Liz (An Unusual Love)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 10 January 2018

Liz menatapku. Wajahnya yang lembut, tampak 180 derajat berbeda dari yang kulihat kemarin malam, saat ia dengan buasnya membunuh seorang pemuda dari utara untuk ia hisap darahnya! Gadis itu memintaku untuk menjauhinya setelah aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, siapa sebenarnya dirinya. Ia ingin aku bersembunyi dari dirinya, sebagaimana dia bersembunyi dari siang untuk bisa tetap hidup.

“Kumohon, Rick. Pergilah! Aku bisa saja membunuhmu!” perintahnya. Wajahnya yang pucat bersinar, seakan menjadi duplikat bulan purnama yang saat ini sedang muncul di langit malam.
Kalian bisa menebak Liz itu apa, bukan?
“Bukankah kita sudah enam bulan saling mengenal? Dan tak ada di antara kita yang terluka, Liz. Aku tahu kita bisa hidup bersama,” balasku. Entah kenapa, rasa takut yang kemarin malam begitu dashyat menerpaku, kini seolah telah sirna sama sekali. Yang ada saat ini hanyalah kekhawatiranku pada gadis vampir di depanku ini.
“Aku ini monster, Rick! Aku bisa saja sewaktu-waktu hilang kendali dan membunuhmu! Aku menyesal telah membiarkan dirimu mengenalku!” bantah Liz.

Aku melangkah maju hingga telapak tangan kananku cukup untuk menjangkau pipinya. Dingin rasanya. Kuletakkan tanganku di sana, dan kubiarkan Liz secara insting bersandar di sana. “Tidak, Liz. Kau bukanlah monster. Kau adalah sebuah anugerah untukku,” bisikku.
“Aku harus membunuh untuk hidup, Rick. Aku tak bisa hidup tanpa darah! Bagaimana mungkin kau mengatakan kalau aku ini bukanlah monster? Aku bahkan membenci diriku!” raungnya.
“Tidak tidak tidak,” kusisirkan jari-jari tangan kiriku di rambutnya yang lembut. Sungguh sebenarnnya aku masih belum mau percaya kalau Liz bukanlah manusia. “Sekali lagi, kau bukanlah seorang monster. Kau tercipta untuk satu alasan, Liz,” ujarku.

Liz mengangkat wajahnya, dan kini bisa kulihat mata hijau zamrudnya yang selama ini begitu aku puja. Sungguh, apakah ini sebuah garis takdir? Saat aku akhirnya menemukan tambatan hatiku pada seorang vampire? Ataukah mungkin ini sebuah hukum karma bagiku? Atas kesalahan yang tak kuingat di masa lalu.

Kemarin malam, Liz berlari dengan kesedihan luar biasa saat aku, satu-satunya manusia yang mau jadi temannya, memergokinya membunuh seseorang yang ia ambil darahnya. Sebelumnya, aku tak tahan lagi untuk tak mencari tahu siapa sebenarnya gadis yang sudah enam bulan kukenal ini. Banyak hal-hal yang begitu ia sembunyikan dariku. Mulai dari aku tak boleh mendatanginya di siang hari, lalu aku yang tak pernah sekalipun melihanya makan atau minum, hingga kebiasaanya untuk keluar kota tiap beberapa malam sekali, yang mana ia melarang keras diriku untuk mengikutinya.

“Aku tercipta untuk satu alasan?” bisik Liz, bertanya.
“Ya. Kau tercipta untuk aku cintai,” jawabku.
Lalu Liz tak kuasa lagi untuk membendung air mata harunya. Aku tahu, pasti selama ini begitu berat bagi Liz untuk menjalani hidupnya. Liz, seorang malaikat yang terjebak di tubuh seorang penghisap darah.

Liz kemudian memelukku erat. Air matanya membasahi bagian dada mantelku. “Kau tahu betapa aku juga mencintaimu. Tapi bagaimana jika cinta itu bisa membunuhmu?” tanya Liz dengan takut.
Aku terkekeh tanpa suara, sembari melingkarkan lenganku di bahunya. Kubiarkan Liz tetap menempelkan wajahnya di dadaku, agar ia bisa merasakkan kejujuran jantungku mengungkapkan perasaanku. “Kau tahu. Lebih baik cinta itu membunuhku daripada harus meninggalkanku,” ujarku.
“Aku mencintaimu,” balas Liz.

Kejadian itu seperti klimaks dari awal mula kisahku denganya, saat Liz dulu pernah berkata kepadaku, “Kau takkan mau mengenalku.”
Ini kisah kami. Aku, Ricky yang berusia dua puluh dua tahun, dan Liz yang sudah seratus tahun lebih menjadi dua puluh dua tahun.

Cerpen Karangan: Danang Teguh Sasmita
Facebook: Danang Sasmi (Facebook)

Cerpen Liz (An Unusual Love) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


We Are Artis Bangkrut (Part 1)

Oleh:
Pernahkah kamu punya sahabat? Aku pernah. Namanya Han Go An. Dia seorang laki-laki labil. Kalau bicara seperti perempuan. Dia suka memakai pakaian berwarna cerah yang sangat mencolok. Dia suka

Ldr (Cinta Itu Tau Hatinya Milik Siapa)

Oleh:
Hay aku Clara aku berasal dari surabaya dan sekarang aku tinggal di jakarta untuk menjalankan bisnis keluarga ya cabangnya si tapi untuk pembuktian kalau aku itu mampu menjadi anak

Rahasia Toca

Oleh:
‘1… 2…” Tesya tiba-tiba berhenti menghitung jumlah gambar domba yang tertempel di dinding kamarnya. Dia selalu melakukan hal ini sebelum tidur. Namun sepertinya malam ini tidak seperti biasanya. “apa

The Evil That I Love You

Oleh:
Namaku Rin. Umurku tujuh belas tahun. Hobiku bermain game. Kegiatanku sehari-hari hanya seputar pergi ke sekolah, pulang, makan, main game, belajar, tidur.. dan seterusnya. Kehidupanku sama normalnya dengan jutaan

Believe Me, I Love You

Oleh:
Aku percaya mimpi aku percaya takdir aku percaya cinta sejati dan aku percaya akan adanya akhir yang bahagia. Aku hanyalah gadis lugu yang berubah akan bergulirnya waktu karena setiap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *