Kurcaci Miho Dan Selai Kacang Yang Hilang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 12 November 2016

Di sebuah desa, hiduplah para kurcaci. Mereka selalu kompak. Salah satu warga kurcaci tersebut adalah Kurcaci Miho. Watak Miho sangat tak disukai para kurcaci. Sifat Miho kikir dan jahat.

Waktu itu, Kurcaci Milo meminta uang. Anak dan istrinya sedang terlibat dalam kesulitan. Miho segera mengunci rapat-rapat pintu tokonya, lalu berpura-pura tertidur. Maka Milo segera pulang dan berhenti meminta.

Suatu hari, Miho tampak kebingungan. Ia berkeliling-liling antara lebatnya dibalik semak belukar. Kurcaci Milo hanya diam. Namun akhirnya ia bertanya. “Sedang mencari apakah kamu, Miho?” Tanya Milo.

Mata Miho membelalak kaget. Ia berpaling wajah. “A.. Aku kehilangan selai kacangku..” ucapnya pelan.
Milo tersenyum. “Aku akan membantumu,” balas Milo seraya tersenyum.
“A.. Apa katamu?” Kata Miho tak percaya.

Milo tersenyum lebar. “Aku akan membantumu,” ulangnya lagi. Mata Miho berbinar. Tak sanggup menahan air mata, ia terharu. Lalu memeluk Milo. “Oh, Milo! Terima kasih!” Ucapnya terisak.

Semenjak saat itu, Miho sudah tak kikir lagi. Ia sudah dermawan. Warga kurcaci menyukainya. Diam-diam Milo mengacungkan ibu jarinya ke arahmu, “Rencana kita berhasil!” Seru Milo berbisik sambil mengacungkan ibu jari ke arahmu.

Cerpen Karangan: Delia Seftiani Zubir
Facebook: Delia Septiani Zubir
Terima kasih yang sudah membaca ceritaku. Mohon kritik dan sarannya, ya!
Kritik dan sarannya aku tunggu ^_^

Cerpen Kurcaci Miho Dan Selai Kacang Yang Hilang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Asiknya Liburan ke Hotel

Oleh:
“Dek, duit kakak yang adek pinjam lusa kemarin mana? Katanya janji mau bayar lusa besok.” Kata kak Stira menagihku. “Jangan sekarang kak, Insya Allah nanti aku bayar cuma jangan

Ingatan Yang Hilang

Oleh:
Aku Ross Mochammad Alifano berumur tiga belas tahun, berkepribadi baik, sopan dan jujur. Pada suatu pagi yang berkabut tipis di depan rumah aku melihat seorang gadis cantik berambut pirang

Pelita Village

Oleh:
Sore ini, Noevela akan pergi ke Pelita desa bersama keluarganya. Tentu saja Noevela sangat senang. Bulan ini, Noevela dan keluarganya akan menginap di rumah Kakek tepatnya di desa putat

Aku dan Gadis Kecil Bergaun Ungu

Oleh:
Di penghujung senja, saat matahari beranjak pergi dan melekuk diri di antara barisan gunung, ku bawa kaki-kaki manja dan lelah ini ke sebuah tempat sunyi. Tempat di mana aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *