Magic Book

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 20 April 2013

Clara, gadis berumur 11 tahun ini sangat menyukai pelajaran di laboratorium. Maklumlah, ayahnya seorang ilmuwan. Bahkan, Clara sudah dibuatkan ruangan oleh ayahnya untuk experimen-experimen barunya. Ya, walaupun ruangannya tidak terlalu besar, tapi sangat membantu Clara untuk membuat expertimen-experimen baru.

Seperti hari ini, hari ini adalah hari Minggu. Artinya, Clara libur sekolah. Dan Clara ingin menghabiskan waktu liburnya untuk membuat experimen baru. Rencananya, Clara ingin membuat sebuah ramuan yang ia namai ramuan Ewdness. Kira-kira, bisa nggak ya, Clara membuatnya?

Kriiieek… Clara membuka pintu ruangan pribadinya itu. Lalu, dia mulai beraksi. “campurkan cairan ini … lalu yang ini, campur bubuk ini … itu… dan ini…” Clara bergumam sendiri sembari mengingat-ingat lagi resep experimen barunya ini. Tetapi … “Oh, tidak!” cairan yang baru dibuatnya itu tumpah ke buku yang ada di sampingnya. Dan … FATAL! Buku yang terkena cairan itu bisa berbicara! Ouh … Clara hampir mau pingsan melihat kejadian ini.

“Na-ma-ka-mu-siapa?” tanya buku itu kepada Clara dengan bersuara seperti robot. Perasaan Clara sekarang senang bercampur ketakutan. Ia senang karena bisa membuat buku yang bisa berbicara, dan ia ketakutan karena takut buku itu akan mengganggunya.

“Na … na… namaku Clara!” jawab Clara ketakutan.

“Na-ma-ku-Magic Book!” buku itu memperkenalkan dirinya yang dengan masih bersuara seperti robot.

“Kamu tunggu disini sebentar, ya!” kata Clara. Clara keluar ruangan dan mengambil buku tentang ilmu laboratorium milik ayahnya. Dia membolak-balikkan buku itu, ia mencari ilmu laboratorium tentang buku yang bisa berbicara. Tapi usahanya sia-sia. Tak ada ilmu laboratorium tentang buku yang bisa berbicara. “Aduh bagaimana, ini!” Clara panik.

Ia pun memutuskan untuk pergi keruangan ayahnya untuk melaporkan kejadian ini.

Sesampainya di ruangan ayahnya, ternyata ayahnya sedang membuat sebuah experimen.

“Ayah, di laboratorium-ku ada kejadian aneh!” lapor Clara dengan panik.

Ayah Clara menghentikan pekerjaannya dan menoleh kepada putri semata wayang-nya itu. “Ada kejadian aneh apa?” ayah heran.

“Aku menciptakan sebuah buku yang bisa berbicara!” Clara masih panik.

Ayahnya malah terkekeh dan berkata, “mana mungkin ada buku yang bisa berbicara? Ada-ada saja kamu ini!”

“Iiih… Ayah, aku serius! kalo nggak percaya, ayo keruanganku!” ajak Clara.

“Maaf sayang, tapi ayah sekarang sedang sibuk. Tapi, yang ayah tau, buku yang bisa berbicara itu hanya bisa dihentikan dengan cara, kamu membuat sebuah ramuan yang bahan dasarnya daun merah yang diambil dari gunung Lexa. Dan jika kamu tidak bisa mengambil daun merah itu, buku itu akan terus berbicara, dan suatu hari buku itu bisa mengganggumu!” jelas ayah panjang lebar.

“TIDAAAAKKKK…!!!” Clara berteriak sekencang-kencangnya karena ia panik dan ketakutan.

“Clara, bangun sayang … kamu mengigau!” tiba-tiba ada yang mengguncang-guncangkan tubuh Clara dengan perlahan. Perlahan, Clara membuka matanya. Owh, ternyata itu bunda. kata Clara dalam hati ketika kedua kelopak matanya sudah terbuka.

“Tadi kamu mengigau. Memangnya kamu mimpi apa, sih?” tanya Bunda Clara penasaran. Clara menceritakan mimpinya tadi.

“Huh, untung hanya mimpi!” Clara mengakhiri ceritanya. Dan bundanya pun langsung tertawa.

Cerpen Karangan: Pinka Athaya Fernadi
Facebook: pinka athaya fernadi

Hai! nama saya Pinka Athaya Fernadi. Panggil saja aku Pinka. Aku anak pertama dari 2 bersaudara. Nama Adikku Kayla Novetti Fernadi. Ibuku bernama Rina Doni Arsanti, sedangkan ayahku bernama Septhios Fernadi. Hobiku Membaca, membuat cerita, menyanyi, nge-dance, dan berenang. cita-citaku ingin menjadi dokter dan penulis.

Jika ingin berkenalan lebih dekat denganku, bisa add Facebook-ku:pinka athaya fernadi atau pinka athaya fernadi II. Follow juga twitter-ku: @pinka_athaya. Bye …! 🙂

Cerpen Magic Book merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Seseorang Di Atas Loteng (Part 4)

Oleh:
Jajaran porselen mahal yang tersusun rapi di dalam lemari, sofa-sofa besar, dan wallpaper-wallpaper cantik yang menghiasi dinding, sedikit demi sedikit mulai kehilangan keindahannya. Beberapa serpihan kaca kecil jatuh di

Jangan Tinggalkan Aku

Oleh:
Hari ini, adalah hari tersedih Mira. Ayahnya yang masih mempunyai 2 anak meninggal. Abang Mira (Galih) telah merantau karna melawan ayah dan ibunya. Sekarang dia hanya tinggal bersama ibunya.

Terima Kasih Ku

Oleh:
Aaaa mata Rio terbelalak saat melihat jam sudah pukul 06. 45. Ia langsung bergegas mandi dan pergi ke sekolah tanpa memberesekan tempat tidur dan sarapan. Karena jarak rumah dan

Si Sombong Chacha

Oleh:
Aku senang mentari kembali bersinar lagi… Karena ini hari aku pertama sekolah! “Hoam..” kataku sambil membuka mata. “Ayo.. non mari saya antar ke bawah… Makanan menunggu.” ujar Bik Siti

A Mysterious Boy

Oleh:
“Bu, aku tahu ini hari pertamaku, tapi kan aku ingin pergi sendiri.” Dengusku kesal. Ibuku hanya tersenyum matanya masih fokus dan tetap berkonsentrasi dengan laju mobilnya. Aku terdiam dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *