Kotak Ajaib

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 11 December 2017

Di sebuah desa di Taiwan, hiduplah seorang petani miskin. Dia hidup bersama istrinya. Suatu hari, ketika petani itu sedang menggali sawahnya, dia menemukan sebuah kotak besar. “Apa ini?” tanyanya. Dia lalu membawa kotak besar itu ke rumahnya, lalu menunjukkannya kepada istrinya. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka lakukan dengan kotak itu. Akhirnya mereka memutuskan untuk membersihkan kotak itu, lalu menyimpannya di rumahnya.

Suatu pagi, istri petani itu dengan sengaja memasukkan sebuah apel ke dalam kotak itu. Anehnya, apel itu menjadi banyak. Akhirnya, kotak besar itu penuh dengan apel. Istri petani itu sangat terkejut. Dia mengambil satu apel dari dalam kotak itu, namun apel di dalam kotak itu juga bertambah satu. Tidak peduli berapa banyak apel yang dikeluarkan, namun apel di dalam kotak itu tidak pernah berkurang sama sekali.

“Bagaimana jika aku masukkan satu koin ini ke dalam kotak?” Tanyanya penasaran. Tiba-tiba, apel-apel itu lenyap, dan koin itu mulai berlipat ganda di dalam kotak. Akhirnya, kotak itu penuh dengan koin.
Petani dan istrinya sangat senang melihatnya. Setiap hari, mereka mendapatkan ratusan koin dari kotak itu. Mereka lalu berubah menjadi sombong dan kikir.

Suatu hari, kakek dari petani itu datang dan tinggal di rumah mereka. Kakek itu sangat tua dan lemah. Lalu, petani itu langsung memerintah kakeknya itu untuk mengeluarkan koin-koin itu dari kotak. Setelah beberapa hari, kakek itu menjadi lelah. Dia mau beristirahat, namun petani itu marah kepadanya. “Kamu itu sungguh malas! Kau harus bekerja keras di sini! Dasar kakek tua, bisanya cuma makan, minum dan tidur saja. Namun kalau disuruh bekerja malah tidak mau. Dasar orang tak tahu diri!” Teriak petani itu kepada kakeknya.
Orang tua itu tidak bicara sepatah katapun. Dia akhirnya melanjutkan pekerjaannya.

Tiba-tiba, kakek itu jatuh ke dalam kotak dan meninggal seketika. Seketika, semua koin di dalam kotak itu lenyap dan kotak itu akhirnya penuh dengan kakek yang meninggal. Petani itu menyesali perbuatannya, namun itu sudah sangat terlambat. Dia mengeluarkan semua kakek yang telah meninggal itu dari dalam kotak. Namun, jasad-jasad itu sangat banyak. Dan petani itu menggunakan semua koin-koin itu untuk pemakaman.

Petani itu kembali miskin. Bila saja petani itu merawat kakeknya itu dengan baik, maka dia tidak akan menemui ketidak-beruntungan ini.

SELESAI

Cerpen Karangan: Mochtar Yoni Kuncoro
Facebook: Yoni Kuncoro

Cerpen Kotak Ajaib merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Karena Gadget

Oleh:
“Bu, aku dapat ranking 1 lagi!”, sorak Aulia riang. Ayahnya menyanggupi. “Iya, tadi Pak Guru bilang kalau nilai Aulia paling tinggi di kelas.” “Wah, pertahankan, ya, Nak!”, ucap Ibu

Lighting and Darkness

Oleh:
Di suatu tempat di alam semesta yang bernama dunia fantasi, ada suatu kegelapan yang sangat kuat menyelimuti dunia fantasi yang berwujud seekor naga. Di dunia tersebut, makhluk hidup digolongkan

Awal Yang Terakhir

Oleh:
Aku ingin memiliki cinta hanya satu di dalam kehidupanku kelak. Aku ingin cinta itu abadi sampai dibawa mati. Aku ingin semua orang tahu kalau aku dan cintaku bersama untuk

Guardianteli

Oleh:
Dunia benar-benar kacau selama dua puluh tahun terakhir ini. Jika dilihat dari Planet Mars, maka tak ada lagi sepetak hijau yang melekat. Biru menguasai Bumi. Dua puluh tahun silam

Bebas

Oleh:
Bebas, apakah salah jika seseorang mengharapkan kebebasan di hidupnya? Menjalani segala sesuatu tanpa mengkhawatirkan apapun. Sayangnya hal itu takkan pernah bisa terwujud karena hidup itu sendiri tidaklah bebas. banyak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *