Like A Dreams (Menunggu)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 14 November 2018

Angin sejuk berhembus di rindangnya pepohonan di hutan deluge. Dari tempat tersebut, dapat terlihat sebuah kastil besar nan megah yang berdiri di tengah hutan tersebut. Kastil tersebut sudah sangat tua. Terlihat dengan jelas retakan retakan di dinding kastil tersebut. Kastil tersebut dulunya adalah pusat pertahanan terakhir dari kerajaan aldeid, sebuah kerajaan yang sangat terkenal di masanya. Kerajaan tersebut memiliki pasukan dan senjata yang sangat hebat. Bahkan dengan kekuatan mereka, mereka dapat menundukkan kota einspot, kota para spirit.

Namun, tampaknya kejayaan mereka sudah memasuki tahap akhir. Disaat mereka sedang berpesta akan pencapaian mereka, tiba tiba mereka diserang oleh sekumpulan pasukan tak dikenal yang dengan mudahnya menghabisi mereka yang waktu itu sedang terlena dengan pesta.

Pasukan tak dikenal itu sangat kuat. Mereka berhasil menguasai hampir seluruh wilayah kerajaan, kecuali kedua benteng terakhir aldeid, yaitu kastil lorena dan kastil mediun.

Dengan bijaknya, sang Raja dengan tegas memerintahkan semua penduduk agar segera meninggalkan kerajaan aldeid. Begitu juga dengan para prajurit yang selama ini telah bertarung bersama dengan sang Raja.

“Baiklah, kalian semua!. Pergilah dari tempat ini!, ini adalah perintah terakhirku sebagai raja kalian!”. Ujarnya dalam pidato terakhirnya.

Dengan segera, seluruh kerajaan dikosongkan dan seluruh penduduk diungsikan ke kerajaan kerajaan tetangga.

Namun, pada saat pengungsian, sang Raja tanpa sengaja meninggalkan putrinya, Wini, yang masih kecil di kamar kerajaan. Dengan kecepatan tinggi, kudanya pun dipacunya kembali ke kastil mediun yang sudah dikosongkan.

Setelah sampai, dia sangat bersyukur. Anaknya masih utuh dan selamat. Dan dengan bergegas, dia mengejar rombongan pengungsi sambil membawa anaknya dengan kuda.

Namun naas, disaat rombongan tersebut sedang beristirahat di perjalanan, mereka tiba tiba diserang salah satu anggota dari kelompok misterius tersebut. Dengan segenap kekuatan, seluruh prajurit yang tersisa mencoba melawannya. Namun, dengan kekuatannya dia berhasil mengalahkan mereka semua sekaligus.

Dan sampailah pada akhirnya. Sang raja akhirnya sampai ke lokasi pertemuannya dengan para pengungsi. Namun, semua telah tewas. Mereka semua telah dibantai oleh anggota kelompok tersebut.

Sang raja dengan perlahan mendekati asal dari sebuah suara yang dari tadi mengganggu pikirannya. Apakah ada yang selamat?, ah tidak. Sang raja mendapati pembantai tersebut sedang melahap daging korbannya. Melihat dirinya ketauan, sang pembantai langsung memutar kepalanya dan memandang sang raja. Terlihat wajahnya yang sangat menyeramkan. Gigi giginya yang hampir semuanya adalah gigi taring. Serta matanya yang terlalu tajam untuk pandangan manusia biasa.

Sang raja pun menurunkan putrinya ke bawah, lalu menarik pedangnya dan menghunuskannya ke arah sang pembantai.

“Siapa kau sebenarnya?!”. Tanya sang raja
“Maafkan aku yang terlalu lancang, aku sedang kelaparan, dan aku sangat bahagia menemukan makanan yang sangat melimpah di sini”. Jawabnya dengan sangat menyeramkan
“Dasar kau!”. Ujarnya lalu berteriak dan menyerang si pembantai dengan pedangnya. Dengan mudahnya, sang pembantai menahan serangan tersebut menggunakan tangannya.
“Apakah kau tau rasanya daging manusia?”. Tanya si pembantai
“Aku tak peduli!, yang pasti itu akan jadi makanan terakhirmu!”

si pembantai pun mendorong raja tersebut, lalu melompat kebelakan dan tertawa.

“Apa kau kira, pedang tersebut bisa membunuhku?”
“Kita tidak akan tahu, kalau belum dicoba”. Balas sang raja dan kembali menyerang si pembantai dengan serangan yang semakin brutal. Seluruh kekuatan dikerahkannya, namun dia masih belum bisa melukai si pembantai yang sangat lincah menghindari serangannya.

“Baiklah, kini akan kuakhiri”. Ujar si pembantai dengan tenangnya lalu dengan cepat menusukkan tangannya ke perut sang raja.

“Maafkan aku, tapi aku masih kelaparan sekarang. Oh iya, aku adalah Wulfin, seorang Headhunter, salam kenal”.

Sang raja pun tewas di tangannya. Dia berniat untuk melakukan hal yang sama kepada raja tersebut, berhubung dia masih kelaparan. Tapi, dia menjadi tertarik oleh tangisan bayi yang berasal dari arah kuda sang raja. Dengan perlahan dia mendekati kuda tersebut, dan mendapati bayi sang raja sedang menangis dan penampakan tersebut sangat menggoda bagi dirinya.

“Ini akan sangat lezat”. Ujarnya, lalu kembali tertawa girang karena mendapatkan makanan yang sangat disukainya.

Namun, tiba tiba, sebuah pedang melayang terbang kearah si pembantai yang dengan cepat berhasil menghindar.

Bayi tersebut hilang. Beserta dengan kuda sang raja. Dan tiba tiba tempat berpijak sang pembantai menghilang dan menyebabkannya terjatu ke dalam jurang yang sangat dalam.

“Maafkan aku, sudah kubilang kalau itu adalah makanan terakhirmu”. Ujar sang raja yang dengan ajaibnya melayang di udara.
“Apa kau tahu?, kenapa kerajaanku bisa menaklukkan einspot?. Itu karena, aku memiliki pasukan yang abadi!”. Ujarnya yang tiba tiba dengan kerennya mengeluarkan sejumlah pasukan mayat yang sangat banyak dari bawah tanah. Dengan kekuatanya, dia mengerahkan seluruh pasukan tersebut untuk masuk ke jurang tersebut dan membunuh si pembantai.

Namun, si pembantai juga tidak bisa dianggap remeh. Dia berhasil mengalahkan semua mayat tersebut dan melompat tinggi ke atas, lalu meraih tubuh sang raja dan mencakarnya dengan kukunya yang sangat panjang.

Namun, serangannya tak mempan karena tubuh raja tersebut yang dengan sangat keren berubah menjadi asap.

Akhirnya si pembantai mengerti, kalau lawannya itu bukan seorang manusia. Lawannya adalah seorang legenda hidup. Satu satunya orang yang berhasil mengimbangi kekuatan zen, raja dari para spirit yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.

“Jadi, kau itu necromancer ya?”. Tanya si pembantai
“Kau sering baca buku ya?, aku bukanlah necromancer, aku adalah malaikat kematianmu!”

Cerpen Karangan: Ran Kasanda
Blog: inrear.wordpress.com
Aku Hanyalah Manusia

Cerpen Like A Dreams (Menunggu) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Chocolateland

Oleh:
Semilir angin berhembus, menerpa poni rambut Cellen yang berwarna hitam kecokelatan. Di tangan kanannya, ada sebungkus cokelat, tanpa menunggu lama, Cellen menghabiskan cokelat itu dalam waktu singkat. Belakangan ini,

Hikayat Penciptaan Bintang

Oleh:
Dulu ketika peri peri hidup di bumi dan jumlah manusia masih sedikit, pada batang pohon oak berdaun rindang dalam belantara, tinggallah peri yang selalu durja. Tiap hari kerjanya hanya

Hidup Kedua

Oleh:
Pada suatu hari, ada seorang anak yang sedang bermain di pohon beringin. Sedang asyik bermain, tiba-tiba ada seorang nenek-nenek memanggil dirinya dari belakang. “Nada, Nada… tolong bantu saya!” spontan

Marie

Oleh:
Pria itu memandangku tanpa berkedip. Wajahnya yang tirus terlihat pucat dan sedikit tidak berdaya. Tangannya yang keras dengan jari-jarinya yang panjang dan kurus memegang serangkaian bunga yang masih segar.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *