Lukisan Masa Depan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Petualangan, Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 4 August 2017

Lukisan selalu dilambangkan dengan keindahan. Banyak sekali lukisan yang luar biasa indah di luar sana, Namun keindahan lukisan bisa saja lenyap jika bagian yang paling penting itu hilang.. Ada sebuah lukisan yang selalu bersinar terang, lukisan itu ditemukan bersamaan dengan sang bintang yang jatuh ke permukaan. Lukisan itu membuat siapa saja kagum ketika melihatnya, sampai suatu hari, lukisan yang sangat indah itu telah hilang.

Namaku Fransiska Alexa, Aku dilahirkan di sebuah keluarga yang bisa dibilang mereka semua membenciku.. Dulu Aku menemukan sebuah lukisan yang selalu bersinar, tidak ada seseorang pun yang berani mendekatinya. Hanya akulah sang gadis kecil pemberani yang berani mendekatinya dan mengambilnya.. Dulu aku hanyalah seorang gadis kecil yang berumur 5 tahun saat menemukan lukisan itu, Selayaknya anak-anak aku juga punya sebuah tempat dimana aku bisa bermain, Tempat bermainku adalah sebuah rumah pohon, Sebuah tempat dimana aku bisa menemukan kegembiraanku, sungguh kenangan yang sangat indah. Tapi semuanya hilang saat aku sudah menemukan Lukisan ini.. Lukisan yang lumayan besar berbentuk seperti sebuah pintu, Dulu aku fikir itu sangat berat, Setelah kucoba mengangkatnya ternyata lukisan itu sangat ringan, Aku seperti membawa sebuah tissu yang sangat ringan.. Dengan diam diam kubawa sebuah lukisan itu menuju tempat bermainku yakni rumah pohon. Dan setelah sampai, aku meletakkan lukisan itu di dinding yang terbuat dari kayu di atas rumah pohon dan sesuatu tak terduga menarikku, Sebuah cahaya putih dan kuning mencoba menarikku ke dalam lukisan, Tubuh mungilku tidak mampu melawan tarikan yang sangat kuat, Aku pun masuk ke dalam lukisan.

Tanpa disangka aku sudah berada di tengah tengah kota yang sangat ramai, banyak hal asing yang belum pernah aku lihat sebelumnya, tanpa kusadari tubuh mungilku berubah menjadi layaknya seorang gadis yang sudah berusia 20 tahun, Sungguh aku mempunyai pertanyaan yang sangat banyak yang ingin aku tanyakan. Tempat macam apa ini?.. Kenapa aku di sini?.. Tolonglah aku, siapapun tolong aku!!! Begitulah yang terlintas di pikiranku saat itu.. Aku tidak tau apa yang harus kulakukan.. Kuangkat kedua tanganku dan dan kutaruh di atas kepalaku, Dan sesuatu hal yang aneh terjadi untuk kedua kalinya. Aku kembali menuju rumah pohonku. Aku kira semuannya telah kembali tapi ternyata tidak, Aku sekarang menjadi seorang Gadis yang sudah tumbuh dewasa, Tubuh mungilku telah berubah. Di hadapanku sebuah lukisan yang selalu bersinar, Dan setelah kuperhatikan baik baik ternyata ada sesuatu yang tidak bersinar di lukisan itu, bagian yang tidak bersinar itu berbentuk lingkaran sempurna lumayan besar berada di atas dari lukisan itu. Tanpa pikir panjang aku pun menekannya. Dan Wow. Betapa terkejutnya aku. Lukisan besar yang bersinar itu menjadi sebuah jam tangan yang melingkari pergelangan tangan kananku..

Sungguh kejadian di malam itu sangat mengejutkan bagiku aku tidak bisa tidur dan aku pun diusir dari rumahku sendiri karena keluargaku tidak percaya bahwa aku adalah gadis kecil yang mereka miliki.. Tapi aku baik baik saja aku kembali menuju rumah pohonku. Dan aku sungguh bergembira karena aku menemukan sebuah lukisan yang bisa membawa aku ke masa depan dan masa lalu.. Aku masih penasaran dengan lukisan yang sudah menjadi jam yang melingkari pergelangan tanganku ini. Aku pun meihat jamku dan benar saja kini banyak tombol yang harus aku mengerti, Dan setelah kulihat lihat nampaknya jam itu ada tanggal, bulan dan tahun, aku yakin aku bisa menuju hari apa saja yang aku mau.

Tanpa pikir panjang aku ubah tanggal, bulan dan tahun dari jam itu dan segera aku tekan tombol besar bewarna hijau.. Suara angin bergemuruh, nampak cahaya keluar dari jamku, aku terkejut dan aku cahaya itu menuju bawah kakiku. Tanpa kusadari angin merusak rumah pohonku, kini tidak ada yang aku pijak, aku sungguh ketakutan, dan akhirnya aku pun menghilang, dan aku kembali berada di sebuah kota yang sangat ramai, banyak hal yang asing di sini, seperti mobil dan motor terbang. Aku sangat menikmati pemandangan yang sangat indah yang belum pernah aku lihat. Banyak taman hijau di sini, banyak pepohonan sungguh ini hari yang paling indah di hidupku dan sekaligus menjadi hari terburukku karena aku sudah dibuang oleh keluargaku sendiri.

Aku melihat sebuah kursi panjang di taman ditambah pepohonan berdiri di atasnya, tanpa pikir panjang aku langsung menghampiri kursi panjang itu dan langsung tidur. Belum sempat kututup mataku ada sekelompok orang garang menghampiriku aku segera bangun dan memasang kuda-kuda untuk bertarung, aku melihat 12 orang garang yang menghampiriku.
“Eh, Santai aja dong manis, kita gak akan buat kasar kog, Tenang aja..” Ujar salah satu dari mereka. “Hmmm, Jangan mendekatiku, pergilah kalian!!!..” Teriakku.
“Uuuu, Sayang, nggak akan ada yang mendengarmu..”
Salah satu dari mereka langsung berlari menghampiriku.. Dan tanpa kusadari jamku telah bersinar dan aku pun melihatnya. Tanpa sadar kuhantam hidung orang garang tadi dan dia pun langsung terjatuh.. Aku pun sangat kebingungan, Apa yang telah terjadi padaku?.. Kenapa aku bisa semua ini?.. Belum selesai kebingunganku, Kesebelas orang garang tadi langsung menyerangku, dan aku pun melawan mereka. Kupasang kuda kuda untuk bertarung, menunggu kesebelas orang tadi mendekat ke arahku, aku akan langsung mengalahkan mereka, Kuhantam, kutendang wajah dan badan mereka dan akhirnya aku berhasil mengalahkan 12 orang garang bertubuh gempal tanpa usaha keras.

Tanpa kusadari aku telah diamati oleh seorang pria yang sangat rapi memakai kacamata, Dia langsung menghampiriku, Aku berpikir dialah bos dari mereka, tanpa pikir panjang aku langsung mengarahkan tendanganku ke wajahnya, dan terkejutlah aku karena tendanganku dihindari dengan begitu santai, kini aku mulai takut, Pria itu membuka kacamatannya dan segera melihatku.
“Ehm, Maaf sudah membuatmu takut..” Ujar Pria itu.
Aku pun terdiam kagum dan bergumam dalam hati Ya tuhan sungguh tampan ciptaanmu ini..
“Ehm..”
“Eh, iya kenapa?..” Tanyaku.
“Ah, Kamu ini gak dengerin ya?.. Aku ini seorang polisi, terima kasih karena kmu sudah menangkap mereka, ngomong ngomong kamu sangat lihai bertarung kamu belajar di mana?..”
“Oh, ternyata kau seorang polisi, aku ketakutan tadi, Aku belajar sendiri..”
“Baiklah, bisakah kamu mengikutiku?..” Ujar Pria itu.
“Ehm, maaf nama kamu siapa?…”
“Namaku Thomas Alexander, panggil aku Alex, kalau kamu?, aku bisa memanggilmu apa?..” Tanya Alex.
“Hmmm, Namaku Fransiska Alexa, Dulu aku dipanggil Fransiska, terserah kamu deh..”
“Oke lah, ayo Friska cepat ikuti aku..”
“Ha? Friska?..”
“Katanya terserah aku..” Ujar Alex sambil mengambil teleponnya dan bilang di sini di taman Az212.

Friska dan Alex pun berjalan bersama menuju suatu tempat..
“Alex, Kau akan membawaku ke mana?..”
“Menuju sebuah tempat dimana kita bisa berdua..”
Tanpa pikir panjang aku pun mengikuti Alex, perjalanan kita cukup jauh sampai tibalah kita di sebuah bangunan yang sangat besar, Alex mengajakku untuk segera masuk.. “Alex, apa yang kita lakukan di sini?..”
“Hahaha, kamu jangan bergurau masa kamu belum tau, kamu akan diangkat menjadi seorang jendral karena kamu sudah mengalahkan semua buronan kita…”
“Apa, Jendral?..”
“iya, ayo lah… Dengan kemampuan bertarungmu aku yakin kamu akan menjadi jendral yang sangat kuat..” Ujar Alex sambil tersenyum kearahku.
Ya, benar saja aku sudah diangkat menjadi jendral, sungguh sangat mengembirakan dan membingungkan, kenapa untuk menjadi jendral sangat mudah di sini..

Aku sudah bukan gadis biasa lagi, kini aku seorang jendral yang memimpin banyak pasukan, sungguh aku sanggat bangga menjadi seorang jendral di salah satu kota teraman di dunia, kini aku sangat bahagia sekali.. Hari demi hari terlewati bulan demi bulan terlewati kini aku sudah punya rumah sangat mewah dan sebuah mobil terbang. Dan aku sudah sangat akrab dengan bawahanku, hari pertama saat aku memimpin mereka, mereka menolaknya, dan satu per satu dari mereka pun maju untuk melawanku dan benar saja aku mengalahkan mereka dengan mudahnnya. Kini aku sangat lihai bertarung, aku sangat percaya diri dan menganggap diriku sendiri sebagai jendral terkuat di Negara ini.

Dan ini hari dimana aku harus menyelesaikan misi dari Presiden, misiku adalah membunuh atau menangkap tentara-tentara yang sudah mengancam keamanan Negriku ini.. Aku dan pasukanku dibantu oleh Alex.. Oh.. ya ternyata Alex adalah Jendral sebelumku.. Aku bersama pasukanku menyebar dan menyegrap persembunyian tentara-tentara itu.. Dengan senapanku aku dan pasukanku telah membunuh semua tentara dan berhasil menangkap pimpinan mereka. Aku sudah menangkap pemimpin pasukannya dan tiba tiba sebuah tembakan beruntun mengarah kepimpinan tentara musuh. Dan yang menembaknya ternyata Alex. Aku pun sangat terkejut dan bertanya-tanya, kenapa Alex melakukan semua ini?.. Semua pasukanku menodongkan senjatanya kearah Alex. “Siap menunggu perintah Jendral!!..” Ucap salah satu pasukanku.. Aku pun hanya diam.. “Jendral, Beri aku perintah!!!..” Ucap salah satu dari prajuritku..
“Diam!!!..” Teriakku.
“Tunggu apa lagi Jendral, berikanlah mereka perintah..” Ujar Alex.
“Diam kau beraninya kau bicara padahal tidak kuberi perintah!!!”
“Kenapa kau melakukan ini, kita bisa mendapat petunjuk dari dia..”
“Hahahaha, Kau terlalu bodoh untuk menjadi Jendral, aku yang akan menjadi Jendral.. Prajurit!!!..” Ujar Alex.
“Apa?.. Prajurit tembak penghianat ini!!!..”
“Ah tidak.. Hahahaha.. Semua Prajuritmu ada di pihakku..”
Tanpa kusadari semua prajuritku menondongkan sejatannya ke arahku.
“Dasar Penghianat kalian semua, bagaimana Negara ini mau maju jika semua orang seperti kalian, apa yang kalian cari uang?, Kalian semua tidak pantas menjadi tentara!!!” Teriakku kearah mereka.
“Diiaaam.. Jangan banyak bicara cepat angkat tanganmu..” Teriak Alex.
Aku pun melakukan perintah Alex dan aku teringat sesuatu..
“Kamu terlalu bodoh untuk menjadi jendral Friska.. Serahkan Jam berhargamu itu Cepat!!!..”
“Ini ambillah sendiri..”
“Tidak aku tidak mau dekat dekat sama kamu.. Prajurit ambil!!!..”

Salah satu dari mereka menghapiriku dan aku pun menendangnya dan dia jatuh terungkur, Dan akhirnya mereka berhasil mengambil jam berharga milikku.
“Dasar Pencuri!!!..”
“Diiaam, kamu bukan siapa siapa tanpa jam ini.. Oh tombol ini untuk apa ya?..”
“Jangan sentuh tombol itu!!!”
“Ah, kamu pasti takut kan, aku akan tetap menekannya..” Ujar Alex.

Alex tidak mendengar ucapanku dan akhirnya jam itu berubah menjadi lukisan kembali dan segera menarik semua yang ada di depannya, satu persatu orang telah masuk ke dalam lukisan itu, Dan semua prajurit menembakku dan pelurunnya sama sekali tidak mengenaiku, peluru mereka masuk ditarik oleh lukisan besar bercahaya.. Akhirnya semua orang telah masuk ke dalam lukisan.. Dan cahaya lukisan itu redup tidak seterang dulu.. Tapi ada yang aneh kenapa lukisan itu tidak menarikku?.. Tapi aku tidak memikirkannya aku segera menekan tombol (Lingkaran yang ada pada lukisan tidak ada cahayannya). Dan kembali lukisan itu menjadi jam tangan yang melingkari pergelangan tanganku.

Kini aku seorang diri dan segera menuju kantor Negara.. Aku pun disambut oleh Presiden, ternyata Presiden sudah tau kalau Alex lah dalang dari semua ini.. Aku sangat senang dan bersyukur akan hal ini, kini aku adalah seorang Jendral tanpa pasukan, kini aku mulai dari awal, aku akan mencari, mendidik, mengajari siapapun yang ingin menjaga keamanan negaraku..

“Jangan pernah mencoba bermain-main waktu, jika kau tidak ingin menjadi kenangan yang tidak berharga..”
-OSB-
“Jangan pernah mengambil sesuatu yang bukan milikmu”
-Unknown-

Cerpen Karangan: Khi Sabar
Facebook: Okhi Sahrul Barkah
Khi Sabar adalah nama pena penulis Okhi Sahrul Barkah.
Dia masih duduk di bangku SMP pernah menjuari lomba menulis di salah satu penerbit indie di indonesia. Mau lebih akrab dengan Khi Sabar, Kepoin Sosmednya Guys…
ig: @syahrul15_osb

Cerpen Lukisan Masa Depan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Putri Malam

Oleh:
Bintang. Benda bercahaya yang muncul tiap malam. Jumlahnya banyak. Sangat banyak, juga banyak penyuka. Termasuk aku dan Tira, sahabatku. Entah, sejak kepergian seseorang yang aku sayangi, aku menyukai bintang.

My Age To Seventeen Years (Part 3)

Oleh:
Aku dibawa ke dalam ruangan mewah, dan mereka meninggalkanku di sana seperti meletakkan barang beharga. Sejenak aku terdiam melihat keadaan sekelilingku. Ada banyak lukisan indah dan barang-barang aneh yang

The Sound of Losing

Oleh:
The weak will always hurt those weaker than them Are the only choices available to bear it or die? No, the world you live in is not so limited

Aku

Oleh:
Aku adalah orang bodoh. Bagaimana tidak bodoh jika Aku itu tidak pernah menyiram bekas buang airnya sendiri. Aku adalah orang yang bodoh. Bagaimana tidak bodoh, Aku bahkan selalu tertawa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *