Line World

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 17 May 2019

Di tempat yang jauh dari bumi, yang tak pernah bisa dijangkau hanya dengan ilmu pengetahuan atau mesin tercanggih sekalipun, terdapat sebuah dunia yang sangat berbeda.
Mereka dipisahkan oleh dimensi jangka ruang dan waktu, yang letaknya tak dapat ditentukan meski mencari ke seluruh sudut di luar angkasa.

Di atas lautan Agrona, terdapat empat kepulauan besar. Timur, barat, utara dan selatan, yang diisi sebuah kota besar dengan dinding tebal yang menjulang ke langit, Aqualas.
Mereka dipisahkan oleh hutan yang teramat lebat, namun ada satu kepulauan yang memisah dari ketiga pulau lainnya, Selatan.

Langit nampak begitu cerah, membuat indah pemandangan di atas perairan daerah selatan. Beberapa hewan terbang yang tidak terlihat seperti burung, melintas di atas laut menuju pulau tersebut, membuat beberapa ksatria di atas dinding besar itu memancingkan matanya.

“tembak!!!,” seru salah satunya. Tanpa ada satupun dari mereka yang bertanya, seluruh ksatria menarik benang dari busur panjangnya masing-masing, membidik target dan melepaskan anak panah secara bersamaan.
Suara dari hewan-hewan itu terdengar kesakitan. Mereka dijatuhkan ke air oleh anak panah itu, dan sesuatu dalam air seakan menanti kekalahan mereka. Menarik mereka ke dalam laut tanpa membiarkan satupun yang lolos.

Awan mulai menghitam, sangat kelam dan suram. Mata berwarna merah muncul di baliknya, menunjukkan mulutnya yang dipenuhi taring yang tajam, ia terbang dengan lamban karena bobotnya.

Bergetar melihat makhluk itu, para ksatria diam mematung dengan wajah penuh ketakutan. Tak ada dari mereka yang mencoba beralih.
“tembak!!!,” teriakan yang menutupi rasa gemetarnya kembali menyadarkan mereka dan sekali lagi mereka menarik busurnya.

Anak panah melesat cepat menebas angin, melengkung membentuk elips dengan sempurna dan jatuh pada kulit makhluk itu namun tak satupun dari banyaknya mereka yang bisa menembusnya.

Mereka terus melepaskan anak panah, namun percuma. Bahkan Ballista yang diluncurkan berkali-kali tak menggores kulitnya yang keras.

Melihat betapa kuat tubuh dari makhluk itu, semua tentara mulai terjatuh duduk satu persatu. Rasa kecewa dan takut bercampur dalam diri mereka, membuat mereka tak dapat mengangkat pedangnya.

Disaat semuanya diselimuti keputusasaan. Dia berdiri di depan mereka, dengan baju zirah perak mengkilap dan pedang panjang di tangan kanannya. Selendang merah tua terbalut di lehernya, tertiup angin dan berkibar bersama rambutnya yang hitam pekat.
Ia tersenyum. Entah apa yang membuatnya terlihat senang, ia menggumam dengan pelan.
“sekarang…”.

Cerpen Karangan: Gilang Maulana
Blog / Facebook: Sinjiikari15[-at-]yahoo.co.id

Cerpen Line World merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Seekor Makhluk Sebuah Desa

Oleh:
Pada suatu hari Law (karakter utama) mendapat kabar dari kepala desa Viva tentang seekor makhluk misterius yang menghuni danau di desa tersebut, makhluk tersebut selalu memakan korban setiap malamnya,

Bersama Rembulan

Oleh:
Di tepi jembatan itulah ia tinggal bersama orangtuanya. Namanya Rembulan sering dipanggil Bulan, anak gadis sederhana yang selalu sibuk dengan khayalan-khayalannya itu. Baginya bermimpi itu tidak ada salahnya. Sebuah

Sungai Angker

Oleh:
Saat itu aku masih berumur 11 tahun. Saat itu sedang heboh-hebohnya orang menceritakan tentang kematian seorang anak di sungai, karena keadaan anak tersebut dengan mata tercongkel keduanya. Aku pun

Kisah Pemburu Dan Anjingnya

Oleh:
Hidup seorang pemburu dengan anjingnya yang setia bernama Berto. Anjing tersebut sangat setia kepada tuannya senang maupun susah. Pada pagi hari yang cerah, sang pemburu pergi ke hutan dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *