak Andy menuju asrama dan kamarnya.

Clara memasuki Asrama 3, Pak Andy mengetuk pintu dan munculah seorang gadis manis membuka pintu. Dia adalah teman sekamar Clara, setelah Pak Andy pergi.. Clara masuk kamar.
“Kamu anak baru ya? Darimana? Oiya, siapa namamu?”
“Iya, Aku dari panti asuhan dan namaku Clara.. Kamu sendiri?”
“Aku Jessica, aku juga berasal dari Panti Asuhan.. Aku senang ada kamu di sini” ucap Jessica sambil tersenyum manis
“Senang? Kenapa?”
“Karena aku sudah bosan satu kamar sendirian..” Jessica tertawa dan Clara entah mengapa jadi ikut tertawa
“Oiya, apa kekuatanmu?”
“Menggerakkan barang.. tapi aku harus banyak belajar..” ucap Clara pelan
“Hey! Kenapa kau bicara begitu pelan Clara? Jangan sungkan.. Aku temanmu sekarang, Aku bisa menumbuhkan tanaman”
“Oh ya??”
Kemudian Clara dan Jessica saling bertukar cerita dan ngobrol, hari ini kelas Pak Andy libur karena Clara. Ternyata Jessica benar-benar bisa menumbuhkan tanaman, pantas kamar mereka penuh tumbuhan hijau dan bunga-bunga indah. Jessica tipe teman yang cerewet dan asik diajak ngobrol, sementara Clara pendiam dan baik hati.

Clara sudah siap dengan seragam sekolahnya, dia tersenyum di depan cermin. Memandang dirinya yang mengenakan kemeja putih dan rok pendek berwarna biru, dia juga mengenakan jas senada. Sepatu barunya sangat bersih dan mengkilap, rambut Clara dibiarkan tergerai.
“Kamu sangat cantik..!” puji Jessica yang ikut berdiri di depan cermin
“Terimaksih.. tapi kamu juga sangat cantik..!”
Dan berakhirlah mereka saling tertawa ria bersama. Menyenangkan sekali punya seorang teman, batin Clara.

Selesai dengan penampilannya, Clara dan Jessica keluar kamar dan asrama. Mereka jalan menuju kelasnya, Clara berpapasan dengan banyak murid. Mereka juga terlihat cantik dan keren-keren dengan seragamnya. Clara sering kaget, saat melihat anak-anak memamerkan keahliannya. Mereka sedang asik bercanda satu sama lain. Beberapa mata menatap Clara, ada yang tersenyum, ada juga yang cuek saja.

Bel sekolah berbunyi, Clara dan Jessica masuk kelas. Semua teman sekelas langsung menatap Clara. Jessica yang mengambil alih untuk memperkenal Clara pada teman-temannya. Ternyata Jessica adalah wakil ketua kelas. Teman-teman baru Clara terlihat ramah dan bersahabat, ada 15 orang di kelasnya. Tak lama kemudian, Pak Andy datang. Clara langsung tersenyum, tetapi dia langsung merasa deg-deggan dan jantungnya berdetak kencang.. saat melihat anak laki-laki di belakang Pak Andy. Well, dia sangat tampan..

Pak Andy sekali lagi memperkenalkan Clara, tapi pandangan Clara malah terfokus pada anak laki-laki tadi, yang sekarang sudah duduk di kursinya. Tanpa disangka-sangaka, Clara duduk di belakang anak laki-laki tadi. Clara segera mengikuti pelajaran dengan seksama.

Ketika jam istirahat, Jessica langsung menghampiri meja Clara. Beberapa anak perempuan juga ikut berkenalan dengan Clara. Ada juga yang tidak mempedulikan Clara sama sekali, termasuk anak laki-laki di depannya.
“Kamu suka Andre ya?” bisik Jessica
“Ha?” Clara hanya bisa melongo
“Itu tuh.. yang duduknya di depan kamu, dia ketua kelas di sini.. kamu suka yaaa?” ledek Jessica
“Em-enggak..” pipi Clara memerah
Jessica malah ketawa, kemudian mereka pergi ke kantin. Clara hanya diam digandeng Jessica, banyak mata yang menatap tajam ke arah Clara. Saat Clara berjalan turun tangga, tiba-tiba saja dia terjatuh dan kakinya berdarah. Clara meringis, lututnya terasa perih.
“Ya ampun Clara!!” Jesica langsung bejongkok di depan Clara “Pasti ada yang ngerjain kamu nih! Siapa sih!! Berani-beraninya dia.. kamu nggak papa?” Jessica membantu Clara berdiri
“Gak papa jess..”
“Kaki kamu kenapa?” suara cewek membuat mereka menoleh
“Mirna??” sahut Jessica
“Hay Jess, lutut kamu kenapa?” Mirna menutup luka Clara dengan tangan dan tiba-tiba saja luka itu sudah hilang tanpa bekas
“Ka-ka-kamu..?” ucap Clara terbata-bata
“Dia Mirna Clar.. dia punya keahlian nyembuhin luka dan sakit.. kecuali sakit hati..” Jessica tertawa
Dan mereka kompak tertawa, ternyata Mirna punya keahlian mengobati seperti perawat dan dokter. Benar-benar Magic.

Ketika sampai di kantin, mereka bertiga langsung mengambil makanan dan menempati meja. Mereka asik mengobrol seperti layaknya teman dan sahabat pada umumnya. Walaupun Mirna beda kelas, ternyata dia sudah akrab dengan Jessica. Kerena mereka sama-sama wakil ketua kelas. Clara mendengar seksama cerita Mirna, tapi saat Clara melirik Jessica.. dia malah sibuk merhatiin orang lain. Setelah Mirna pergi, Clara langsung meledek Jessica.
“Cieee.. siapa Jess??”
“Apaan sih?” pipi Jessica memerah
“Kamu ngeliatin siapa dari tadi.. cowok tadi kan?? Siapa Jess.. pacar kamu? Ganteng ya.. lebih ganteng dari Andre malah..”
“Yee.. kamu suka ya sama dia?” Jessica langsung menatap tajam Clara
“Ya-ya enggaklah.. aku udah suka sama yang lain” pipi Clara memerah
“Andree yaaa.. hayoo ngaku..” goda Jessica balik
Pipi Clara makin memerah, ternyata dia sudah jatuh cinta sama Andre. Karena selama di kelas, dia jadi sering deg-deggan kalau melihat Andre, belum lagi kalau mau tidur.. Clara sampai nggak bisa tidur gara-gara mikirin Andre.. senyumnya sampai kebawa mimpi.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Clara buru-buru ke kelas. Karena dia bangun kesiangan, “Pasti gara-gara mikirin Andre nih! kenapa Jessica nggak ngebangunin aku sih!” Clara berlari tergesa-gesa
“Bukk!!” “Adduh!!”
Clara betabrakan dengan.. dengan.. dengan.. Ya ampun, Clara langsung terdiam dan terpaku menatap Andre. “Kamu gak papa?” Andre membantu Clara berdiri
Clara hanya diam saja, terpesona. Dia tak sanggup berkata-kata.. dia hanya mengangguk seperti robot. Lalu mata mereka bertatapan. “Ehemm!” suara Pak Andy berdehem, membuat mereka kaget dan menjauh. Pipi Clara langsung memerah, Andre sendiri langsung nyengir masuk kelas. Clara menyusulnya.

Semenjak tabrakan itu, Clara dan Andre jadi semakin dekat dan akrab. Dan ternyata Andre adalah anak Pak Andy. Sekarang Clara sudah punya banyak teman, juga sahabat seperti Jessica dan Mirna. Andre punya kekuatan membaca pikiran, jadi dia tau kalau Clara menyukainya. Dan akhirnya Clara bisa menggunakan kekuatannya dengan baik dan lebih bermanfaat. Seperti membantu petugas sekolah memindah lemari, mangangkat meja dan kursi. Dia juga sangat bahagia dengan sekolah baru beserta teman-tamannya.
Sekarang Clara sadar mengapa orang-orang di panti menganggapnya aneh..
Karena ternyata, Clara adalah anak luar biasa.

Selesai

Cerpen Karangan: Rizqi dan Rahma
Blog: http://ceritaayu7.blogspot.co.id
follow my twitter @rizqiayu8

Cerpen Kehidupan Baru Clara merupakan cerita pendek karangan , , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Makhluk Manis Di Teras

Oleh:
“Sssst, Anna.. lihat deh cowok yang lagi main gitar itu,” bisik Anggi pada Anna yang sedang asyik menjilat ice cream cokelatnya seraya menunjuk dengan kepala ke arah rumah bercat

My Beautiful Mistake

Oleh:
Aku masih duduk di bangkuku dengan mata sembab dan suara isak tangis yang sudah hampir hilang. Di sampingku ada Putri yang duduk sambil mengusap pundakku secara perlahan serta Tita

Dia Istimewa

Oleh:
“Inara.. kamu tahu nggak? Dia tadi nyapa aku. Aaa…” ucap Aila. “La.. biasa aja ah. Orang baru sekali juga.” sahutku acuh tak acuh. “Memangnya, siapa yang kamu suka itu?”

Senyum Terakhir

Oleh:
Malas adalah kebiasaan burukku, Orang-orang memanggilku dengan sebutan Ade dan sahabat baikku adalah Bagas, banyak yang mengatakan bahwa kami seperti saudara kembar. Sahabatku adalah Anak yang cukup rajin dan

Hani Si Miss Free

Oleh:
Dengan lesu siang itu sepulang sekolah Hani berjalan menuju halte tempatnya biasa berteduh dari terik maupun hujan sambil menunggu angkutan umum. Tepat pukul dua siang ketika sejenak ia menengok

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *