Lucid Dream

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 1 February 2017

“Uhh.. Apa ini sudah pagi?” ucap naya mengucek matanya dan kini mulai bangkit serta turun dari tempat tidurnya, dia pun keluar kamar dan memanggil-manggil orang seisi rumah akan tetapi tidak ada yang menjawab. “Kemana mereka semua? dan apa sekarang lampu sedang padam? kenapa gelap sekali?” ucap naya bertanya pada dirinya sendiri. Naya sekarang menuruni tangga tetapi saat menuruni tangga tiba-tiba tangga itu roboh dan naya terjatuh, naya berteriak sangat keras karena kaget tangga yang ia pijak itu tiba-tiba roboh.

Naya sekarang terjatuh di sebuah tempat yang kosong sekali dan tempat itu berwarna putih, naya memanggil manggil sampai berteriak teriak tapi tidak ada yang menjawab. “Apa di tempat ini hanya ada aku? dan kenapa tempat ini sepi sekali? tidak ada isinya pula. Ini sangat membosankan!” ucapnya kali ini dia terduduk dan berkata dalam hati “Jika saja aku bisa berharap, aku ingin tempat ini menjadi sebuah taman yang ditumbuhi oleh tanaman permen dan dipenuhi oleh bukit ice cream disertai dengan kolam dan air terjun susu.”

Tiba tiba, tempat yang tadinya kosong dan hanya berwarna putih itu kali ini menjadi sebuah Taman yang Indah yang dipenuhi oleh bukit ice cream, tanaman permen dan air terjun susu. Kali ini tempat itu menjadi sangat berwarna, Naya yang melihat semuanya berubah tersenyum dan terlihat sangat senang. Naya dengan semangatnya yang meluap luap kini berlari menuju sebuah bukit ice cream yang di puncaknya terdapat pohon permen, naya memetik sebuah permen yang berada di pohon tersebut dan memakannya lalu dia memakan tanah dari bukit tersebut yang ternyata itu adalah ice cream.

Setelah asik bermain di Taman tersebut Naya pun berharap kembali “Aku berharap aku bisa terbang” gumamnya, harapan itupun terkabul badannya mulai menjadi ringan perlahan kakinya mulai terangkat dan tidak menapak lagi di tanah Naya pun terangkat dan terbang, ia merentangkan kedua tangannya dan juga kakinya dia pun melaju dengan cepat. Sepertinya dia terlihat sangat senang dari sebelumnya. Tak lama kemudian Naya mendarat dan lalu merebahkan dirinya di sebuah bukit dan lalu memejamkan matanya yang kemudian ia tertidur.

Naya terbangun dari tidurnya dan melihat di sekelilingnya ternyata dia sudah di dalam kamarnya, “Ternyata tadi itu cuma mimpi, tapi.. kenapa semuanya terasa sangat nyata?” ucap Naya kebingungan. Kali ini naya melakukan hal yang sama dia keluar kamar dan memanggil manggil orang orang yang ada di rumah tapi kali ini ada yang menjawabnya “Ada apa sih? berisik banget! ganggu orang tidur aja tau gak!” kata kakanya yang bernama Ari, Naya kaget kenapa sekarang ada yang menjawab? dia mulai bertanya tanya pada dirinya sendiri. Saat itu Ari akan menuruni tangga Naya yang melihatnya langsung menghalangi Ari yang akan turun, “Ada apa lagi sih?” tanya Ari pada Naya, “Kakak! kakak gak boleh turun tangga nanti tangganya roboh loh kak!” jawab naya dengan was was “Apaan sih? kamu ngelindur ya?” tanya Ari yang bingung dengan perkataan naya, “Nggak kok kak! tadi malam juga aku turun tangga, dan tangganya roboh!” Ucap Naya meyakin kan kakaknya itu, dan berlalu menceritakan kejadian tadi malam.

“Oh.. mungkin kamu tadi malam ngalamin lucid dream!” Kata Ari “Lucid dream? apa tuh kak?” tanya Naya bingung, “Lucid dream itu semacam mimpi yang seperti nyata dan biasanya di lucid dream apa yang kamu inginkan itu bisa terjadi, tapi.. sayangnya itu hanya mimpi” Ucap Ari menjelaskan. Singkat cerita malam ini Naya merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan berharap dia bisa mengalami lucid dream lagi.

Sekarang Naya mulai mengalami lucid dream kembali, seperti biasa dia keluar kamar dan menuruni tangga yang langsung roboh tapi kali ini dia tidak berteriak malah dia tersenyum, saat terjatuh dia kembali ke taman permennya itu dia sekarang mulai terbang kembali dan bermain setelah itu dia berpikir sebuah harapan yang akan memuaskan dirinya, dan satu harapan pun terlintas di pikirannya “Aku harap ini berhasil!” ucap naya. Sekarang naya menutup matanya lalu dia berharap di dalam hatinya seperti biasa, saat membuka mata dia berada di kamarnya.

Saat naya bangun dia terkejut melihat sosok wanita cantik yang mengenakan gaun putih dan berambut panjang yang Indah itu. Wajah dan tubuh wanita itu bercahaya, sepertinya naya sudah tidak asing dengan wajahnya yang cantik. Tak lama kemudian air mata mulai mengalir di pipi naya yang mulai memerah itu, “Mamaa..” Ucap Naya yang terselingi oleh isak tangisnya, wanita yang ada di hadapannya tersenyum manis naya yang sedang menangis pun mulai menggenggam tangan wanita tersebut yang lama kelamaan mulai menghilang itu. Saat wanita itu menghilang Naya menagis sangat kencang yang membuat kakanya Ari memasuki kamarnya dan lalu mendekap naya itu. “Ada apa?” tanya Ari mengusap air mata naya “Tadi.. mama.. ada mama.. hiks..” Ucap naya yang masih terus menangis “Mama?” ucap Ari kaget yang hanya di balas anggukan kecil Naya.

Saat Naya sudah tenang dia mulai menceritakan semua yang dia alami tadi ke Ari, ceritanya itu membuat Ari tersenyum kecil dan berkata “Mungkin mama mendengar harapanmu tadi, kamu beruntung” ujarnya. Ternyata harapan terakhir naya saat mengalami lucid dream adalah “Aku harap aku bisa melihat mama tersenyum padaku, walau itu hanya sesaat dan sekali kuharap bisa melihatnya!”.

Cerpen Karangan: Mia Aprianti Putri
Facebook: aprillya.n[-at-]yahoo.com
Haii!! aku Mia ini pertama kali nya bikin cerpen trus di upload! hehe aku suka banget sama cerita bergenre fantasi dan juga suka ngegambar anime. oh iya untuk berteman dengan baik dengan ku blh follow ig:miaaptr14 . Makasih!

Cerpen Lucid Dream merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri Jasad Dalam Air (Part 2)

Oleh:
Dari sorot matanya, Lazuardi jelas tak suka dengan pertanyaan itu. Namun memandang nenek itu adalah guru spiritualnya sejak dia masih menjadi bromocorah hingga kini dia pensiun karena usia serta

Mati Dalam Angan (Part 2)

Oleh:
Kami berenam langsung berlari keluar dari lubang perlindungan menuju tempat yang direncanakan. Sementara Kapten Ade berlari ke arah lain untuk memancing perhatian regu tembak dan berhasil, semua tembakan langsung

Eze Tripster

Oleh:
Orangtua itu mendekatiku. Dia mengenakan mantel hitam dan celana jeans panjang. Dia mengulurkan tangannya padaku. Tapi tiba-tiba Ayahku menepisnya. Aku melihat bagaimana tatapan orang itu berubah sekejap saat melihat

Bencong Bencong Itu

Oleh:
Di rumah, gua punya peliharaan yang unik. Yap, burung hantu. Adek gua bilang kalau kita melihara burung hantu di rumah, keberuntungan akan selalu menggerayangi hidup kita. Gue sedikit mau

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *