Kota Kecil Yang Hilang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 14 October 2014

Akhirnya liburan pun telah tiba, aku dan teman-temanku mempersiapkan untuk liburan di suatu pulau, mungkin pulau itu tidak terlalu besar, namun pulau itu terlihat sangat indah, pulau itu agak terpencil, tapi tidak masalah yang penting aku dan temanku bisa refreshing disana, supaya otak ini bisa fresh kembali setelah selesai melakukan ulangan akhir ini.

Hari yang ditunggu-tunggu pun datang, akhirnya aku dan temanku bergegas segera menuju pulau yang dimaksud, 5 jam sudah kita menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya sampai juga di sebuah pulau, saat kita sampai di sana, perasaan lelah, cape, semua terbayar sudah oleh pemandangan yang sangat menakjubkan.

“dek, bapak akan kembali ke pulau ini sore nanti, kalian bersenang senang-lah dulu di tempat ini, nanti sore sekitar jam 5 bapak akan jemput kalian di tempat ini, tapi selama kalian di sini, kalian harus menjaga ucapan kalian, jangan mengatakan kata-kata yang kasar” ujar bapak pemilik perahu sembari menasihati kita semua.
“baik pak, kami akan tunggu di sini jam 5 tepat” ujar yudana
“baiklah, sekarang bapak pulang dulu kalian berhati-hatilah disini” ujar bapak itu

Tak lama kami bersenang-senang, kirana merasakan ada hal yang berbeda di pulau itu, ia merasakan keheningan, tak seperti saat pertama ia menginjakan kaki di pulau nan indah ini, aku pun merasakan hal yang sama seperti kirana, entah mengapa, padahal awalnya kami merasa baik-baik saja, tapi mengapa sepertinya ada yang berbeda di pulau ini.
“guys, aku ngerasa kok ada yang aneh ya di pulau ini” ujar kirana yang sangat ketakutan
“aneh gimana? Dari tadi aku gak ngerasain apa-apa kok, kamu tenang aja deh, sore nanti kita kan pulang, gini aja sekarang kita cari makanan di pulau ini, siapa tau ada kelapa muda di pulau ini” ujar yudana sambil menenangkan kirana

Akhirnya kami memutuskan untuk mencari kelapa muda, semoga aja ketemu, tapi dari tadi kita menyusuri pulau ini, kenapa yang ada hanya semak-semak belukar dan pepohonan yang sangat tinggi, tak ada satu pun pohon kelapa yang kami lewati. Padahal seharusnya ada beberapa pohon kelapa yang bisa kami ambil kelapanya, tapi ya sudahlah, bentar lagi juga sore, kita kan akan pulang ke kota.

Kita semua memutuskan untuk menyudahi mencari kelapa muda karena hari telah menunjukan pukul 4 sore, kita harus secepatnya kembali menuju tempat yang tadi. Tetapi… kenapa kita belum mendapatkan jalan keluar dari pulau ini, apa mungkin kita tersesat? tapi mana mungkin, kita kan punya kompas untuk menunjuk arah, masa tersesat sih, hari sudah semakin gelap, semua mengambil senter untuk penerangan, karena kita sudah tak bisa melihat jalan yang sudah cukup gelap. Kami terus berjalan menyusuri jalanan di pulau ini, tak berapa lama kita menemukan sebuah rumah yang sudah tua, kita semua memutuskan untuk bersinggah di tempat itu, mungkin itu rumah nelayan yang ada di pulau ini, besok kita akan kembali ke pinggir pantai, karena waktu yang sudah malam yang tak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, saat aku dan yang lainnya menghampiri rumah tersebut aku merasakan hal yang aneh dari rumah itu, tapi ya sudahlah, toh ini juga hanya sementara.

Saat mereka tertidur lelap, aku dan kirana masih saja belum bisa tidur karena sepertinya ada kejanggalan dalam rumah ini, bagaimana tidak, rumah ini terlihat sangat berantakan dan kotor, “bagaimana mungkin ada rumah di tengah pulau seperti ini, terucap dalam hatiku”. Matahari pun tlah memunculkan sinarnya dari ufuk timur, aku dan temanku segera bergegas untuk cepat keluar dari pulau ini. Kami menempuh perjalan yang cukup lama untuk sampai ke pesisir pantai, namun tak sampai juga, mungkin kami semua tersesat. Terus dan terus kami menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, lalu kami pun bertemu dengan seorang kakek tua yang ada di pulau itu. Kami semua terkejut akan kedatangan kakek tua itu, aku dan kirana berteriak karena ketakutan.
“aaaaaaaaa!!! Aku dan kirana berteriak sekeras mungkin karena terkejut dan ketakutan”
“bapak siapa?” Tanya yudana pada kakek itu
“sebenarnya mau apa bapak ini mengagetkan kami seperti ini?” Tanya Samuel pada bapak itu
“kalian gak usah takut, bapak cuma minta kalian pergi dari tempat ini, tempat ini berbahaya!!” ucap bapak itu dengan nada yang menyeramkan
“memang apa yang sebenarnya terjadi di pulau ini sih pak? kenapa dari tadi kita tidak menemukan jalan keluar?” Tanya yudana pada kakek itu
“baiklah, sekarang kalian ikut bapak untuk keluar dari tempat ini dan jangan pernah menengok ke belakang, nanti kalian akan terus tersesat selamanya di tempat ini dan tak kan pernah bisa keluar dari tempat ini, kalian hanya boleh menengok saat kita sudah sampai di pesisir pantai, nanti bapak akan ceritakan semuanya pada kalian, pahaam!!” ujar kakek tua itu

Saat kami semua sedang berjalan menuju pantai, aku mendengar teriakan Samuel dan meminta tolong, karena kakek itu menasehati kami jangan menengok ke belakang, aku tak memperdulikan teriakan itu, tak berapa lama kami sampai ke pesisir pantai.
“sekarang kalian boleh menengok ke belakang” ujar kakek
“haah, kemana mereka semua kek, kenapa mereka semua menghilang kek? Jawab kek?” tanyaku sambil berteriak dan menangis
“teman-teman kalian tidak mematuhi apa yang kakek bilang, kakek bilang jangan menoleh ke belakang sebelum sampai di pesisir pantai ini!!!” jawab kakek tanpa berbuat apa-apa
“lalu bagaimana dengan nasib temanku kek? Sebenarnya apa yang terjadi sih kek? Ada apa di pulau ini? Tanyaku dengan sedikit bernada tinggi
“baiklah, akan kakek ceritakan semuanya padamu, dahulu kala di tempat ini terdapat suatu perumahan atau perkotaan tempat orang berwisata di sini, karena tempat ini dikenal sangat indah dan sejuk, namun saat itu terjadi wabah penyakit yang sangat mengerikan dan mematikan, semua orang terkena penyakit itu, akhirnya kota kecil itu pun dibakar, semua bangunanya lenyap lalu tempat ini terkena tsunami yang sangat besar, setelah beberapa tahun tanah inilah yang tersisa dan disebut orang sebagai pulau yang indah, mereka yang terbakar disana ingin membalas dendam pada orang yang telah membakar tempat ini, siapapun yang datang ke tempat ini mereka tak kan selamat, beruntunglah kamu selamat, sekarang pergi dari tempat ini, sebentar lagi ada perahu yang datang dan akan menjemputmu meninggalkan kota ini.” Ujar kakek itu menceritakan semua hal yang terjadi di tepat ini
“terimakasih kek, kakek gimana” Tanyaku
“tenang saja, sekarang cepat kamu pergi dari tempat ini” ujarku, setelah itu kakek menghilang dan perahu pun datang.

Cerpen Karangan: Santi Wulandari
Facebook: Santi Wulandari
twitter: @Santiwulandari4
maaf ya kalau ceritannya gk menarik, soalnya baru belajar

Cerpen Kota Kecil Yang Hilang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku

Oleh:
Aku adalah orang bodoh. Bagaimana tidak bodoh jika Aku itu tidak pernah menyiram bekas buang airnya sendiri. Aku adalah orang yang bodoh. Bagaimana tidak bodoh, Aku bahkan selalu tertawa

Green Necklace

Oleh:
Udara pagi itu menusuk tulang. Di balik kaca, embun terlihat menyelimuti halaman rumah. Tak ada mentari di pagi buta kali ini, namun Erika sudah bangun sambil merapatkan kedua kakinya.

Music World

Oleh:
Di malam yang indah ini aku menemukan dunia yang lain daripada duniaku dan mengapa dunia itu berada di dalam sungai dekat rumahku… Hari ini aku memanggil lalyla sahabatku untuk

Gadis Yang Hilang

Oleh:
Hot news “terjadi lagi! Seorang anak perempuan berusia 14 tahun hilang, polisi belum menemukan petunjuk apapun mengenai kasus ini, dugaan sementara ini adalah kasus penculikan mengingat sudah lima orang

Keajaiban Itu Ada

Oleh:
Setengah dinding terbuat dari batu bata merah. Setengah lagi terbuat dari tepas, bambu yang diukir seperti anyaman tikar. Daun rumbia pun menjadi pelindungnya. Terkadang ketika hujan turun, rintik hujan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Kota Kecil Yang Hilang”

  1. Fidela says:

    menurutku cerpennya bagus, alur ceritanya juga bagus, bahasanya juga mudah difahami.. Nice! 🙂

  2. Hery says:

    wah…. cerpen yang sangat menarik

  3. Juni says:

    Ceritanya simple tapi menarik (y)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *