Kitsune vs Tanuki (Part 2) Pengorbanan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Jepang, Cerpen Pengorbanan
Lolos moderasi pada: 9 August 2016

Suatu hari ayahnya pulang lebih dulu dari yuki dan mencium aroma kitsune dari tubuhnya.

“yu, dari mana kamu sayang?”
“yu dari tempat bimbel pap, ada apa?”
“siapa temanmu yang bersamamu itu yu?”
“teman? Dia yukihiro pa”
“jauhi dia ini perintah, dan jangan langgar perintah papa”
“papa apaan sih, yu baru pulang kenapa dimarahi. Yu mandi dulu sana mama sudah siapin makan untuk kita”
“tunggu ma, kali ini yu harus tau semuanya. Kalau enggak keras kepalanya akan menguasainya dan jadi sifat egois”
“maksud papa apa, rahasia apa yang gak yuka tau”
“sebenernya papa bukan seorang manusia. Papa adalah seorang bijuu tanuki anjing rakun, dan teman kamu itu kitsune rubah licik penipu”
“pa, papa mulai lagi dengan semua ini. Mama sudah bilang kubur semua masa lalu kita untuk yu”
“enggak ma, papa bener. Yuka memang harus tau semua ini, karena yuka yakin, yuka sekarang bukan anak kecil yang gak harus tau dan apatis terhadap keluarga yuka. Dan pa kenapa kitsune dan tanuki gak bereteman?”
“itu karena kitsune telah menipu ketua tanuki. Dan suka memakan jantung tanuki pilihan seperti yu. Yu itu bukan tanuki biasa karena mamamu juga manusia pilihan. Dan mereka kitsune banyak yang mengincar jantung yu. Karena itu mama sama papa selalu over protektif sama yu, karena kami sayang yu. Sangat sayang yu. Mereka lakukan ini untuk mempercepat pertumbuhan ekor mereka dalam waktu singkat guna menambah kekuatannya. Dan yu harus jauhi temanmu itu”
“tapi… kenapa papa baru bilang sekarang. Dan kenapa semua orang menutupi ini semua dari yuka?”

Setelah mendengar semua itu yuka masuk ke kamarnya. Dia langsung mengguyur tubuhnya dengan air dari shower. Air matanya mengalir seirama dengan tetesan air yang jatuh. Yuka tidak menyangka kehidupan normalnya selama ini hanyalah sebuah rahasia, dan ternyata ia bukan manusia tetapi makhluk mitologi jepang yang memiliki sejuta keanehan. 1 jam ia mengguyur tubuhnya. Mamanya dengan cemas menunggu yuka di meja makan tapi ia tidak turun juga. Yuka masih mengunci diri di kamarnya, bahkan sekarang ia mencari tempat baru untuk melamun, dan sekarang ia duduk di luar kamarnya.

“hai yu… papamu sudah cerita semuanya ya?”
“iya. Pantas kamu bisa datang ke tempat tempat yang gak terduga. Kayak sekarang ini. Bagaimana caramu naik setiap malam”
“ya lompatlah yu, kan aku sudah bilang, dan aku Cuma bisa ketemu sama yu di malam hari aja juga karena ini, darah kitsune ini selalu menggangguku, aku juga ingin hidup normal seperti pemuda pada umumnya dan memiliki seorang pacar” melirik kearah yuka
Tersenyum “berapa usiamu?”
“entahlah aku enggak pernah hitung. Ehmm yuka kamu mau jadi pacarku?”
Terdiam “maaffin aku. Aku gak tau dengan apa yang terjadi sekarang. Aku bingung, apalagi kita ini bermusuhan, dan kau juga akan ambil jantungaku kan?”
“haha” tertunduk, “mungakin itu misi pertamamu…”

Yuka terkejut mendengar jawaban hiro. Dan dia mulai merasa ragu pada hiro dan mulai berasumsi bahwa apa yang dikatakan papanya itu benar. Yuka bangun dari tempat duduknya. Tapi hiro menarik tangan yuka dan menarik tubuh yuka kedalam pelukannya sambil berbisik.

“itu dulu sebelum aku mengetahui kaulah tanuki pilihan itu, bahkan aku merelakan hatiku untukmu, hanya untukmu aku mencintaimu yu, sangat. bahkan aku merelakan hati dan nyawaku untukmu dan kekuatanku akan bertambah jika jantung ini berada di dekatku, selalu berada di dekatku”

Mendengar itu semua yuka menjadi dilema, ia bingung harus mengikuti logikanya dengan waspada kepada hiro atau mengikuti kata hatinya yang memang menyukai hiro dan merasakan perasaan yang sama dengan hiro. Yuka melepaskan pelukannya, masuk ke dalam kamarnya dan menutup semua pintu dan jendela kamarnya. Hatinya berdegup kencang, yuka memandang cermin merasakan pipinya memerah, dan suhu tubuhnya naik. Hatinya terasa aneh saat hiro memeluknya yuka merasakan detak jantungnya seirama dengan hiro.
Yuka berbaring ke tempat tidurnya, tak terlihat senyum terpatri di wajahnya namun tak berapa lama mamanya mengetuk pintu kamar yuka

“ada apa ma?”
“ada apa kata yu? Dari tadi mama suruh yu turun tapi yu gak turun juga, mama papamu khawatir yu. Dan kamu juga dari tadi belum makan”
“ma, yuka mau tidur, gak papa kan yu tinggal?”
Yuka langsung masuk ke kamarnya setelah mamanya turun kembali. Seperti katanya, yuka langsung terlelap di atas kasurnya.

Paginya udara segar menyeruak memaksa masuk, belum sempat matahari mengenai wajah indahnya yuka langsung terbangun. Ia masuk ke kamar mandi dan pergi berjalan jalan keluar rumah. Papanya melihat yuka yang baru keluar kamar tidak menaruh curiga karena kegiatan ini seperti akhir pekan biasanya, walau ini memang masih sangat pagi. Di tengah jalan di tempat yang sepi yuka dihadang oleh 2 orang berjubah dengan gambar kitsune di punggung mereka.

“akhirnya kami menemukanmu nona tanuki. Benar kata hiro ada tanuki di kota ini. Dan tanuki emas lagi. Kenapa ya kami gak bisa cium aroma kamu…” kata jubah 1
“bodoh lu ya, kenapa rekan gue elu, openingnya sudah keren eh akhirnya paok” sambung jubah 2
“eh lu nghina gue, kurang ajar lu ya…”
“BERHENTI!! Dasar pecundang, ayo kita fokus renggut jantungnya”

Kedua orang berjubah itu menyerang yuka. Awalnya yuka bisa menanganinya tapi 3 orang lagi datang, papanya merasakan sesuatu buruk pada anaknya dan ia langsung menyusul yuka ke tempat biasanya. Papanya sampai ke tempat yuka bersama hiro tapi sayangnya yuka telah terluka, tangannya terkena cakaran dari pria berjubah itu. hiro dan papa yuka pun menyerang mereka semua. Seorang kitsune terlihat marah pada hiro dan memanggilnya pengakhianat hingga akhirnya mereka pun pergi.
Papa yuka langsung membawanya pulang, papanya berusaha menyadarkan yuka dan menelpon mamanya.

“puas kamu kitsune, karenamu putriku begini! Pergi PERGI KAMU!!”

Hiro pergi meninggalkan rumah yuka tapi dia masih tetap mengawasi orang yang disayanginya itu, bahkan sampai mengikuti yuka ke jepang. Memang setelah kejadian itu papanya yuka langsung membawa putrinya ke jepang untuk dibawa ke kuil tanuki yaitu kuil yashima –ji di takamtsu jepang.

“yu, bangun sayang, kamu akan baik baik saja, mama gak sanggup kehilangan yu. Bagaimana pa, apa kata tabib tadi”
“yu bisa disembuhkan tapi dengan…”
“tapi apa pa? dengan apa?”
“dengan hati kitsune yang merelakannya untuk yuka kita ma”
“bagaimana mungakin, tanuki dan kitsune selalu bermusuhan, lagian kenapa mesti kitsune yang tulus, mana ada pa, ini sama aja dengan mustahil!”
“tidak ini tidak mustahil, aku kitsune yang akan menyerahkan hatiku untuk yu, karena aku mencintainya. Ayo lakukan pengambilan hati ini”
“tapi… yuka mencintaimu”
“karena itulah aku merelakannya, karena aku juga mencintai yuka walaupun kami yakin tak bisa bersama tapi dengan ini semua bisa jadi nyata, hatiku akan selalu bersamanya. Cepatlah kita tidak punya banyak waktu”

Papanya segera melakukan ritual ini dan memberikan hati hiro pada yuka. Hiro yang telah berkorban tubuhnya berubah menjadi seekor rubah, karena merasa bersalah papa yuka mengakremasikan hiro dengan layak.

Setelah semua peristiwa menyedihkan itu berlalu yuka tersadar dari tidur panjangnya dan ia merasa sedih, sangat sedih setelah mendengar pengorbanan hiro. Sejak saat itu yuka jadi lebih pendiam dan murung. Karena cinta pertama dan terakhirnya telah pergi bersama dengan kitsune musuh bebuyutannya.

~ TAMAT ~

Cerpen Karangan: Nurul Qolbillah
Facebook: Nurul Qolbillah

Cerpen Kitsune vs Tanuki (Part 2) Pengorbanan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sartini

Oleh:
Langit telah tertutup manis dengan bingkai hitam. Hawa dingin menyeruak menusuk tulang melalui pori-pori kulit. Sesekali pohon-pohon di remang-remang desa kecil menari dengan halus ditampar oleh angin. Sayup tembang

Dia Mirip Denganku

Oleh:
Aku terdiam di antara keramaian orang, Tangisan ada di mana-mana. Alunan yasin terdengar bagaikan nada biola yang menyayatkan hati. Aku mulai sesak mendengar ratapan semuanya. Mereka semua memanggil namaku,

Cahaya Ku

Oleh:
Sore ini aku masih berada di sekolah karena tugas yang menumpuk. Pukul 17.45 akhirnya tugasku selesai juga, kemudian aku bergegas pergi menuju gerbang sekolah karena tadi paman bilang dia

Sepatu Kaca Yang Terlupakan

Oleh:
“Ul, kamu harus bisa menghargai orang. Kalau kamu ingin mempunyai sepatu, kamu harus membantu orang dengan hati yang senang!” nasihat peri penolong, Kika, mendengar Ulla mengungkapkan isi hatinya pada

Lelaki Bulan

Oleh:
Begitu tenang dan terang dengan sang dewi malam yang bersinar di tengah kegelapan malam ini. Tidak lupa dengan udara dingin yang menyelimutiku disini. Duduk sendiri di bawah pohon cemara

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *