Kekasih di Alam Mimpi (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 17 October 2020

Guubbrraaakkk…!!! suara terdengar dari arah barat yang tampak tidak asing lagi yaitu suara kendaraan yang bertabrakan, hingga salah satu korban ada yang tak sadarkan diri, “mas bangun mas” kata si penabrak, “ya udah kamu yang nabrak tolong tanggung jawab!!” kata orang disekitar tempat kejadian perkara, lalu aku dilarikan ke rumah sakit terdekat dan orang yang menabraku bertanggung jawab menelepon keluargaku.

Lama kelamaan aku membukakan mata lambat laun aku bingung “aku ada dimana ini?”, aku melihat sebuah tempat yang belum pernah kusinggahi, sebuah tempat yang hampir menyerupai surga dimana pohon yang rindang, air sungai yang begitu jernih, awan yang begitu cerah sampai aku seakan akan ikut terbawa suasana yang Indah ini.

Tiba tiba terdengar suara tangis seorang wanita “siapa itu?” pikirku, kucari sumber suara Tersebut hingga kutemukan apa yang membuatku penasaran, ternyata benar dugaanku ada seorang Wanita yang berpakain rapi dan serba putih yang sedang menangis tapi dia tidak menampakan wajahnya “siapa kamu?” dengan nada santai, lalu wanita tersebut membalikan badanya. “aku tania, kalau kamu?”, “aku andy”, “kamu kok bisa disini?” tanya wanita tersebut, “aku Tidak tau kok tiba tiba disini, kamu kenapa kok kamu menangis tersedu sedu?”, “aku meninggal pada waktu aku dikhianati oleh kekasihku” terang tania, “kalau boleh, coba ceritakan” jawab andy yang penuh dengan penasaran, “boleh kok, mari ikut aku ndy” tania mengajaku ke sebuah kursi taman.

“Gini ndy dulu ketika aku ke mall aku membeli barang kesukaan kekasihku untuk kado special untuk acara ulang tahunya, tiba tiba tanpa sengaja aku melihat kekasihku sedang berjalan dengan santainya dengan wanita lain, lalu kuhampiri dia dan ku marah dan menangis tetapi kekasihku malah tidak ada rasa bersalah sedikitpun dan kuberlari dengan perasaan yang campur aduk tak karuan, tiba tiba dari arah selatan ada sebuah mobil yang begitu kencang lajunya, hingga mobil tersebut menabraku dan aku terpental sejauh 50 meter, aku tewas seketika dan Tiba tiba perlahan aku membukakan mataku kemudian aku sampai ke tempat ini, indah memang tempat ini tapi aku kesepian disini, sunyi sekali rasanya, kalau kamu ndy ceritakan bagaimana kamu bisa sampai kesini?”. “iya aku akan cerita kok, ketika aku pulang sekolah aku dihampiri oleh kekasihku, putri dan berkata “aku ingin pisah denganmu, aku sudah sangat bosan denganmu, aku udah dapat lelaki yang lebih baik, makasih ndy telah menjadi separuh hatiku” setelah mendengarkan kata tersebut aku pun langsung kecewa dan sakit hati lalu aku mengambil sepeda motor dan menghidupkanya, tanpa basa basi aku tancap gas, tanpa kusadari aku membetulkan kaca spion tanpa melihat arah depan, tiba tiba aku ditabrak dari arah timur, aku langsung oleng dan terpental lalu aku tidak tau kok bisa sampai sini, mungkin aku sudah mati atau hanya pingsan? aku bingung sekarang” cerita andy.

“aku tau kok ndy perasaanmu sekarang, lagi campur aduk, aku bisa kok menemani kamu, terus terang ndy aku ingin mempunyai teman hidup disini, kamu harapanku ndy” “serius kamu? masa wanita secantik ini mau jadi teman hidupku tan, aku kan cuman lelaki biasa tan” dengan wajah terkejut, “enggak kok aku tidak memandang apapun, yang penting aku ada teman hidup ndy” kata Tania, “baiklah Tan aku menurutimu lagian aku mulai ada rasa kok padamu tan” andy mengungkapkanya, “ahhh, kamu mah bisa aja ndy” dengan senyuman khasnya Tania..

Hari berganti hari andy dan tania menjadi kekasih yang tidak dapat dipisahkan, ketika duduk di sebuah kursi tiba tiba tania bilang ke andy “ndy, semisal kamu hanya pingsan, kamu akan berpisah denganku tetapi kalau kamu meninggal beneran kamu akan bersamaku ndy, ketika kamu terbangun dari pingsanmu aku hanya berpesan, jika kamu rindu denganku pandangi bintang yang germelap, sekian banyak bintang, carilah bintang yang begitu terang, itulah aku ndy, berarti aku memandangmu dari kejauhan, setiap kamu mau tidur panggil namaku 3 kali lalu aku akan datang akan datang ke mimpimu ndy, aku bakal rindu jika kamu terbangun dari pingsanmu” dengan perasaan gelisah tania, “enggak kok aku sudah meninggal tan, aku sayang padamu” kata andy, “aku juga sayang kok padamu, tapi aku takut kamu terbangun ndy tapi ingatlah pesanku tadi ndy” kata tania.

Tiba tiba andy melihat tania menghilang perlahan dan andy membukakan matanya secara perlahan, “dimana aku, kok aku disini? siapa kalian?” bingung andy, “ndy ini ibu nak, kamu kritis selama seminggu, ibu gelisah nak, setiap ibu beribadah ibu selalu mendoakanmu nak supaya kamu terbangun dari tidurmu nak” kata ibu sambil menangis haru yang senang melihat anaknya segera sadar, “dan ini siapa bu?” tanya andy, “ini putri mantan kekasihmu ndy, aku menyesal telah meninggalkanmu dengan penuh perasaan tidak bersalah” kata putri, “enggak kamu bukan siapa siapaku, pergi sana!!”, kata andy dengan nada kecewa, “tidak ndy, aku minta maaf aku menyesal ndy”, “udah lah pergi sana!! jangan gannggu hidupku lagi!!”, “baiklah ndy aku akan pergi kok, aku minta jangan ada permusuhan diantara kita” dengan air mata yang bercucuran, “iya!!” gumam andy..

Setelah beberapa hari kemudian kesehatanku mulai membaik dan mulai mengikuti aktifitas sekolah tetapi putri tetap bersikeras untuk mengejarku tapi aku sekarang benci denganya “ndy, kamu sudah sehat?” tanya putri, “belum!” dengan nada jutek, “yaudah aku tanya aja kok” balas putri, “gak tanya juga gapapa kok” nada andy dengan cueknya, kemudian aku masuk kekelas dan mengikuti pelajaran.

Ketika aku mengikuti pelajaran sejarah tiba tiba pikiranku sontak ke sosok wajah Tania “bagaimana ya tania? cantik ya dia? aku ingin sekali mencintainya dengan setulus hati” tanpa kusadari tiba tiba pak Andre memanggilku “ndy! andy!” sontak aku terkejut “iya pak?”, “ngelamun saja kau, perhatikan bapak jangan kemana mana pikiranmu itu”, “hehe iya pak” jawab andy sambil nyengir.

Bel berbunyi 3 kali menunjukan bahwa semua mata pelajaran berakhir dan semua siswa segera memasukan semua buku ke dalam tas dan bergegas pulang, aku pun juga demikian kemudian aku menuju ke tempat parkir mencari kendaraanku, setelah kutemukan tiba tiba putri menepuk bahuku sontak aku terkejut “hey” sapa putri, “apa put?”, “bisa anterin aku pulang gak ndy?” tanya putri, “bisa kok, ayok naik” ajak andy, “makasih ndy”, kemudian aku mengantarkan putri pulang.

Sesampainya aku di rumah putri, aku bergegas pulang tiba tiba putri memberhentikanku “bentar ndy”, “apa put”, “makasih banget ya ndy udah nganterin ak, gak mampir dulu kamu ndy?”, “enggak put, makasih dah soalnya kekasihku menunggu put, bye bye”, andy langsung tancap gas, “kekasih? perasaan andy kritis deh setelah aku putus, dapat kekasih darimana? ahh ngaco dia, udahlah aku masuk aja” pikir putri.

Setelah sesampai di rumahnya, andy langsung masuk ke kamarnya, menaruh tas dan tanpa basa-basi andy berbaring di tempat tidurnya, lalu andy teringat dengan Tania, “bagaimana ya denganya? Aku rindu denganya, owh iya aku teringat denganya pesannya, oke akan kulakukan pesannya, Tania! Tania! Tania!” dengan semangatnya andy melakukannya, lama kelamaan andy pun tertidur, setelah itu andy mulai bermimpi dan andy ke tempat tania itu berada.

“tania! tania” andy memanggilnya, “tania mana ya?” tanya andy, tiba tiba tania muncul dari belakang andy dan menutup mata andy menggunakan kedua tanganya, “hayo tebak siapa aku?” tanya tania dengan candanya, “tan lepasin gak tanganmu?”, “hehehe maaf ndy”, “kamu kemana aja sih tan kok kamu gak nongol aku panggil?” tanya andy, “hehe aku sembunyi” cengir tania, “iss kamu aku sampai bingung ya tan”, “hehe iya maaf ndy”, “gakpapa kok tan”.

“Ndy, aku rindu kamu”, ungkap tania, “aku juga tan, setiap langkahku aku teringat denganmu tan, pada waktu pelajaran aku ngelamunin kamu tan sampai dikira guruku aku kesambet tan”, “hahahahaha kamu ini ndy sampai segitunya” tawa tania, “ihh kamu ini bukanya prihatin malah tertawa”, “iya iya aku paham kok aku kan cuman bercanda ndy”, “iya kok gapapa tan”, tiba tiba tania menepuk pipi andy lalu tania berlari, “kena kau”, “apaan sih tan”, “ayo kejar aku kalau bisa”, “kurang asem orang ini, hey tania jangan lari kamu, kukejar kamu sampai dapat”, “siapa takut” ujar tania dengan penuh ledekan, setelah itu andy mengejar tania kemudian tania jatuh tanpa sebab, “aduh”, “kamu gapapa tan?” tanya andy dengan penuh khawatir, “kena kau ndy” tipu tania dengan memeluk andy, “iss kamu ini bikin khawtir aku aja”. “hehehehehe maaf ndy bercanda”, “iya aku tau, heh!! Tan aku boleh nanya gak?”, “tanya apa ndy?”. “ini kan di dunia mimpi, kamu kapan datang ke dunia nyata tan?”, “emm suatu saat aku akan datang kok di duniamu, nanti kamu akan bertemu denganku dengan fisik dan hati yang sama kecuali nama yang berbeda, tapi ndy aku ke duniamu aku gak akan ingat dengan tempat ini dan gak akan mengenalimu ndy, owh iya kamu belum tau kalau aku mempunyai saudara kembar, suatu saat nanti kamu bakalan ketemu, tapi aku juga ingin bertemu dengan adikku” balas tania “hah? kok bisa tan? ehh apa benar suatu hari nanti akan bertemu kembaranmu? kalau iya mungkin aku akan mengingatmu terus,” heran andy, “iya ndy, karena alam mimpi dan nyata itu tidak bisa disatukan, itupun kalau bisa jarang terjadi ndy,” terang tania, “okelah, aku mau bangun, jaga baik baik ya tan, kutunggu lo tan omonganmu” ucap andy sambil memeluk tania, “iya pasti kok ndy”.

Tiba tiba ibuku memanggilku “andy andy, bangun dah malam waktunya kamu mandi dan makan malam nak”, aku pun terbangun dari mimpiku lalu aku bergegas mengambil handuk dan menuju ke kamar mandy lalu makan malam bersama keluargaku.

Cerpen Karangan: Aal Maulidzi
Blog / Facebook: Aalmaulidzi
MAN 1 BANYUWANGI

Cerpen Kekasih di Alam Mimpi (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I’m Flu

Oleh:
Aku hanyalah manusia biasa yang hanya bisa bernafas dan berkedip, hidupku seperti tidak memiliki nyawa untuk mengarungi lika-liku kehidupan yang sangat pelik ini. Aku adalah salah satu siswa di

Surat Dari Miara

Oleh:
Dinginnya pagi masih terasa di setiap sudut ruangan itu, seorang pria terbangun dari tidurnya mencoba menenangkan diri, entah apa yang membuatnya terbangun sepagi ini. Sepucuk surat berada tepat di

Embun di Hati Arya

Oleh:
Siapa yang tidak mengenal “Arya” cowok ganteng, pintar, tajir, baik plus tenar pula. Perfect! Nggak ada satu cewekpun yang tidak tertarik bila melihatnya, terlebih jika mengenalnya, dijamin bakalan klepek-klepek

The Last Songs

Oleh:
Pagi itu hidangan di meja semuanya sudah tersedia mulai dari capcai, sop ayam, ayam pangang dan berbagai macam makanan lain sudah disediakan. untuk menyambut kedatangan keluarga lelaki yang akan

Karma

Oleh:
“Tett… tett…” “Siapa Rai? Kok nggak di angkat?” Tanya Ray padaku mengomentari handphoneku yang berdering. “Oh, ini Mama Ray, tunggu ya aku angkat dulu.” Aku sedikit berbohong padanya dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kekasih di Alam Mimpi (Part 1)”

  1. bagas says:

    wah keren banget ceritanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *