Liontin Rahasia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 7 July 2017

Aku sedang memandangi sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati. Bukanlah bentuk hati itu yang membuatku terus memandangi kalung itu, melainkan benda yang ada di dalam liontin itu. Sebuah benda yang berbentuk bulat kecil berwarna hitam pekat yang ada di dalamnya begitu menempel erat di dinding liontin bagian dalam. Kalung serta liontin itu adalah pemberian dari nenekku, liontin itu nenek berikan pada saat aku masuk SD. Tapi beliau tak mengatakan dengan jelas sampai akhir hidupnya maksud dari ia memberikan liontin itu. Nenek pun tak memberi tahu kalau liontin yang berbentuk hati itu bisa dibuka dan ada benda lain di dalamnya.

Ketika aku duduk di bangku kelas 6 aku bertanya “nek kenapa kalung ini tidak boleh aku lepas?”
“Karena itu adalah milikmu” balasnya yang menunjuk liontin itu.
“Ohh begitu, aku tak suka liontinnya nek, kalau liontinnya diganti boleh?” Tanyaku kembali.
“nak, justru yang berharga itu liontinnya, suatu hari nanti kau akan mengerti.” Jawabnya.
“Kenapa tidak sekarang saja nenek beritahu aku, kenapa harus menunggu nanti?” Tanyaku kembali.
“kakakmu saja tidak terus bertanya tentang liontinnya” Jawab nenek memicingkan matanya.
“nenekkk” rengekku.

Ketika mengingat percakapanku dengan nenek beberapa tahun kebelakang, sepertinya tanda tanya di kepalaku menjadi terus bertambah tentang liontin itu. Memang kakakku juga punya liontin yang sama, tapi aku tak pernah mendengar sekalipun dia bertanya tentang liontin itu pada nenek.

Hari pertama aku tahu di dalam liontin itu ada benda lain setelah 2 Bulan kepergian nenek. Aku baru sadar setelah umurku 18 tahun, dan sekarang banyak tanda tanya di otakku yang terus bertambah setelah 6 bulan kepergian nenek. Aku memberi tahu kakak tentang liontin dan benda bulat berwarna hitam pekat itu. ketika kakak membuka liontin punyanya ternyata sama persis dengan punyaku, ada benda lain di dalam liontin itu yang berbentuk bulat kecil dan berwarna hitam pekat. Tapi nampaknya tanda tanya tak tertanam di otak kakakku, dia malah berkomentar kalau liontin dan benda itu hanyalah simbol biasa yang menandakan kalau aku dan kakak bersaudara. Tapi bagiku, itu sangatlah aneh, mengapa harus ada benda lain di dalam liontin itu?

Kalau berbicara soal nenek, dia adalah seorang yang sangat jenius, dia bisa membuat banyak robot bersama kakek dari dulu. Robot sederhana zaman dulu dengan teknologi seadanya sampai robot yang tak kalah canggih dengan robot buatan orang-orang jaman sekarang berhasil nenek dan juga kakek buat. Kakek meninggal 3 tahun sebelum nenek, aku tak terlalu akrab dengan kakek karena dia jarang berbicara. dia lebih sering bermain dengan robot ciptaanya daripada denganku, aku kadang iri dengan robot-robot ciptaanya itu. Kalau berbicara tentang kakak, dia adalah sosok yang jarang berbicara bahkan dia lebih pendiam, berbeda denganku yang suka banyak berbicara.

Ada dua robot spesial yang nenek dan kakekku buat, robot yang diibaratkan aku dan kakakku waktu kecil. Robot itu dibuat ketika aku berusia 6 tahun, dan kakakku berusia 9 tahun. Robot yang diibaratkan aku diberi nama reci yang diambil dari nama depanku re dari renita lalu c dari inisial nama kakek carles dan dari inisial nama nenekku i ida, sedangkan robot yang diibaratkan kakak bernama keci sama sepertiku diambil dari nama depan kakak yaitu ke kelsa dan ci dari inisial nama kakek dan nenek. Kedua robot itu adalah robot yang cerdas. Banyak orang yang mengincar kedua robot itu, namun nenek dan kakekku tak berniat menjualnya karena masing-masing robot itu punya aku dan kakakku. Aku tak tinggal bersama orangtuaku begitu juga kakak, sejak usiaku 2 tahun dan kakak 5 tahun orangtua kami pindah ke LA karena pekerjaan ayah. namun sampai sekarang tak ada lagi kabar dari mereka, jangankan mengirim uang untuk biaya sehari-hari sepucuk suaratpun tak pernah sampai di tangan aku, kakak, nenek maupun kakek. Entah mereka masih hidup atau sudah meninggal, karena tak pernah ada kabar sedikitpun tentang mereka. Aku hanya mempunyai kakak sekarang, dialah satu-satunya keluargaku yang tersisa.

Hari minggu adalah hari yang menggembirakan bagiku dan juga kakak, karena di hari itu kami tak bekerja paruh waktu. Bekerja sebagai pelayan di cafe milik anak teman nenek. Hari minggu kami sempatkan untuk melihat ruang rahasia yang ada di pojok rumah kami, ruang yang hanya berukuran 2×2 meter, ruang yang terlihat seperti gudang dari luar, namun yang sebenarnya bukanlah itu, tapi ruang itu adalah ruangan dimana terdapat 2 robot cantik. Kakek dan nenek sengaja menyediakan ruang khusus untuk menyimpan robot-robot yang diibaratkan aku dan kakak, karena banyak orang yang mengincar robot cerdas itu. Entah kenapa ketika berada di ruangan itu aku teringat benda asing yang ada di dalam liontinku dan di dalam liontin kakakku. saat aku tak sengaja menggerakan tangan robot reci lalu setelah itu kelopak mata bagian kanan robot reci terbuka, terlihat seperti tempat baterai pada robot-robot, namun yang ini berbeda. Baterai Lebih kecil dari robot umum biasanya. tak berpikir panjang aku membuka liontin itu dan mencoba mengeluarkan benda bulat berwarna hitam pekat itu. Melihat hal itu kakak bertanya
“de, kenapa mau dicopot? Mungkin itu permanen gak bisa dicopot.”
“Mmm, kak lihat ini!” Ucapku yang menunjuk kelopak mata robot reci yang terbuka.
“Kok bisa de?” Tanyanya kembali yang terlihat bingung.
“Tadi aku tak sengaja menggerakan tangan robot reci, lalu terbuka begitu saja.” Jawabku.
“Wow, kok bisa gitu ya? Coba robot keci yu dek!”

Kami melakukan hal yang sama pada robot keci, dan hasilnya sama, kelopak mata robot keci terbuka sama seperti robot reci
“Sama kak” Kataku.
“Iya ya de, menurut ade ini buat apa?” Tanyanya.
“Kita coba buka benda yang ada di liontin kita lalu masukan ke kelopak mata robot keci dan reci, mungkin akan ada reaksi.” Jawabku.
Kami mencoba membukanya, tapi tak kunjung terlepas. Kemudian kakak memanggilku
“De!” Panggilnya
“Ya kak, gak bisa dibuka kayanya.” Ucapku dengan wajah kecewa.
“Sini bentar de!” Perintahnya.
“Ini kan udah deket, mau ngomong apa?”
“Lebih deket lagi, maksudnya kita tempelin kedua benda yang ada di liontin kita, jangan-jangan akan mudah dilepas.”
“Masa sih? Tapi yaudah deh kita coba.”

Aku dan kakak menempelkan benda yang ada di liontin kami, namun tak terlepas dengan sendirinya, kedua benda itu hanya saling menempel. Setelah itu kami kembali memisahkan benda yang ada pada liontin itu. Aku mencoba menarik perlahan benda itu, dan tak butuh tenaga yang besar benda itu bisa terlepas.
“Kak bisa” kataku dengan semangat menunjukan benda itu. Kakakku hanya tersenyum lalu melakukan apa yang tadi aku lakukan.

Kami sudah bersiap memasangkan benda hitam pekat yang berbentuk bulat kecil pada robot itu. Dengan aba-aba kami memasukkan benda tadi pada masing-masing robot reci dan keci. 1 sekon, 2 sekon, 3 sekon hingga 1 menit belum ada reaksi apapun.
“Sepertinya tak berfungsi kak” ucapku yang berjalan menuju pintu keluar.
“Sepertinya de” balas kakak yang mengikutiku.
“Hallo, robot reci siap menerima perintah dari mrs. renita”
“Hallo, robot keci siap menerima perintah dari mrs. kelsa”

Benda bulat kecil berwarna hitam pekat itu adalah benda terpenting untuk robot keci maupun reci untuk hidup kembali. Aku senang mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaanku. Aku dan kak kelsa berjanji tak mengatakan kepada siapapun tentang liontin rahasia kami, juga tidak akan berbicara tentang robot reci dan keci yang hidup kembali.

Cerpen Karangan: Renita Melviany
Facebook: Renita melviany

Cerpen Liontin Rahasia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ketukan Tengah Malam

Oleh:
TOK TOK TOK Astaga, di jam setengah 12 ini siapa sih yang mengetok pintu kamarku? Aku mengacuhkannya karena kantuk melanda. Aku pun tertidur lelap. Ketika makan pagi, aku hendak

Sebuah Dendam

Oleh:
Aku adalah seorang gadis yang berumur 17 tahun, duduk di bangku SMA kelas 2. Ya, namaku Rina. Sekolahku terletak di desa Kalijati. Sekarang aku tinggal bersama adikku dan pamanku.

Paralis

Oleh:
Aku menyusuri lorong bercahaya itu. Lampu-lampu di lorong asing itu begitu terang untuk mataku, hingga aku memicingkan mataku sesipit mungkin untuk dapat melihat keadaan di sekitarku. Lorong itu begitu

Mysterious Admirer

Oleh:
Siapa yang tak kenal dengan Carl, cewek yang paling populer di sekolah terelit di pusat ibu kota. Tiada yang tau seperti apa keluarganya, tetapi dilihat dari cara berpakaian dan

Tragedi Di Wayward Mansion

Oleh:
Nina menghentakkan kakinya kesal ke arah aspal. Sudah ada satu setengah jam ia berdiri di tepi jalan untuk menunggu mobil lewat, namun tidak juga datang. Sebenarnya ia membawa mobil

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *