Lisa Bonekaku Yang Setia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 11 September 2017

Namaku liya, aku kelas 3 sd, sejak aku kelas 1 sd aku selalu bermain dengan boneka pemberian kakekku yang sudah tiada, aku memberi nama boneka itu lisa.

“Liya, liya bangun. hari ini hari pembagian rapor semester dua kamu akan naik kelas 4” kata bunda membangunkanku dari tidur yang nyenyak, aku cepat bangun dan meraih handuk dan cepat mandi

Setiba ku di sekolah ternyata bu guru sudah mau masuk kelas mumpung aku tidak dihukum saatnya pembagian rapor, akhirnya namaku tersebut oleh buguru “lisa septiana putri” saat aku lihat ternyata aku dapat ranking 1

“Bunda, bunda aku dapat ranking satu”
“oh ya bunda bangga” kata bunda

“kau lihat lisa raporku, aku dapat rangking satu kau tahu lisa aku sadar bahwa kau tidak bisa bicara” tiba-tiba “hey siapa bilang aku tidak bisa bicara” kata dari salah seorang bicara, aku mencari suara itu, oh ternyata suara bonekaku “hah kau bisa bicara” “tentu aku kenal kau, kau liya cucu kakek reyhan” kata bonekaku lisa “d… dari mana kau tahu” “kan aku pemberian kakekmu”, kata lisa “oh iya aku lupa”

Cerpen Karangan: Kayla Azkiya Arif
Facebook: Afni Isriani
Salam kenal kayla untuk yang membaca cerpen ini

Cerpen Lisa Bonekaku Yang Setia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Best Friend 7ever

Oleh:
Hai, perkenalkan namaku charisa dwi santika. Aku mempunyai teman lebih tepatnya sahabat apalagi jumlahnya 7 sama seperti namaku CHARISA kan ada 7 huruf hehehe. Nama sahabat ku antara lain:

Misteri Ledakan Keempat

Oleh:
Pagi yang kurang bersahabat, langit tampak mendung, seperti menandakan akan terjadi sesuatu, di sebuah sekolah menegah pertama, saat itu para siswa sedang mengerjakan ulangan mid semester. Saat sedang sibuk

Rumah Berhantu

Oleh:
Sebuah rumah besar yang sudah tak berpenghuni kurang lebih 150 tahun itu menjadi buah bibir masyarakat desa Enggak Makmur -nama yang aneh. Ada yang mengatakan kalau di dalam rumah

Hadiah Buat Ibu

Oleh:
Tatapan matanya begitu menenangkan hati. Ucapannya seperti sebuah tuntunan bagiku. Senyumannya adalah semangat dan motivasi untukku. Ingin sekali rasanya agar aku bisa setiap saat mengukir senyum di wajah cantiknya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *