Lester’s Life

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Gokil, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 20 July 2015

Pada zaman dahulu kala, ada sepasang sandal yang ditaruh di depan rumah. Namun saat hujan deras menerjang, salah satu sandal itu terbawa arus air hujan. Mereka terpisah jauh. Terpisah ruang dan waktu. Pemilik sandal itu menangis melihat kejadian itu. Namun ia langsung mengusap air matanya dan langsung mengambil sandal yang hanyut itu dengan semangat juang yang menggelora. Akhirnya sepasang sandal itu bertemu kembali. Mereka kembali hidup bahagia.
Lalu si pemilik sandal itu bingung, kenapa penulis malah menceritakan sandalnya padahal ia berharap dialah yang jadi tokoh utama dalam cerpen ini. Ia pun protes dan saya menuruti saja.

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang lelaki sebatang kara yang tinggal bersama ibu dan 4 saudara kandungnya. Lelaki itu adalah Choul Lesterol. Lester adalah anak bungsu yang paling tua. Ia menjadi contoh dan teladan bagi keempat adik-adiknya. Bapaknya meninggal karena menderita penyakit kolesterol pada masa kehamilan pertama istrinya. Oleh karena itu anaknya diberi nama Choul Lesterol untuk mengenang bapaknya.

Suatu hari Lester bersama keempat adiknya pergi ke hutan untuk bermain. Sesampainya di sana, ia mengeluarkan laptopnya dan langsung membuka permainan Pro Evolution Soccer 400SM. Setelah cukup terpuaskan bermain, kini Lester mengajak adik-adiknya ke pinggir sungai untuk mencari ikan. Namun di sana tidak ada ikan sama sekali karena ikannya ada di dalam sungai, bukan di pinggirannya. Dengan penuh semangat, adik-adiknya melompat masuk ke dalam sungai dengan membawa alat setrum untuk menangkap ikan. Namun saat menyetrum ikan, saudara lainnya juga ikut kesetrum, termasuk dirinya. Lester yang saat itu masih di pinggir sungai bingung. Akhirnya melintas ide di atas kepalanya. Namun sebelum ide yang melintas itu berhenti, adiknya sudah tak tertolong lagi. Nasi putih telah menjadi bubur ayam. Seperti angin, ia pun berlalu.

Sesampainya di rumah, ia langsung menceritakan kejadian itu kepada ibunya yang sedang asyik memasak sup gajah. Mendengar cerita itu, ia pun langsung kaget. Begitu juga gajah yang mau dibuat sup. Akhirnya gajah itu lari. Ibunya sangat marah kepada Lester karena dinilai tidak bertanggung jawab terhadap adik-adiknya. Ia pun melemparkan sendok ke kepala Lester. Namun sendok itu masih berada di dalam panci yang berisi air panas. Alhasil, jiwa raga Lester pun terluka.

Mendapatkan perlakuan itu, Lester pun illfeel dan langsung pergi jauh meninggalkan rumah dengan membawa laptop kesayangannya dan juga sejumlah uang. Ibunya pun merasa bersalah akan tingkah lakunya itu. Seharusnya ia tidak melempari Lester dengan panci berisi sendok dan air panas, namun dengan kapak atau sabit raksasanya. Selain itu, ia juga menyesali akan kepergian anaknya. Ia pun sekarang kesepian walaupun sebenarnya ia masih punya satu teman, yaitu kesepian. Halah.
Ia pun berdoa kepada Tuhan agar anaknya selalu diberi keselamatan dan diberikan kesuksesan. Setelah berdoa, datang seorang peri dan memberinya kekekalan kecantikan dan perlambatan usia 400%. Peri itu pun langsung pergi.

Satu tahun telah berlalu. Namun tidak ada apa-apa.
Sepuluh tahun telah berlalu. Ini baru ada apa-apa. Lester yang dulu pergi entah kemana kini kembali ke kampung halamannya. Namun semuanya sudah berubah total. Gedung bertingkat ada di mana-mana. Mobil, motor, pesawat dan kapal berlalu lalang kesana kemari namun tidak membawa alamat. Mulutnya pun menganga seakan tidak percaya pada semua ini. Tiba-tiba kemengangaan mulutnya itu terhenti ketika disadarkan oleh seorang gadis cantik berkerudung merah yang aslinya ia adalah ibu kandungnya.
Lester tiba-tiba jatuh. Jatuh cinta maksudnya. Rupanya hukum tarik menarik bekerja. Gadis itu juga mencintai Lester. Mereka pun jadian dan langsung merencanakan tentang pernikahan. Ia mengajak gadis itu ke rumah. Karena ia tidak punya rumah, ia mengajaknya ke rumah makan. Cie…

Di rumah makan, mereka menikmati sekali akan indahnya rasa cinta. Mereka saling suap-suapan walaupun cuma nasi putih berlauk bubur ayam. Ketika gadis itu hendak menyuapi Lester, ia melihat bekas luka melepuh di kepalanya. Ia bertanya apa penyebab luka itu. Lester mengatakan bahwa itu adalah hasil karya ibunya yang menyiramnya dengan air panas. Sontak gadis itu pun kaget. Ternyata dia adalah anaknya yang ia siram air panas dulu.
Gadis itu kaget dan berteriak histeris. Tidak mungkin ia menikahi anaknya sendiri.

“emm… Les, aku mau ngomong sesuatu sama kamu.”
“Mau ngomong apa sih, Cantik?”
“Sebenarnya kamu adalah anakku. Aku adalah ibumu nak, Bu Monalisa.”
“APA!!!” Lester kaget. “Ini tidak mungkin. Kenapa? Kenapa?”
“Ini karena ibu mendapat kekekalan umur muda, Nak.”
“Bukan itu. Kenapa cerita kita mirip Sangkuriang?”
“Ya Ibu gak tahu nak. Itu sudah keputusan penulis.”

Mendengar percakapan itu, saya pun tersinggung. Lalu saya ubah ceritanya.

“Ibu gak mungkin menikah denganmu, Nak.”
“Kenapa?”
“Itu karena… Ibu telah bertunangan dengan laki-laki lain. Dia adalah Jackson, teman sebayamu.”
“Tidak Bisa!!!” Suasana pun memanas. Walaupun AC di rumah makan itu sudah diset -23 derajat Celsius, itu tidak ngaruh.
“Ibu tidak bisa menikahi dia karena dia telah menjalin hubungan dengan nenek selama 3 tahun.”
“Itu tidak mungkin, Nak, nenekmu sudah lama mencintai bapakmu.”
“Tetapi dulu bapak bilang kalau dia suka sama temen cewek aku, Claudiya.”
“Mana kamu tahu, Nak! Bapakmu meninggal sebelum kamu lahir!!”
“Ibu jahat!! Aku benci ibu!!!”

Karena melihat anaknya yang kurang ajar. Ibunya pun marah. Kemudian Lester dikutuk menjadi batu. Namun karena dikutuk menjadi batu sudah terlalu mainstream, ia mengutuk Lester menjadi orang sukses. Dan akhirnya Lester benar-benar menjadi orang sukses. Ia kembali bersama ibunya. They live happily ever after.

Cerpen Karangan: Listya Adinugroho
Facebook: Listya Adinugroho

Cerpen Lester’s Life merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ghost of Shania (Part 2)

Oleh:
“Kita harus cepet-cepet pergi dari rumah ini! Rumah ini berhantu!” “Ly..” potong Reyna yang nggak pernah percaya sama omonganku. “TURUTIN GUE KENAPA SIEEHHH!” Akhirnya mereka mau nurutin perkataanku dan

Mereka Benar Benar Ada

Oleh:
Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 malam ketika seorang gadis kecil berambut jagung masih terjaga di dalam kamarnya. Dengan lincah tangan mungilnya menorehkan coretan-coretan tinta berbagai warna yang meriah pada

Bizarre Car dan Penyelamat Cinta

Oleh:
Bizzarre car atau mobil yang aneh. Mobil ini berkelakuan sangat aneh dan jarang kita bisa menemukannya. Mengapa mobil ini bisa berada dibumi?. Mobil asal luar angkasa telah mengguncang bumi,

Jejak Terakhir

Oleh:
Desember 1979, aku lupa tanggal dan hari tersebut. Yang kutahu hari itu menjadi hari yang cukup tenang untuk menikmati rumah baru keluargaku sebelum sisa-sisa kolonial Belanda menghabiskan segalanya yang

Bersama Rembulan

Oleh:
Di tepi jembatan itulah ia tinggal bersama orangtuanya. Namanya Rembulan sering dipanggil Bulan, anak gadis sederhana yang selalu sibuk dengan khayalan-khayalannya itu. Baginya bermimpi itu tidak ada salahnya. Sebuah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

17 responses to “Lester’s Life”

  1. Shobikhul Irfan says:

    Ngakak bacanya. Wkwkw. Omong-omong. Ntu ibu kan punya 4 anak. Nah sementara saat anak pertama meninggal. 3 anak lagi punya siapa? Terus mana ada makan nasi ama bubur ayam. Kan aneh. Kalo makan nasi ya makan nasi gak usah di bubur. Lalu ayamnya juga gak usah ikut makan. Kalo ikut makan yg makan nasi ato buburnya malah ayam. Bukan si tokoh. Wkwkwkwkw. Yap. (y)

  2. Balkis says:

    hahaha… ngakak 😀

  3. fina says:

    gokillllllll kaaakkkk

  4. Tika says:

    Keren, gokil, lucu 😀

  5. Andre says:

    kerennnnn…

  6. ilham says:

    ngakak :v xD

  7. aham gita sharma nur anisa says:

    kocak vener vroh.

  8. Fuji Izumi says:

    Ngakak baca ini. Keren bingits! Anak bungsu koq plg tua, sih? Anak bungsu jga seharusx gk punya adek. Utk penulisnya, ide cerita ini dpet drmn, sih?! Aneh banget! Ini crt plg aneh and plg top yg pernah aq bc!!!!!

  9. nakita (bukan nikita) arani y. says:

    ngakak bingoww,yang bikin otaknya kreatif!

  10. Fajriy Arunna says:

    Sumpah, bikin ngakak 😀
    Gak sabar baca karya-karya kreatif yang menghibur lainnya ..

  11. Puspa says:

    Lucuuuuu :v

  12. della nanda pitasari says:

    Kereen bgt,????
    Lucu.. sampek ngakak bacanya..
    Wkwkwm 🙂

  13. devi p. says:

    Sumpah bikin ngakak abis 😀
    Ditunggu cerita lucu selanjutnya..

  14. Quenie says:

    keren kk… aku suka sama alur ceritanya.. gk ketebak tapi nyambung … top deh pokoknya 🙂

  15. Sorano Mato says:

    aneh ceritanya tapi lucu sih … namanya juga gokil … kakak GOKIL ABEZZ …
    KeepGoingChao!

  16. rangga says:

    apa cuma gua yang ngerasa gila :v

  17. Evi Andini says:

    Gak pernah bosen baca cerpen ini, gokil abis, bikin ngakak….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *