Koper Misteri

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Gokil
Lolos moderasi pada: 19 September 2020

Disuatu malam yang sunyi, tenang dan hening hanya suara jangkrik yang samar terdengar oleh telinga. tiba tiba Crekkk… suara cipratan air yang terinjak oleh dua orang misterius bertopeng dan memakai pakaian serba hitam sambil membawa koper berlari dengan kencangnya. Sementara itu di seberang terdengar riuh raungan sirine mobil polisi dan kilatan-kilatan cahaya yang menerangi seluruh penjuru gedung tersebut.

Dua orang misterius ini kita sebut saja leo dan pieter. Setelah berlari beberapa meter mereka memutuskan untuk berhenti dan beristirahat sejenak. Entah apa yang terlintas di benaknya dengan spontan leo memukul kepala pieter dengan sebuah roti. Tak terima dengan perbuatan leo pieter balik memukul leo di bagian dahi, begitulah seterusnya hingga mereka berdua sempoyongan.

Tak lama kemudian setelah mereka sadar, leo dan pieter pun sadar jika kesadaran mereka terganggu maka dari itu mereka memutuskan untuk kembali berlari meninggalkan masa lalu (eh tapi.. bukanya lari dari polisi ya..) dan sebutlah begitu, kira-kira sudah beribu-ribu mil mereka berlari dengan melewati lembah, gunung, sungai dan hutan akhirnya mereka merasa lelah sehingga merekapun duduk sembari beristirahat dan tertawa.

Karena kesadaran mereka terganggu jadi mereka tidak sadar jika mereka berada di atas air laut, (tetapi mereka kok gak tenggelam… ah penulisnya ngaco..) tenang sob… itu karena mereka duduk di atas perahu, jadi merekapun meloncat dari perahu agar mereka tenggelam. Eeits.. tapi tidak semudah itu, karena leo adalah seorang atlet renang sedangkan pieter adalah seorang penari balet.

Leo berenang dengan santainya hingga tidak menghiraukan teriknya mentari dan perut yang kelaparan karena belum makan selama beberapa abad. tetapi itu tidak berlaku bagi pieter ia merasa sangat lelah dan laparr.., sehingga ia pun memutuskan untuk menyerah dan kembali saat daratan berjarak 1,5 meter lagi.

Di pulau tersebut leo beristirahat ia merasa sangat letih, lesu dan kepaparan. Tetapi dia merasa sangat senang karena koper yang berisi penuh dengan kepuasan itu masih di tangannya. Leo sangat berhasrat untuk membukanya tetapi tidak bisa, karena dia belum memasukkan kuncinya.

Tak usah berlama-lama kini ia Memegang sebuah kunci dan dia mengambil ancang-ancang, memegang kunci dengan mantap dan agak sedikit bergetar, jantungnya berdebar, keringat mulai mengalir, dan kini penonton mulai histeris… (maaf gak nyambung) Ok diapun memasukkan kunci dengan langkah yang pasti diapun memutar dan… kembali leo menyadari jika kopernya tidak memakai kunci melainkan kombinasi angka. Leo marah diapun mengambil sebuah batu dan melemparnya jauh-jauh dan tepat mendarat di atas kepala botak kakek kura-kura, sehingga membuatnya mengomel dan menganggkat kepalan tangannya tinggi-tinggi. Tetapi leo tidak melihatnya karena kejauhan (ok lupakan kakek kura-kura) tetapi leo tidak lupa jika kakek kura-kura memiliki awan jinton yang mampu melesat 1000 km/detik.

Leo kaget dan sedkit shock karena ia lupa membawa pena sehingga dia tidak bisa meminta tanda kaki (ralat maksud penulis tanda tangan). karena merasa iba saat si kakek melihat leo dalam keadaan kurus kering dia pun dengan senang hati menembakkan ka-me-ha-me-ha kearah leo, tetapi leo tidak kalah gesit, dengan sigap ia menangkis dengan kopernya, tembakan itu berbalik dan mengenai kakek kura-kura hingga terental jauh. Leo terkapar, lidahnya menjulur, kakinya diatas, matanya terpejam sebelah, tangannya manguntai, pinggulnya goyang…?, dan koper itupun terbuka.

Sungguh senang hati leo dengan muka berbinar-binar, ia menuju kopernaya dan melihat dengan pasti dan jelas bahwa di depannya kini tergeletak sebuah koper dengan semangkuk bakso special buatan bang juki.

Nah.. sebenarnya mereka tidak mencuri di bank, melainkan mengambil bakso di hari bakso gratis nasional…

Cerpen Karangan: Gede Armawan
Blog / Facebook: Armawan Gede

Cerpen Koper Misteri merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cahaya Kehidupan

Oleh:
Aku sering duduk menyendiri di pojokan sekolah mencari tempat sepi. Aku lebih senang sendiri dan menjauh dari siapapun itu. Ya, setelah kejadian waktu itu aku lebih sering menyendiri dan

Sebuah Kata Untuk Riyanti

Oleh:
kenapa tidak ada yang tahu, apa yang terjadi pada diri wawan? Siang ini, matahari menunjukkan wujudnya bulat-bulat dan membuat sekujur tubuh wawan basah kuyup oleh keringat. Wawan tertunduk lemah

Perempuan Penembus Hujan

Oleh:
Hujan masih meninggalkan jejak pelariannya di tanah ini. Kharisma berbalut angin sepoi yang menerbangkan asa tiap individu. Jejak pelarian hujan, bagaimanapun jua, akan tercium bahkan oleh mikroorganisme di luar

Reinkarnasi

Oleh:
Di dalam sebuah kelas aku duduk sendiri sambil mengusap-usap mejaku yang telah rapuh dimakan usia aku hanya dapat menghela napas jika ini kelasku di masa depan berarti keadaannya 28

Kedana dan Kedini

Oleh:
Di sebuah desa yang indah, hiduplah sebuah keluarga. Keluarga itu terdiri dari 3 orang, Ibu, Kedana dan Kedini. Kedana dan Kedini itu anak yang nakal. Pada suatu hari Ibu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *