Kubah Besi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Lingkungan
Lolos moderasi pada: 23 June 2017

Dua ribu? Sepuluh ribu? Entah berapa banyak liter yang sudah aku habiskan hanya untuk bernapas, atau hanya untuk membelai rambut jagungku saja.

Waktu itu layaknya seorang penguasa Eurasia, aku menghambur hamburkannya. Dan sekarang sudah bisa kurasakan karmanya. Rasanya tercekik. Bernapas bukan lagi suatu kebutuhan tetapi kegiatan yang dicaci dan harus dimusnahkan. Sayang, masih banyak yang ingin kucapai dan aku tidak mau mati dulu.

Jadi kukumpulkan semua yang tersisa dari seluruh penjuru bumi yang bulat ini. Menyimpannya dalam sebuah kubah besar berbahan dasar besi langka yang kudapat dari seorang petani tua pesakitan. Mencoba berbagai cara mengembangbiakkan udara… gila memang. Tapi apalah aku yang egois ini, yang masih mau bermimpi dan mewujudkannya.

Entah kekuatan dari mana, tapi kubah besiku bekerja dengan sempurna. Tidak mau menerima karma yang buruk, dengan senang hati kubagikan semuanya ke makhluk yang mengiba udara, termasuk mereka yang kehilangan muka karena mencaci kubah besiku.

Waktu terus berjalan dan orang orang memuakkan yang tumbuh semakin subur itu siap melakukan fungsinya bahkan tanpa ada tanda peringatan. Mereka yang berpundi, melalui pengkhinat yang bekerja untukku, menukarnya lebih banyak hanya untuk disimpan dan dipamerkan kepada mereka yang terlunta.

Kututup kubah besi kebanggaanku karena demi Tuhan.. aku hanya ingin membuat keadaan sedikit membaik bukan malah memperumitnya! Ada apa sih dengan orang orang itu? Apa harus aku lagi yang mencari solusinya? Tidak! Tidak sudi.

Kalau sudah tau begini, kenapa dulu mereka tidak memperbanyak apa yang sering mereka sebut ‘sampah’?

Demi Tuhan kurindu dengan semua zamrud itu. Sungguh.

Cerpen Karangan: Ariesta Erwina
Facebook: Ariesta Erwina

Cerpen Kubah Besi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selebrasi Untuk Shania JKT 48

Oleh:
Pada pagi ini tomi yang menerima telpon dari pelatihnya harus latihan pagi ini di GBK lantaran harus tanding hari ini melawan semen padang tomi yang sekarang ini membela persija

Mawar dan Kekosongan

Oleh:
Let me tell you something. Tentang cinta, rasa takut, dan juga, tentang kekosongan. Kekosongan atas diri manusia. Pada dasarnya manusia itu sama saja. Sama-sama lemah dengan perasaan. Tidak ada

Putri Malam

Oleh:
Bintang. Benda bercahaya yang muncul tiap malam. Jumlahnya banyak. Sangat banyak, juga banyak penyuka. Termasuk aku dan Tira, sahabatku. Entah, sejak kepergian seseorang yang aku sayangi, aku menyukai bintang.

SKY

Oleh:
Aku berdiri di sebuah jembatan kayu panjang yang mulai tua. Sendirian aku di tengahnya. Di ujung jembatan ku merasakan seorang laki-laki sedang memandang ke arahku. Aku tak ingin melihatnya.

Seruling Ajaib Dimas

Oleh:
Matahari bersinar dengan teriknya. Dimas, Bagas, Satria, dan Ludvi berjalan pulang sekolah menuju rumah Ludvi. Mereka akan mengerjakan tugas kelompok. Saking panasnya, Bagas mengeluh, “Mataharinya panas banget. Dimas, jajanin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *